Menu

Mode Gelap

Nasional

Tulang Homo Erectus Berusia 140.000 Tahun Ditemukan di Selat Madura

badge-check


					: Para peneliti menemukan tulang-tulang Homo erectus di tempat penyimpanan lebih dari 6.000 fosil yang digali di Selat Madura, Indonesia. (Dok. Harold Berghuis) Perbesar

: Para peneliti menemukan tulang-tulang Homo erectus di tempat penyimpanan lebih dari 6.000 fosil yang digali di Selat Madura, Indonesia. (Dok. Harold Berghuis)

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Para arkeolog berhasil menemukan tulang-tulang dari nenek moyang manusia Homo Erectus berusia 140 ribu tahun di dasar laut. Studi baru tersebut mengungkapkan bahwa Tulang-tulang Homo erectus berada di Selat Madura, Indonesia.

Mengutip Live Science, kumpulan tulang Homo erectus itu merupakan bagian dari lebih dari 6.000 fosil hewan yang diangkat sebagai bagian dari proyek konstruksi di lepas pantai Pulau Jawa, Indonesia.

Adapun operasi pengerukan di Selat Madura menemukan peninggalan fosil dari 36 spesies vertebrata. Ini merupakan temuan pertama fosil vertebrata di dasar laut Indonesia.

Tanah-tanah yang hilang ini, yang disebut Sundalandia yang tenggelam, dulunya merupakan dataran terbuka luas yang diselingi sungai-sungai sekitar 140 ribu tahun yang lalu.

Menurut penelitian, fosil-fosil yang baru ditemukan itu mengungkapkan bahwa sungai-sungai itu dipenuhi ikan, kura-kura, hiu sungai, kuda nil, dan kehidupan laut lainnya, sementara raksasa-raksasa darat seperti gajah dan kerbau air menghuni dataran-dataran tersebut.

Kehadiran Homo erectus seolah menegaskan bahwa nenek moyang kita memanfaatkan lahan yang subur di Sundaland yang tenggelam, setidaknya berlokasi di antara Jawa dan pulau lain yang lebih kecil bernama Madura. Wilayah ini, yang dulunya merupakan lembah, kini tenggelam dalam perairan laut yang disebut Selat Madura.

Para peneliti menemukan bekas potongan pada beberapa fosil yang mengonfirmasi bahwa hominin Selat Madura (manusia dan kerabat dekat kita) berburu kura-kura.

“Hominin Selat Madura mungkin telah mengembangkan strategi berburu secara mandiri. Namun kemungkinan lainnya adalah bahwa kita melihat semacam pertukaran budaya,” kata penulis utama studi Harold Berghuis, seorang peneliti yang mempelajari Homo erectus di Universitas Leiden di Belanda, mengatakan kepada Live Science melalui email.

Para peneliti berbagi temuan mereka dalam empat studi terpisah yang diterbitkan minggu lalu di jurnal Quaternary Environments and Human.

Homo erectus merupakan bagian penting dari sejarah evolusi manusia. Setidaknya pada 2 juta tahun yang lalu, spesies ini merupakan spesies pertama yang mengembangkan proporsi tubuh seperti manusia dan spesies manusia pertama yang bermigrasi keluar dari Afrika, dan akhirnya menemukan jalannya ke Asia Tenggara.

Bukti fosil menunjukkan bahwa Homo erectus terus bertahan hidup di pulau Jawa hingga sekitar 117.000 hingga 108.000 tahun yang lalu, ketika spesies tersebut akhirnya punah. Lalu spesies Homo sapiens, tiba di Asia Tenggara sekitar 77.000 tahun yang lalu.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jembatan Baru BH 275 Siap Amankan Jalur KA

20 Mei 2026 - 19:24 WIB

Prabowo Marah, Praktik Ilegal Under Invoicing Tembus Rp 16.000 Triliun

20 Mei 2026 - 18:59 WIB

Harga Tempe-Tahu Naik 10 Persen Bukan karena Dolar

19 Mei 2026 - 18:19 WIB

Bulog Jatim Pastikan Harga Minyakita Sesuai HET

19 Mei 2026 - 18:09 WIB

Pegawai Pojok Obat Supermarket Harus Bersertifikat

19 Mei 2026 - 17:56 WIB

Menkeu Purbaya Jelaskan Pernyataan Prabowo soal Dolar

18 Mei 2026 - 20:25 WIB

Prabowo Terus Tambah Alutsista Militer, Berikut Daftarnya

18 Mei 2026 - 20:16 WIB

Mobilitas Libur Panjang Ternyata Bikin UMKM dan Penginapan Senyum Lebar

17 Mei 2026 - 20:07 WIB

Mendikdasmen: Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027

17 Mei 2026 - 19:23 WIB

Trending di Nasional