Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Life Style

Stop Menggunakan Alarm untuk Bangun Tepat Waktu, Ini Sebabnya

badge-check


					Jangan lagi gunakan alarm Perbesar

Jangan lagi gunakan alarm

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Jika hari Anda dimulai dengan suara alarm yang keras dan memekakkan telinga, Anda mungkin perlu memikirkan kembali rutinitas bangun tidur Anda.

Penelitian baru dari Fakultas Keperawatan Universitas Virginia menunjukkan bahwa cara Anda bangun tidur dapat memberikan tekanan yang tidak perlu pada jantung Anda.

Mahasiswa doktoral keperawatan Yeonsu Kim mempelajari 32 peserta dan menemukan bahwa dipaksa bangun—seperti oleh alarm ponsel yang keras—dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah pagi yang signifikan.

Lonjakan ini, yang terjadi ketika tubuh Anda tiba-tiba tersentak dari tidur ke keadaan terjaga, ditemukan 74% lebih tinggi pada peserta yang terbangun oleh alarm setelah hanya lima jam tidur dibandingkan dengan mereka yang bangun secara alami.

Dan itu bukan masalah kecil—lonjakan tekanan darah pagi telah dikaitkan dengan risiko kardiovaskular yang serius, termasuk stroke dan serangan jantung.

Lonjakan tekanan darah mengaktifkan sistem saraf simpatik Anda—sistem yang sama yang memicu respons “lawan atau lari”. Hal itu dapat menyebabkan detak jantung cepat, kecemasan, kelelahan, dan bahkan gejala fisik seperti sakit kepala dan mimisan.

Kabar baiknya? Ada cara yang lebih baik dan lebih sehat untuk menyambut hari.

Cara yang Lebih Baik untuk Bangun Tidur

Daripada mengandalkan alarm yang mengagetkan, banyak orang beralih ke metode yang lebih lembut—dan penelitian mendukungnya. Salah satu pilihan yang populer adalah alarm cahaya bertahap, yang juga dikenal sebagai jam alarm matahari terbit.

Perangkat ini meniru matahari terbit dengan meningkatkan kecerahan secara perlahan selama periode waktu tertentu. Cahaya lembut membantu memberi sinyal pada tubuh Anda untuk mengurangi produksi melatonin dan beralih ke kondisi terjaga secara lebih alami, mengurangi rasa grogi dan stres di pagi hari.

Ada juga aplikasi alarm yang menggunakan melodi lembut atau suara alam yang secara bertahap semakin keras, membantu Anda bangun tanpa mengejutkan sistem tubuh Anda.

Sebuah studi tahun 2020 bahkan menemukan bahwa suara melodi—seperti lagu yang dapat Anda senandungkan—membantu mengurangi inersia tidur, perasaan grogi dan berat yang dapat bertahan selama berjam-jam setelah bangun tidur.

Perubahan kecil dapat membuat perbedaan besar dalam cara tubuh Anda memulai hari—dan jantung Anda akan berterima kasih karenanya!***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dr. Lee Woo Guan, Ahli Bedah Ortopedi Bertangan Dewa

29 Juni 2026 - 16:19 WIB

Reporter Paling Glamor di Piala Dunia 2014 Masih Memukau

28 Juni 2026 - 20:45 WIB

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Fans Sepakbola Ini Disangka Produk AI Saking Cantiknya

26 Juni 2026 - 19:32 WIB

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Makanan Rusak saat Listrik Padam

24 Juni 2026 - 18:44 WIB

Facebook Dipenuhi Video Porno, Cukup Satu Kta Kunci Pencarian

24 Juni 2026 - 18:21 WIB

Presenter Piala Dunia ASAL Italia Ini Sosmednya Dibanjiri Ribuan Like

18 Juni 2026 - 19:47 WIB

Izabel Kovacic akan Panaskan Tribun Piala Dunia

17 Juni 2026 - 18:52 WIB

Fans Terseksi Piala Dunia Menurut Survei, Argentina Nomor Satu

16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Trending di Life Style