Menu

Mode Gelap

Headline

Naik Jumlah Korban Jiwa Lakalantas Jombang 2025 sebanyak 249 Jiwa

badge-check


					Lakalantas yang menyebabkan korban jiwa di wilayah Polres Jombang tahun 2025 lalu mengalami kenaikan dibanding tahun 2024. Kenaikan mencapai 4,194 persen dari 2039 korban jiwa (2024) menjadi 249 jiwa melayang di sepanjangf 2025. Foto; kredoneww.com/ elok apriyanto Perbesar

Lakalantas yang menyebabkan korban jiwa di wilayah Polres Jombang tahun 2025 lalu mengalami kenaikan dibanding tahun 2024. Kenaikan mencapai 4,194 persen dari 2039 korban jiwa (2024) menjadi 249 jiwa melayang di sepanjangf 2025. Foto; kredoneww.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG – Sebanyak 249 nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Jombang sepanjang 2025, naik 4,18 persen dari 239 korban jiwa tahun 2024, ungkap data Satlantas Polres Jombang.

Angka ini mencakup berbagai ruas jalan kabupaten, provinsi, hingga nasional, meski jumlah kejadian kecelakaan justru turun 16,58 persen menjadi 938 kasus dari 1.116 kasus sebelumnya.

“Korban meninggal dunia tahun 2025 meningkat dibanding 2024. Kami berbelasungkawa kepada keluarga para korban,” ujar Kasat Lantas Polres Jombang, Iptu Rita Puspitasari, Minggu, 4 Januari 2025

Tak hanya korban jiwa, korban luka dan kerugian materiil juga melonjak. Tahun 2024 catat 5 luka berat, 1.863 luka ringan, dan kerugian Rp1,62 miliar. Pada 2025, luka berat naik dua kali lipat jadi 10 orang, luka ringan 2.002 orang, serta kerugian membengkak hingga Rp2,17 miliar.

“Data 2025 menunjukkan peningkatan korban luka dan kerugian materiil,” jelas Rita. Ia menambahkan, penurunan jumlah kejadian seiring kesadaran masyarakat yang lebih tinggi dalam tertib lalu lintas.

Unit Gakkum Satlantas Polres Jombang mencatat faktor pemicu utama kecelakaan meliputi kondisi alam, jalan, kendaraan, hingga teknologi. Namun, kelalaian pengemudi paling dominan: ugal-ugalan, mengantuk, kurang konsentrasi, dan pelanggaran aturan.

Untuk menekan angka ini, khususnya di kalangan generasi muda, polisi gencar sosialisasi dan edukasi keselamatan di sekolah serta pondok pesantren. “Kami terus mengedukasi masyarakat agar lebih hati-hati dan waspada saat berkendara,” tegas Rita.

Ia menekankan keselamatan sebagai prioritas utama. “Jangan sampai jadi korban atau pelaku kecelakaan. Keselamatan nomor satu,” tambahnya. Rita juga menyampaikan imbauan Kapolres agar orang tua tak sembarangan beri kendaraan kepada anak di bawah usia atau tanpa kelengkapan berkendara. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Grand Max, Pikup dan Truk Jatuh ke Jurang 50 M, Longsor di Ngadiwono Bromo

2 Maret 2026 - 23:19 WIB

Tak Bisa Bedakan Lawan dan Kawan, Rudal Kuwait Rontokkan Tiga Pesawat F-15 E Milik Amerika

2 Maret 2026 - 23:03 WIB

Drone Iran Terjang Kilang Ras Tanura Arab Saudi Terbakar, Harga Minyak Naik 10 %

2 Maret 2026 - 22:32 WIB

3 Maret 2026, Bangsa Indonesia Bisa Nonton Gerhana Blood Moon Paling Indah

2 Maret 2026 - 22:14 WIB

Selat Hormuz Memanas, Kargo Minyak RI dari Arab Ketahan

2 Maret 2026 - 21:25 WIB

564 Ribu Tiket KA Lebaran Terjual, Sisa 89 Ribu Kursi

2 Maret 2026 - 20:44 WIB

Gondola Terombang-ambing Angin Saat Hujan Deras, Dua Pekerja Apartemen Ascott Surabaya Tewas dan Luka-luka

2 Maret 2026 - 20:41 WIB

Ramadhan Bareng Tring! Tiga Hari Ajang Transaksi Halal di Pegadaian Penuh Hadiah

2 Maret 2026 - 19:39 WIB

Pemkab Jombang Mulai Menyegel 297 Tower BTS tanpa Dilengkapi Sertipikat Laik Fungsi

2 Maret 2026 - 18:06 WIB

Trending di News