Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Memahami Taksonomi Bloom untuk Pembelajaran yang Lebih Baik

badge-check


					Memahami Taksonomi Bloom untuk Pembelajaran yang Lebih Baik Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA– Taksonomi Bloom adalah kerangka hierarki yang mengklasifikasikan keterampilan berpikir dan tujuan pembelajaran dari tingkat rendah hingga tinggi, yang pertama kali dikembangkan oleh Benjamin Bloom pada tahun 1956.

Tingkatan Ranah Kognitif (versi revisi Anderson & Krathwohl, 2001), dikutip dari Unesa, 7 November 2024.

1. Mengingat (Remembering)
2. Memahami (Understanding)
3. Menerapkan (Applying)
4. Menganalisis (Analyzing)
5. Mengevaluasi (Evaluating)
6. Mencipta (Creating)

Tujuan Taksonomi Bloom

1. Membantu merumuskan tujuan pembelajaran yang sistematis dan terukur.

2. Memudahkan perencanaan kurikulum dan penilaian hasil belajar.

3. Mengidentifikasi dan mengembangkan keterampilan berpikir dari yang sederhana hingga kompleks.

4. Mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor dalam proses pembelajaran.

Singkatnya, Taksonomi Bloom adalah alat penting dalam pendidikan untuk mengklasifikasikan dan mengembangkan tujuan pembelajaran secara bertingkat dan menyeluruh sesuai dengan kemampuan berpikir dan sikap siswa.

Berikut contoh peristiwa sosial yang sama, dengan respon berbeda sesuai tingkatan Taksonomi Bloom versi Anderson (1–6):

Peristiwa Sosial: Banjir terjadi di permukiman akibat buang sampah sembarangan ke sungai.

1. Mengingat (Remembering)

Apa penyebab utama terjadinya banjir di permukiman tersebut?
Respon: Karena banyak warga membuang sampah ke sungai.

2. Memahami (Understanding)

Mengapa membuang sampah ke sungai bisa menyebabkan banjir?
Respon: Sampah menyumbat aliran air sehingga air meluap ke permukiman.

3. Menerapkan (Applying)

Apa tindakan yang bisa kamu lakukan agar kejadian ini tidak terulang?
Respon: Saya akan membuang sampah pada tempatnya dan ikut kerja bakti membersihkan selokan.

4. Menganalisis (Analyzing)

Analisis hubungan antara perilaku warga dan dampak lingkungan yang terjadi!
Respon: Perilaku tidak disiplin dalam membuang sampah menyebabkan sungai tersumbat dan akhirnya merugikan warga sendiri karena banjir.

5. Mengevaluasi (Evaluating)

Apakah sanksi sosial efektif untuk mencegah warga membuang sampah sembarangan? Jelaskan!
Respon: Cukup efektif jika disertai sosialisasi dan pengawasan, karena bisa membuat warga lebih sadar dan jera.

6. Mencipta (Creating)

Buatlah rencana program kampanye lingkungan untuk mencegah banjir akibat sampah!
Respon: Saya akan membuat program “Sungai Bersih, Warga Sehat” dengan kegiatan edukasi ke sekolah, lomba bersih kampung, dan bank sampah berbasis RT.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Banyak Polemik, Pemerintah Akan Kaji Ulang Penentuan Desil

21 Agustus 2026 - 19:19 WIB

KPK Angkut Rektor dan Wakil ke Gedung Jakarta, Hasil OTT di Unsoed Purwokerto

21 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sadis Bully Pelajar di Kebumen: Pelaku Simpan 15 Rekaman, Motif Cemburu

21 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Ferry Irwandi & Ekspedisi KitaBisa Tiba di Flores: Salurkan Donasi Rp4 Miliar untuk Korban Gempa

19 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Rumahmu Bisa Jadi Server Dunia, Pasif Income Rp393 Juta/ Tahun

19 Agustus 2026 - 20:29 WIB

RS Terapung Ksatria Airlangga Galang Dana Bantuan Korban Gempa Flores

19 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Menelisik Akar Terorisme (49): Perang Zuku, Hingga Manusia Terakhir

19 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Sidang Daycare Little Aresha, Jaksa: Bayi Diikat, Makanan Sisa Dibubur Kembali

19 Agustus 2026 - 09:36 WIB

Upacara 17 Agustusan Paling Nyeleneh: Kursi VIP di Gedung Sate untuk Petani, Nelayan, Tukang Sapu dan Rakyat Jelata

18 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Trending di News