Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Life Style

5 Efek Samping Makan Daun Kelor Setiap Hari

badge-check


					Daun kelor ( Moringa Oleifera) Perbesar

Daun kelor ( Moringa Oleifera)

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Daun kelor (Moringa oleifera) adalah tanaman tropis yang kaya akan vitamin, mineral, kalsium, dan zat besi. Masyarakat biasanya menggunakan daun kelor sebagai bahan pangan untuk membuat sup atau sayur bening.

Tanaman ini juga telah banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menobatkan pohon kelor sebagai miracle tree, setelah menemukan manfaat penting daun kelor.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), lebih dari 1.300 studi, artikel, dan laporan telah menjelaskan tentang manfaat kelor dalam mengobati penyakit, seperti masalah kekurangan gizi.

Penelitian menunjukkan, hampir setiap bagian dari tanaman kelor memiliki khasiat penting, yang dapat dimanfaatkan dalam beberapa cara. Meski demikian, daun kelor yang dikonsumsi secara berlebihan tetap saja bisa memicu efek samping pada tubuh.

Lantas, apa saja efek samping makan daun kelor setiap hari?

Efek samping makan daun kelor

Daun kelor umumnya aman dikonsumsi setiap hari dalam batas wajar. Namun, memakannya dalam jumlah besar bisa memicu efek samping pada tubuh.

1. Memengaruhi tiroid

Tiroid adalah kelenjar hormon yang memiliki bentuk seperti kupu-kupu. Kelenjar ini terletak di bagian depan bawah leher. Kelenjar tiroid memiliki peran penting dalam proses metabolisme dan kesehatan tubuh. Dikutip dari Medical News Today, sebuah artikel yang ditrbitkan pada 2021 mencatat, daun kelor dapat membantu fungsi tiroid. Meski demikian, tanaman tropis ini juga dapat menyebabkan masalah jika seseorang sambil mengonsumsi obat tiroid. Oleh karena itu, seseorang yang sedang mengonsumsi obat tiroid sebaiknya berbicara dengan dokter sebelum mengonsumsi daun kelor.

2. Gangguan pencernaan

Dikutip dari Kemenkes, terlalu banyak makan daun kelor dapat memicu gangguan pencernaan. Sebab, daun kelor memiliki sifat pencahar yang dapat mempercepat keluarnya tinja atau mengurangi konsistensi tinja. Sementara jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, daun kelor disebur dapat menyebabkan sakit perut, distensi gas, diare, dan mulas.

3. Risiko keguguran

Daun kelor aman dikonsumsi dalam batas wajar oleh ibu hamil yang berada di trimester kedua dan ketiga. Akan tetapi, sebagaimana dilansir Web MD, ibu hamil perlu menghindari bagian akar, bunga, dan kulit kayu kelor lantaran mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan kontraksi pada ibu hamil. Kondisi tersebut bagaimanapun dapat meningkatkan risiko keguguran pada bayi.

4. Ganggu efektivitas obat-obatan

Daun kelor dapat menimbulkan efek samping untuk orang-orang yang sedang mengonsumsi obat pengecer darah, seperti Warfarin dan Aspirin. Beberapa kandungan daun kelor dapat memengaruhi metabolisme obat yang diproses oleh hati, sehingga efek obat bisa berubah atau bahkan menjadi tidak efektif.

5. Risiko kelebihan zat besi

Dikutip dari Kompas.com (26/10/2024), daun kelor mengandung zat besi yang cukup tinggi. Kadar zat besi yang tinggi pada daun kelor dapat menyebabkan risiko hemokromatosis, yaitu kondisi berlebihnya zat besi dalam tubuh yang berpotensi merusak organ vital seperti hati, jantung, dan pankreas. Untuk itu, mereka yang memiliki riwayat atau kecenderungan mengalami hemokromatosis, penggunaan daun kelor sebaiknya dihindari atau dibatasi.

Berapa batas makan daun kelor dalam sehari?

Saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan terkait batas mengonsumsi daun kelor. Meski begitu, beberapa penelitian merekomendasikan dosis harian antara 6 hingga 10 gram untuk konsumsi biasa. Sebuah studi dalam jurnal Phytotherapy Research juga menunjukkan, dosis maksimal 50 gram daun kelor per hari masih aman, atau sekitar 8 gram per hari untuk penggunaan selama 40 hari.

Pada penelitian lain yang dipublikasikan dalam Proceedings of the Nutrition Society (2020), dosis 400 mg bubuk daun kelor dianggap aman dan bahkan dapat membantu mengontrol respons glikemik pada pasien dengan risiko pradiabetes.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Presenter Piala Dunia ASAL Italia Ini Sosmednya Dibanjiri Ribuan Like

18 Juni 2026 - 19:47 WIB

Izabel Kovacic akan Panaskan Tribun Piala Dunia

17 Juni 2026 - 18:52 WIB

Fans Terseksi Piala Dunia Menurut Survei, Argentina Nomor Satu

16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Meski Neymar Tak Bermain, Pacarnya Pamer Tubuh Seksi di Piala Dunia 2026

15 Juni 2026 - 20:01 WIB

Kecantikan Brasil Ciptakan Sensasi di Piala Dunia 2026

14 Juni 2026 - 19:28 WIB

Cara Aman Nikmati Piala Dunia 2026 Tanpa Merusak Kesehatan

12 Juni 2026 - 19:41 WIB

Berapa Honor Shakira di Piala Dunia 2026? Jawabannya Mengejutkan

12 Juni 2026 - 18:58 WIB

Nonton Piala Dunia 2026 Bisakah Pakai STB TV Tabung?

10 Juni 2026 - 14:47 WIB

Dijuluki Gadis Tercantik di Dunia, Penny Lane Balas Komentar Negatif Soal Tubuhnya

8 Juni 2026 - 19:36 WIB

Trending di Life Style