Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Mark Zuckerberg Pasang Kabel Bawah Laut 8.000 Km ke Asia, Termasuk Indonesia Senilai Rp 159 Triliun

badge-check


					Inilah kabel bawah laut proyek Meta milik Mark Zuckerberg menjadi hub koneksi internet secara global. Foto: techcrunch.com Perbesar

Inilah kabel bawah laut proyek Meta milik Mark Zuckerberg menjadi hub koneksi internet secara global. Foto: techcrunch.com

Penulis: Jacobus E. Lato   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, AMERIKA– Perusahaan Meta, milik Mark Zuckerberg, sedang membangun kabel serat optik bawah laut bernama proyek “Candle” yang akan menghubungkan wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Nilai proyek kabel bawah laut yang dibangun Meta, termasuk proyek kabel utama yang mengelilingi dunia serta proyek kabel  untuk kawasan Asia Pasifik, diperkirakan mencapai sekitar 10 miliar dolar AS atau setara dengan sekitar Rp 159 triliun.

Proyek ini merupakan investasi besar untuk memperkuat infrastruktur internet global Meta, dengan harapan meningkatkan kapasitas data dan konektivitas di berbagai wilayah yang dilalui, termasuk Indonesia.

Proyek ini memiliki skala sangat besar, mencakup jaringan kabel sepanjang puluhan ribu kilometer dan kapasitas hingga ratusan terabit per detik, dengan target penyelesaian mulai beberapa tahun ke depan seperti tahun 2028 untuk proyek Candle.

Kabel ini sepanjang sekitar 8.000 kilometer dan menggunakan teknologi 24 fiber pairs, dengan kapasitas sangat besar hingga 570 Tbps, menjadikannya kabel bawah laut dengan kapasitas terbesar di kawasan Asia Pasifik.

Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan kecepatan internet di negara-negara yang dilaluinya seperti Indonesia, Jepang, Filipina, Malaysia, dan Singapura, dan diperkirakan mulai beroperasi pada tahun 2028.

Kabel ini juga mendukung kebutuhan komunikasi data yang terus meningkat, terutama untuk teknologi 5G dan kecerdasan buatan (AI).

Proyek ini melibatkan kerja sama Meta dengan sejumlah perusahaan teknologi dan telekomunikasi termasuk

SoftBank, NEC, dan perusahaan Indonesia XLSmart Telecom Sejahtera. Kabel Candle akan mempermudah akses internet dan memperkuat infrastruktur digital di wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wali Murid Tolak Sumbangan SMAN 1 Jombang, Wibisono: Hapuskan Seluruh Pungutan di Sekolah!

16 September 2026 - 15:05 WIB

Polres Jombang Perkuat Literasi dan Etika Penggunaan AI bagi Pelajar SMA Negeri Jogoroto

16 September 2026 - 13:48 WIB

Respon Keresahan Warga, Polisi Jombang Sita Ratusan Botol Miras 

16 September 2026 - 13:28 WIB

Ratusan Mahasiswa UINSA Aksi Demo Tolak Muzaki Jabat Rektor Periode II

16 September 2026 - 13:24 WIB

Saat Diringkus KPK, Gus Arif: Bukan Milik Saya, Uang Ini Milik Menteri Yusron Wahid

16 September 2026 - 09:18 WIB

4 Tersangka OTT BPN Bogor adalah Orang Kepercayaan Menteri Nusron Wahid

16 September 2026 - 06:55 WIB

Update KM Virgo 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 130 Dalam Pencarian

16 September 2026 - 05:11 WIB

Warga Bali Ledo Usung Jenazah Jowa Tana, Demo ke Polres Sumba Barat Polisi Keluarkan Tembakan

15 September 2026 - 22:05 WIB

Konpres KPK OTT di ATR/BTN Bogor: Tetapkan 3 Tersangka, Sita Uang Tunai Rp106,3 Miliar

15 September 2026 - 20:39 WIB

Trending di News