Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Mohammad Bin Salman Bertelepon ke Trump, Siapkan Investasi Rp 9.733 Triliun ke Amerika Serikat

badge-check


					Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman begitu akrab dengan Donald Trump, sebagai negara bersahabat. Instagarm@millionairessteps Perbesar

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman begitu akrab dengan Donald Trump, sebagai negara bersahabat. Instagarm@millionairessteps

Penulis: Yuven Sugiarno  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, WASHINGTON- Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman mengumumkan rencana untuk menginvestasikan $600 miliar ke Amerika (setara dengan Rp9.733.088.415.000 (sembilan ribu tujuh ratus tiga puluh tiga triliun delapan puluh delapan juta empat ratus lima belas ribu rupiah) dalam  periode empat tahun ke depan.

Pernyataan ini disampaikan setelah percakapan teleponnya dengan Presiden AS Donald Trump, 20 Januari 2025.  Ini adalah percakapan pertama Trump dengan seorang pemimpin asing setelah pelantikannya.

Dalam pembicaraan tersebut, Putra Mahkota Mohammed bin Salman menegaskan niat kerajaan untuk memperluas investasi dan perdagangan dengan Amerika Serikat selama empat tahun ke depan

Pangeran Mohammed menegaskan niat kerajaannya untuk memperluas investasi dan perdagangan dengan AS, yang diharapkan dapat menciptakan “kemakmuran ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya”.

 Dalam forum ekonomi di Davos, Trump menyarankan agar investasi tersebut ditingkatkan menjadi sekitar $1 triliun, mencerminkan hubungan yang erat antara kedua negara.

Investasi ini muncul di tengah tekanan anggaran yang dihadapi Arab Saudi akibat penurunan harga minyak global pasca-pandemi COVID-19.

Selain itu, Pangeran Mohammed juga melanjutkan proyek ambisius senilai $500 miliar untuk membangun NEOM, sebuah kota futuristik di gurun barat Arab Saudi.

Pernyataan investasi ini menunjukkan keinginan Arab Saudi untuk memperkuat hubungan bilateral dengan AS dan memanfaatkan peluang yang ada di bawah pemerintahan baru Trump.

Hal ini juga mencerminkan strategi Riyadh untuk menarik kembali perhatian dan dukungan dari Washington, mirip dengan pendekatan yang diambil pada masa pemerintahan Trump sebelumnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (27): Kaum Illuminati dan Revolusi Prancis

27 Juni 2026 - 16:44 WIB

Juragan Percetakan Tuduh Tiga Pegawai Mencuri, 21 Hari Dirantai dan Minta Tebusan Rp50 Juta

27 Juni 2026 - 16:18 WIB

Belanda Umumkan Kode Merah: Suhu 39°C Bikin Aspal Meleleh dan Dehidrasi

27 Juni 2026 - 15:44 WIB

Wartawan Diundang Keluar, Presiden Prabowo Ingin Berdiskusi dari Hati ke Hati Bersama Rektor dan Dosen

27 Juni 2026 - 14:57 WIB

Pemkot Surabaya Launching Buku: Bung Karno, Arek Surabaya!

27 Juni 2026 - 10:29 WIB

Korban Meninggal Latsarmil KDMP Jadi 4 Orang, Kemenhan Lakukan Evaluasi Prosedur

27 Juni 2026 - 09:58 WIB

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Trending di News