Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Terbesar dalam Sejarah, FBI Memburu Pemuda Korea Utara Park Jin Hyok Pencuri Ethereum Rp 22,8 Triliun

badge-check


					FBI memasang poster wajah Park Jin Hyok, sebagai upaya untuk memburu tersangka pelaku pencurian Ethereum terbesar dalam sejarah uang crypto. Instagram@akademicryptocom Perbesar

FBI memasang poster wajah Park Jin Hyok, sebagai upaya untuk memburu tersangka pelaku pencurian Ethereum terbesar dalam sejarah uang crypto. Instagram@akademicryptocom

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, NEW YORK– Saat ini FBI sedang memburu seorang pemuda Korea Utara bernama Park Jin Hyok, yang telah berhasil  mencuri  cryptocurrency terbesar dalam sejarah, mencapai Rp 23,8 triliun (USD 1,46 miliar). Pencurian ini dilakukan melalui peretasan terhadap platform kripto Bybit, di mana para peretas berhasil mengakses dompet Ethereum offline milik bursa tersebut.

FBI telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Park sejak 2018, menuduhnya terlibat dalam berbagai serangan siber berprofil tinggi, termasuk serangan ransomware WannaCry dan pencurian besar dari bank Bangladesh.

Ia merupakan bagian dari kelompok hacker yang dikenal sebagai Lazarus Group, yang beroperasi di bawah Biro Umum Pengintaian Korea Utara (RGB) dan dikenal karena serangkaian serangan siber yang merugikan banyak pihak.

Pencurian terbaru ini melibatkan pengambilalihan salah satu dompet Ethereum Bybit pada 21 Februari 2025. Setelah berhasil mencuri aset digital tersebut, para peretas menyebarkannya ke lebih dari 40 dompet terpisah untuk mengaburkan jejak mereka.

Ini bukan pertama kalinya kelompok ini terlibat dalam pencurian kripto; mereka telah lama dituduh melakukan peretasan terhadap bursa mata uang kripto untuk mendanai program senjata nuklir Korea Utara.

Kasus ini memicu lonjakan permintaan penarikan dari pengguna Bybit dan menyoroti risiko yang dihadapi oleh bursa kripto di seluruh dunia akibat serangan siber yang semakin canggih.

Para ahli keamanan siber terus memperingatkan bahwa kelompok peretas yang terkait dengan Korea Utara akan terus menargetkan sektor keuangan sebagai cara untuk mengatasi sanksi internasional yang dikenakan pada negara tersebut.

Hubungan dengan Lazarus Group
Keterlibatan dalam Serangan Siber: Park Jin Hyok diduga berperan penting dalam serangkaian serangan siber yang dilakukan oleh Lazarus Group, yang dikenal karena target-targetnya yang besar dan merugikan, termasuk bank dan bursa cryptocurrency.

Meskipun Park secara resmi bekerja untuk Chosun Expo Joint Venture –perusahaan boneka pemerintah Korea Utara–,  ia sebenarnya terlibat langsung dalam kegiatan peretasan yang dilakukan oleh Lazarus Group.

FBI mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Park sejak 2018, menuduhnya terlibat dalam konspirasi untuk melakukan penipuan melalui komputer dan pencurian uang dari berbagai institusi keuangan.

Tuduhan ini mencakup keterlibatannya dalam pencurian besar-besaran dari bank di Bangladesh dan serangan terhadap infrastruktur kritis di berbagai negara.

Keterlibatan Park dengan Lazarus Group telah menyebabkan kerugian finansial yang signifikan di seluruh dunia, dengan serangan mereka menyebabkan kerugian ratusan juta dolar bagi perekonomian global.

Serangan-serangan ini juga menyoroti risiko yang dihadapi oleh sektor keuangan dan teknologi informasi akibat aktivitas siber yang semakin canggih. **

.

.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Banyak Polemik, Pemerintah Akan Kaji Ulang Penentuan Desil

21 Agustus 2026 - 19:19 WIB

KPK Angkut Rektor dan Wakil ke Gedung Jakarta, Hasil OTT di Unsoed Purwokerto

21 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sadis Bully Pelajar di Kebumen: Pelaku Simpan 15 Rekaman, Motif Cemburu

21 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Ilmuwan Tiongkok Menciptakan Berlian yang Tak Bisa Dihancurkan

19 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Ferry Irwandi & Ekspedisi KitaBisa Tiba di Flores: Salurkan Donasi Rp4 Miliar untuk Korban Gempa

19 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Rumahmu Bisa Jadi Server Dunia, Pasif Income Rp393 Juta/ Tahun

19 Agustus 2026 - 20:29 WIB

RS Terapung Ksatria Airlangga Galang Dana Bantuan Korban Gempa Flores

19 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Menelisik Akar Terorisme (49): Perang Zuku, Hingga Manusia Terakhir

19 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Sidang Daycare Little Aresha, Jaksa: Bayi Diikat, Makanan Sisa Dibubur Kembali

19 Agustus 2026 - 09:36 WIB

Trending di News