Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Terdampak Banjir, M Rony: 65 Ha Puso Dapat Bantuan Bibit 25 Kg dan Asuransi Rp 6 Juta

badge-check


					Kepala Dinas Pertanian Pemkab Jimbang, Ir. Muhammad Rony. Foto: Ist Perbesar

Kepala Dinas Pertanian Pemkab Jimbang, Ir. Muhammad Rony. Foto: Ist

Penulis: Elok Apriyanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG-  Banjir kali Lamong di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berdampak serius terhadap sektor pertanian.

Puluhan hektare tanaman padi milik petani di wilayah utara Sungai Brantas dilaporkan gagal panen (puso).

Berdasarkan data verifikasi Dinas Pertanian Kabupaten Jombang (Disperta), tercatat 307,11 hektare lahan sawah terendam banjir dalam kejadian tersebut. Dari luasan itu, sekitar 65 hektare dinyatakan puso akibat terendam cukup lama.

“Sementara ini yang terdata puso sekitar 65 hektare,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M Rony, Minggu (25/1/2026).

Rony menjelaskan, pendataan dilakukan melalui verifikasi lapangan oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Verifikasi ini menjadi dasar penetapan lahan terdampak banjir sekaligus calon penerima bantuan,” paparnya.

Pihaknya menegaskan sebagai bentuk penanganan, Pemerintah Kabupaten Jombang akan menyalurkan bantuan benih padi bagi petani yang tanaman padinya mengalami gagal panen.

“Tanaman padi yang dinyatakan gagal panen ada stimulan dari pemda berupa pengganti benih padi, sebanyak 25 kilogram per hektare,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan pengadaan benih padi ditargetkan berlangsung pada Maret hingga April 2026.

“Bantuan rencananya dapat dimanfaatkan petani pada musim tanam kedua, sekitar April–Mei, setelah kondisi lahan dinyatakan kembali siap tanam,” tuturnya.

Selain bantuan benih, sambung Rony Disperta Jombang juga mengingatkan petani terkait program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi petani yang telah terdaftar.

Premi AUTP sebesar Rp180 ribu/ hektare per musim tanam sepenuhnya ditanggung pemerintah. Jika terjadi gagal panen, petani berhak memperoleh klaim asuransi hingga Rp6 juta per hektare.

“Ada asuransi usaha tani padi (AUTP) bagi petani yang ikut. Preminya Rp180 ribu per hektare per musim dan itu dicover pemerintah. Klaimnya bisa mencapai Rp6 juta per hektare,” pungkas Rony. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri Yusril Minta Ombudsman Buka Semuanya, Izinkan Wartawan Masuk ke LP Cibinong

25 September 2026 - 13:11 WIB

Komisi C Soroti Proyek Revitalisasi 128 Gedung SD/ SMP Jombang dengan Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:44 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:52 WIB

Marathon KPK Geledah Kanwil ATR/ BPN Jatim, Malang dan Rumah Milik Lampri di Pace Nganjuk

25 September 2026 - 10:46 WIB

Kantor Digeledah, Istri Dirjen ATR/ BTN Krystianti Lampri Cuti Menghilang Secara Misterius

24 September 2026 - 23:50 WIB

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Pengusaha Kapal Akui Tak Semua Operator Berani Angkut Kendaraan Listrik

24 September 2026 - 19:48 WIB

Oknum Diknas Minta Jatah 10% dari Dana Revitalisasi 180 Gedung SD/ SMP di Bangkalan Rp38 Miliar

24 September 2026 - 16:56 WIB

Tim Ombudsman Sidak ke LP CIbinong: Temukan Bangunan Mirip Hotel dan Deretan Mobil Mewah!

24 September 2026 - 15:32 WIB

Trending di News