Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Menteri Satryo Damai dengan ASN Kemendiktisaintek yang Mendemonya

badge-check


					Menteri dan ASN berdamai/IST Perbesar

Menteri dan ASN berdamai/IST

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Demonstrasi yang dilakukan oleh ASN Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) akibat dugaan perlakuan sewenang-wenang oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro, berakhir damai.

Satryo menjelaskan bahwa demonstrasi tersebut terjadi akibat proses mutasi dan rotasi pegawai di lingkungan kementerian. Ia juga menegaskan komitmennya untuk memperhatikan karier serta kesejahteraan seluruh jajarannya.

“Saya sampaikan kepada mereka bahwa ini adalah bagian dari proses mutasi dan rotasi,” ujar Prof. Satryo dikutip dari Kompas TV, Selasa (21/1).

Menanggapi tudingan sebagai sosok menteri yang pemarah dan suka menampar, Satryo membantah keras isu tersebut.

“Itu bukan suara saya,” tegasnya, merujuk pada rekaman suara yang beredar di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, suara mirip dirinya terdengar sedang memarahi dan diduga menampar salah satu vendor kementerian karena masalah air di rumahnya.

Pada Senin malam (20/1), Menteri Satryo menggelar pertemuan dengan para pegawai yang melakukan demonstrasi di rumah dinasnya.

Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Togar M. Simatupang, menyatakan bahwa pertemuan tersebut berlangsung hangat dalam suasana rekonsiliasi.

“Pertemuan dimulai pukul setengah delapan malam. Kami mendengarkan aspirasi, membahas perbedaan, dan akhirnya sepakat untuk saling memaafkan serta meluruskan hal-hal yang perlu diperbaiki,” jelasnya kepada detikEdu.

Menurut Togar, polemik ini telah diselesaikan secara dewasa dan Menteri Satryo berkomitmen untuk tidak mempermasalahkan isu-isu liar yang sempat mencuat selama demonstrasi.

Ia juga mengatakan kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan ini bagian dari upaya untuk mencari jalan tengah. Menteri Satryo sendiri membuka ruang untuk mendengar masukan ASN yang demo.

“Ya sudah itu masa lalu dilupakan. Kita ke depannya belajar untuk proporsional. Kita diskusi. Kita mencari jalan tengah. Gitu aja sebetulnya,” lanjutnya.

Ia juga membantah isu bahwa istri Menteri Satryo, Silvia Ratnawati, ikut campur dalam proses mutasi dan pemberhentian ASN termasuk sosok Neni Herlina, yang menjabat sebagai Prahum Ahli Muda sekaligus Penjabat Rumah Tangga Kemendiktisaintek.

Menurutnya, tuduhan tersebut adalah fitnah yang tidak berdasar.

Togar menegaskan bahwa langkah mutasi dan rotasi ini dilakukan semata-mata untuk mendukung realisasi program Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Proses ini, tambah Togar, merupakan bagian dari dinamika institusi yang dihadapi sebagai konsekuensi dari pemekaran organisasi dan upaya peningkatan kinerja.

“Rotasi dan mutasi adalah upaya untuk menyegarkan organisasi, bukan pemecatan,” tutupnya.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Stok Sapi Feedlot Cuma Cukup hingga November, Harga Daging Berpotensi Terus Naik

30 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Cuaca Panas di Sidoarjo Belum Reda, Musim Hujan Datang Akhir Oktober

30 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Rayakan Anniversary, PT Surya Sarana Sentosa Berbagi ke Anak Yatim dan Dukung Program Prabowo

29 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Modal Pengalaman 3 Tahun di Ditlantas Polda Jatim, AKP Septia Resmi Jabat Kasatlantas Kediri Kota

28 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Honda Surabaya Center Incar 120 SPK di GIIAS Surabaya 2026

27 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Pasar Mi Instan Indonesia Susut 14,54 Miliar Porsi

27 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Cadangan Beras 5,1 Juta Ton, Aman Hadapi El Nino

26 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Anggaran Hampir Rp 7 T, Purbaya Kecewa Data DTSEN Morat-marit

26 Agustus 2026 - 18:42 WIB

43.805 Warga RI Kena PHK, Buruh dan Pengusaha Ungkap Hal Tak Terduga

25 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Trending di Nasional