Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Protein Hewani Dinilai Penting untuk Cegah dan Tangani Obesitas Anak, Pola MAD

badge-check


					Protein Hewani Dinilai Penting untuk Cegah dan Tangani Obesitas Anak, Pola MAD Perbesar

Penulis: Jayadi | Penulis: Aditya Prayoga

KREDONEWS, JAKARTA– Dokter spesialis anak Piprim Basarah Yanuarso menekankan pentingnya asupan protein hewani dalam mencegah dan menangani obesitas pada anak.

Dalam ujian terbuka promosi doktor di Gedung IMERI FKUI, Jakarta, Selasa, ia menjelaskan bahwa protein hewani mengandung sembilan asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi tubuh.

“Asam amino ini penting buat mencegah stunting dan obesitas. Jadi protein hewani itu harus diberikan, enggak boleh tahu tempe doang, enggak boleh sayur buah doang,” ujar Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia itu.

“Protein hewani itu harus diberikan cukup, supaya anak-anak kita cerdas dan tinggi,” tambahnya.

Bagi anak yang sudah mengalami obesitas, ia merekomendasikan Modified Atkins Diet (MAD), yakni diet ketogenik rendah karbohidrat tanpa pembatasan protein dan lemak.

“MAD itu buat sindrom metabolik itu satu paket, jadi langsing, tensinya turun, gula darahnya normal, profil lipidnya juga membaik,” katanya.

Menurutnya, protein hewani memberi rasa kenyang lebih lama, sehingga mencegah konsumsi berlebihan.

“Contoh makanannya ya, protein hewani. Pagi-pagi sarapannya omelet, tapi telurnya banyak nih, empat atau lima, enggak pakai karbohidrat dulu,” jelasnya.

Ia menyarankan pola diet semacam itu dijalankan selama tiga bulan dengan disertai olahraga.

“Misalkan anak obesitas tiga bulan pola makannya seperti itu, biasanya berat badannya akan membaik, anaknya juga lebih segar. Nanti pada saat dia sudah normal, silakan dilanjutkan dengan pola makan yang dia pilih,” pungkasnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cara Buat WhatsApp Offline Padahal Online

20 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Lagu Ikonik Kebyar Kebyar Diciptakan saat Gombloh Kerokan

19 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Wajah Anak Tak Diekspos Mahalini Tuai Pro Kontra

18 Agustus 2026 - 21:08 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Siti Si Vampir Tayang Oktober 2026, Satine Zaneta Jadi Pemeran Utama

6 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Lagu Terbaru No Na ‘honk!’ Buktikan Musik Indonesia Bisa Mendunia

3 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

28 Juli 2026 - 20:09 WIB

Putri Kamboja Menciptakan Sensasi di Piala ASEAN 2026

26 Juli 2026 - 19:34 WIB

Drama di Balik Gol Juara Ferran Torres, Putus Cinta Jelang Final Piala Dunia

22 Juli 2026 - 18:31 WIB

Trending di Life Style