Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Lukisan suara Alam Desa Jatiluwih di kanvas Putu PW Winata

badge-check


					Putu PW Winata tidak melukis alam, ia melukis perasaan-perasaan tentang alam. (Foto.Ist) Perbesar

Putu PW Winata tidak melukis alam, ia melukis perasaan-perasaan tentang alam. (Foto.Ist)

Penulis: Agus Raka | Editor: Gandung Kardiyono

KREDONEWS.COM, YOGYAKARTA – Putu PW Winata tidak hanya menggambar pemandangan, ia menggambarkan perasaannya tentang alam, kata kurator Arif Bagus Prasetyo.

Putu PW Winata, pelukis kelahiran Denpasar, Bali tamatan ISI Yogyakarta. (Foto.Ist)

Sebagai seorang pelukis yang mengkhususkan diri pada seni abstrak dan sering mengambil tema alam, selama dua tahun terakhir, Putu PW Winata yang berasal dari Denpasar, Bali, yang pernah belajar di ISI Yogyakarta, fokus mempelajari Desa Jatiluwih di Tabanan dengan sangat mendalam.

Ia berbincang dengan Pemimpin Desa dan pemimpin sistem pengairan tradisional yang sudah ada sejak lama, serta berhubungan langsung dengan penduduk setempat.

Dari semua interaksi itu, ia menemukan banyak hal menarik: seperti empat belas ritual penting yang dilakukan setiap kali waktu tanam tiba, dan juga isu tentang status Warisan Dunia UNESCO yang kini terpaksa harus menghadapi tuntutan zaman yang semakin berkembang.

Segala hasil pengamatan, studi, dan perasaan yang ia rasakan dalam dua tahun terakhir ini, ia tuangkan dengan jujur sebagai seorang seniman.

Ia telah memamerkan sekitar 72 lukisan di kanvas dan 48 karya di kertas daur ulang, baik dalam pameran grup maupun pameran tunggal. Karya-karyanya telah dipamerkan dari Bali, Yogyakarta, Jakarta, Thailand, hingga New York.

Namun, menurutnya, hanya menjadi seniman dengan karya dua dimensi tidaklah cukup untuk menggambarkan Jatiluwih.

Putu PW Winata akhirnya memutuskan untuk membuat video yang mendokumentasikan proses melukis dengan latar hamparan terasering Jatiluwih saat matahari terbit.

Dalam karya yang melibatkan berbagai media ini, ia bekerja sama dengan komposer Ary W Palawara dari Palawara Music Company, yang menciptakan lagu paduan suara yang indah untuk menambahkan makna visual pada karyanya.

Di acara seni besar tahunan, Art Jakarta, yang berlangsung dari 3 hingga 5 Oktober 2025 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, D Gallerie memamerkan Putu PW Winata yang menceritakan semua pengalaman perjalanannya di pematang terasering Jatiluwih melalui karya terbarunya, termasuk serangkaian lukisan di kanvas dan sebuah video dokumentasi berjudul “Melukis Suara Alam Pagi Jatiluwih” **

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gaya Anggun Angel Pieters di HUT Ke-81 RI Nyanyi Zamrud Khatulistiwa

17 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Purbaya Bakal Tarik Pajak Baru Tahun Depan, tapi Tergantung Ini

17 Agustus 2026 - 19:49 WIB

BI Gratiskan Biaya QRIS buat Semua Merchant Per 1 Oktober 2026

17 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Pertamina Beri Diskon BBM Rp450 per Liter, Begini Syaratnya

16 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Menkeu Purbaya: Pemerintah Belum Akan Menaikkan Gaji ASN di 2027

16 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Semarak 17-an di Graha Anggrek Mas, Kader Gerindra Sidoarjo Rebutan Hadiah Rp5 Juta

15 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Gempa NTT M 7 Terasa di Makassar hingga Bali, 7 Meninggal Dunia

15 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Prabowo Mau Usut Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang

14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

DPR Minta Pemerintah Beri Kompensasi Pemilik Dapur MBG

14 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Trending di Nasional