Menu

Mode Gelap

Headline

Sambut Tamu Wakil Bupati Berau Kaltim, Gus Wabup: Pak Bupati Warsubi Itu Pengolah dan Eksportir Ternak

badge-check


					Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid menjamu tamu wakil bupati Berau Kaltim, Kamis 15 Mei 2025. Foto: Jombangkab.go.id Perbesar

Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid menjamu tamu wakil bupati Berau Kaltim, Kamis 15 Mei 2025. Foto: Jombangkab.go.id

Penulis: Wibisono   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Wakil Bupati Jombang Salmanudin S.Ag., M.Pd menyambut kedatangan Wakil Bupati Berau Gamalis, S.E., Kalimantan Timur, beserta jajaran di ruang tamu Swagata Pemkab Jombang, Rabu pagi 14 Mei 2025.

Turut hadir mendampingi Wakil Bupati Jombang, Asisten Administrasi Umum Setdakab Jombang Syaiful Anwar S.T., M.E., Kepala Dinas Peternakan Drs. M. Saleh, M.Si, Kepala Bappeda Jombang Danang Praptoko, S.T., M.T., dan Kepala Dinas Kominfo Jombang Endro Wahyudi, S. STP., M.KP.

Pada saat menjamu tamunya itu, Wakil Bupati Jombang yang akrab disapa Gus Wabup memaparkan  potensi Jombang di bidang peternakan, baik itu ternak unggas dan sapi. Bahkan, menurut dia Jombang telah melakukan hilirisasi di bidang peternakan, mulai dari bibit ternak, budidaya ternak, penyediaan pakan ternak, pengolahan produk peternakan, hingga tingkat eskpor hasil peternakan.

“Bupati kita juga peternak, peternak ayam dan bebek. Beliau beternak, punya pabrik pengolahan hasil ternak, hingga mengekspor produknya, ” jelas Gus Wabup.

Wakil Bupati Jombang Salmanudin S.Ag., M.Pd., secara langsung menyambut kedatangan Wakil Bupati Berau Gamalis, S.E., beserta jajaran di Ruang Tamu Swagata Pemkab Jombang, Rabu 14 Mei 2025. Foto: Jombangkab.go,id

Gus Wabup berharap, potensi peternakan di Jombang dapat menjadi contoh baik untuk Kabupaten Berau. Terlebih saat ini Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya ketahanan pangan di seluruh wilayah Indonesia.

Lebih lanjut Kepala Dinas Peternakan Drs. M. Saleh, menyampaikan potensi populasi ternak di Jombang. Populasi ternak di Jombang yaitu sapi potong sebanyak 64.100 ekor, ayam ras pedaging 16,1 juta ekor, sapi perah 8.350  ekor, ayam ras petelur 798.900 ribu ekor, domba 60.670  ekor, dan kambing 99.000 ekor.

“Populasi ternak sampai saat ini tetap terjaga, walau sempat ada wabah PMK. Kita berhasil selesaikan PMK dalam waktu 1 bulan, semuanya sudah tuntas. Alhamdulillah sekarang posisi PMK di Kabupaten Jombang zero,” jelas M. Saleh

Guna mendukung pengembangan peternakan, Pemkab Jombang menyiapkan infrastruktur peternakan yang lengkap terdiri dari 4 Rumah Potong Hewan bersertifikat NKV, 5 Pusat Kesehatan Hewan, dan Chicken Development Center (CDC).

Dalam rangka meningkatkan produksi telur dan DOC, Kabupaten Jombang memiliki 1 unit CDC untuk pembibitan Ayam Buras (Ayam Arab).

“Dengan gerak cepat kita dalam program 100 hari Bupati dan Wakil Bupati, CDC ini nanti akan dijadikan Percontohan untuk pengembangan ternak rakyat,” jelas M. Saleh.

Pemkab Jombang memiliki program ternak rakyat, yang akan dikembangkan dengan pola kemitraan. Pemkab Jombang bersinergi dengan DPRD Jombang untuk mengembangkan ternak rakyat melalui Hibah Pokir DPRD.

Kegiatan hibah pokir berupa bantuan keuangan pada kelompok ternak yang memenuhi persyaratan dan telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Jombang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pengajuan proposal dan hasil verifikasi kelompok ternak di tahun sebelumnya.

“Peternak rakyat akan kita tingkatkan melalui tahapan-tahapan sesuai dengan SOP beternak yang baik. Seperti halnya yang pernah disampaikan Gus Wabup, ada dua cara berternak dengan menggunakan nafsu dan ilmu. Sehingga para kelompok peternak akan dipersiapkan dengan baik menggunakan ilmu yang baik, ” jelas M. Saleh.

Mulai tahun ini, Pemkab Jombang akan akan mempelajari bagaimana agar kelompok-kelompok ternak dapat berjalanan optimal. Akan dilakukan arahan mulai dari penyiapan pakan, kandang yang baik, dan lain sebagainya.

“Jadi para kelompok ternak ini belanja sendiri jadi kita berikan bantuan uang tunai, kemudian kita serahkan kepada kelompok ternak. Tahun ini ada 64 kelompok yang tersebar di 15 Kecamatan, di 55 Desa, ” jelas M. Saleh

Praktik baik dari Pemkab Jombang ini diharapkan dapat diadopsi oleh Kabupaten Berau. Dengan demikian dapat turut menyukseskan program Pemerintah RI menuju ketahanan pangan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Alam Kurniawan Saksi Kebakaran Gudang Peralatan SMPN 2 Sumobito, Kerugian Ditaksir Rp 10 Juta

18 April 2026 - 08:40 WIB

Mafia Izin Pertambangan, Kejati Meringkus Tiga Pejabat Utama ESDM Pemprov Jatim

17 April 2026 - 23:23 WIB

24 Jam Operasi SAR Evakuasi 8 Jenazah, Korban Helikopter Jatuh di Hutan Tapang Tingan Sekadau

17 April 2026 - 22:42 WIB

Bahlil Kode Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi dalam Waktu Dekat

17 April 2026 - 20:20 WIB

KEK Industri Halal Sidoarjo Siap Tarik Investasi Global, Incar Rp 97,8 Triliun

17 April 2026 - 20:02 WIB

Jaga Stabilitas dan Ketertiban, FPII Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya

17 April 2026 - 18:38 WIB

Kejati Sita Uang Rp2,3 Miliar Terkait Dugaan Pungutan Liar Dinas ESDM Jatim

17 April 2026 - 17:15 WIB

Membawa Materi Koreksi Rezim, Aktivis GMNI Jombang Unjuk Rasa dan Berdialog dengan Dewan

17 April 2026 - 15:53 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 8): Kejahatan di Jalur Emas

17 April 2026 - 15:31 WIB

Trending di News