Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
KREDONEWS.COM-JOMBANG: Sebuah toko perhiasan non-emas di Pasar Sumobito, Jombang, dibobol maling. Mirisnya, lima bocah yang masih berstatus pelajar SD dan SMP menjadi pelakunya.
Rifai (45), pemilik toko, mengungkapkan kejadian itu berlangsung Rabu (26/3) sekitar pukul 22.00 WIB. Ia menyebut lima anak terlibat dalam aksi tersebut.
Aksi para bocah ini kepergok Satpam Pasar Sumobito, Suwito. Rifai mengatakan, dua anak berjaga dengan motor di depan toko, sementara tiga lainnya masuk ke dalam.
Saat Suwito datang, empat bocah langsung kabur. Namun, satu anak berusia 13 tahun tertangkap karena bersembunyi di dalam toko dan diserahkan ke Polsek Sumobito.
Baca juga
Bahlil Sebut Alasan Penjual LPG Wajib Punya Timbangan
Yogyakarta Berduka Diguyur Hujan Enam Jam, Banjir dan Longsor Parah di Bantul dan Kulon Progo
“Mungkin malingnya salah sasaran, dikira toko emas. Alhamdulillah tidak ada yang hilang,” ujarnya.
Kapolsek Sumobito Iptu Bagus Tejo Purnomo mengatakan kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan dengan memanggil orang tua pelaku.
Korban mencabut laporannya karena merasa iba pada anak-anak yang terlibat, apalagi tidak ada barang yang hilang.
Selain itu, kata Tejo, korban sudah resmi menarik laporannya di Polsek dengan alasan kemanusiaan.
“Korban kasihan karena mereka masih anak-anak dan tidak sempat mencuri, hanya merusak engsel jendela,” katanya.
“Kasusnya sudah selesai dengan mekanisme Restorative Justice karena pelapor mencabut laporan,” tegasnya.
Hal ini membuat FI (13), FR (12), AB (12), DA (13), dan AH (11) terhindar dari proses hukum.
Selain itu, pihak terkait juga telah menandatangani surat perjanjian damai antara korban dan orang tua para pelaku.***