Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Terjadi Lagi Keracunan di SMKN 1 Cihampelas, Bupati Bandung Jeje Richi Umumkan Status KLB di Bandung Barat

badge-check


					Sedikitnya 24 ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi  siswa SMKN 1 Cihampelas, Bandung Barat, yang mengalami keracunan makanan dari MBG, pada hari Rabu, 24 September 2025, sehari setelah Bupati bandung Jeje Richie Ismail mengumumkan status KLB masalah keracunan massal MBG. Foto: tangkap layar video Instagram@BWI.info Perbesar

Sedikitnya 24 ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi siswa SMKN 1 Cihampelas, Bandung Barat, yang mengalami keracunan makanan dari MBG, pada hari Rabu, 24 September 2025, sehari setelah Bupati bandung Jeje Richie Ismail mengumumkan status KLB masalah keracunan massal MBG. Foto: tangkap layar video [email protected]

Penulis: Mayang Kresnaya Mahadhika  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BANDUNG- Hanya selisih dua hari kasus keracunan makanan MBG kembali terjadi di jabupaten Bandung, Jawa Barat. Rabu, 24 September, sebanyak 220 siswa dilaporkan mengalami keracunan di SMKN 1 Cihampelas dan sekolah lain di wilayah Cihampelas.

Sebelumnya pasca kercaunan di SMA Cipongkor, Selasa, 23 September 2025, Bupati Bandung, Jeje Richie Ismail menetapkan Status Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus keracunan MBG di Bandung Barat. Penetapan KLB ini dilakukan agar penanganan korban bisa dilakukan lebih cepat dan menyeluruh.

Kasus keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Cipongkor, Bandung Barat. Insiden ini menimpa siswa SMK Karya Perjuangan, SMP Ciparai, dan TK Nurul Saadah. Tercatat 411 siswa jatuh sakit pada 22 September dan 220 siswa pada 24 September 2025.

Jeje Ritchie Ismail mengumumkan saat mengunjungi posko penanganan siswa korban keracunan di Kecamatan Cipongkor. Selain itu, Pemkab Bandung Barat juga melakukan investigasi dan menutup sementara dapur penyedia makanan MBG di wilayah tersebut untuk pemeriksaan dan evaluasi lebih lanjut.

Jumlah total korban di kawasan Bandung Barat sudah mencapai ratusan, dengan lebih dari 400 pelajar di Cipongkor dan sekitar 50-100 pelajar di Cihampelas yang terindikasi keracunan akibat makanan MBG dari dapur SPPG yang berbeda.

Korban keracunan juga meliputi anak PAUD hingga siswa SMA/SMK, yang membuat pemerintah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) untuk percepatan penanganan.

Korban mulai merasakan keluhan dua jam setelah mengonsumsi paket MBG yang terdiri dari kentang, lotek, telur, dan pisang yang disuplai dari dapur SPPG Mekarmukti.

Puluhan ambulans hilir mudik menjemput siswa yang tumbang di sekolah. Korban yang mengalami kejang, muntah, dan pusing diberi pertolongan dan dirujuk ke Puskesmas Cihampelas serta rumah sakit setempat.

Total korban keracunan di wilayah ini telah mencapai ratusan siswa dalam beberapa hari, dan program MBG dihentikan sementara untuk evaluasi oleh pemerintah daerah dan pusat.

Jumlah ambulans yang dikerahkan untuk menangani korban keracunan MBG di SMKN 1 Cihampelas dan wilayah sekitar mencapai sekitar 24 ambulans yang siap siaga untuk evakuasi siswa ke puskesmas dan rumah sakit.
Namun, untuk seluruh kasus keracunan massal di wilayah Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas, jumlah ambulans yang disiagakan bahkan mencapai ratusan, termasuk bantuan ambulans dari rumah sakit umum daerah di Bandung Raya jika korban terus bertambah.

Kondisi ini menyebabkan mobil ambulans hilir mudik antar lokasi untuk mengangkut pasien, mengingat tiap satu ambulans bisa membawa beberapa pasien sekaligus. BPBD Bandung Barat juga mendirikan tenda darurat untuk penanganan pasien di lokasi evakuasi.

Kapolsek Cililin, AKP DMS Andriani Sapin menejlaskan  jumlah korban sementara serta gejala yang dialami para siswa. Juga menjelaskan asal paket MBG dari Dapur SPPG Mekarmukti dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, yang menyatakan jumlah korban keracunan dan mengatakan bahwa jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah. Ia juga menjelaskan langkah penanganan medis yang dilakukan oleh Pemda.

Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, memberikan informasi terkait jumlah korban dan kondisi penanganan medis yang sedang dilakukan, termasuk kebutuhan obat dan alat medis. **

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemakzulan Disetujui, Mendagri Copot Bupati Gowa, Sitti Husniah: Saya Lawan Lewat PTUN

15 Oktober 2026 - 10:23 WIB

63 Siswa SMA dan SD di Konawe Keracunan MBG, Korban Dirawat Puskesmas Angata

14 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Bantuan Pangan Oktober-Desember Mulai Disalurkan Via Kopdes

14 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Akibat Modifikasi, KM Feronia Tak Tahan Digempur Hukum Fisika

14 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Menelisik Akar Terorisme (68): 550.000 Penunggang Kuda Berwajah Pucat

14 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Trending di News