Menu

Mode Gelap

News

Lewat Jalur Penerbangan Selatan, Irfan Yusuf Tegaskan Keberangkatan Haji Tetap 22 April 2026

badge-check


					Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf tegaskan meski dibayang-bayangi Perang Teluk, pemerintah RI tetepakan jamaah haji berangkat tetap pada tanggal 22 April 2026. Foto: Ist Perbesar

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf tegaskan meski dibayang-bayangi Perang Teluk, pemerintah RI tetepakan jamaah haji berangkat tetap pada tanggal 22 April 2026. Foto: Ist

Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa keberangkatan haji tahun 2026 tidak ditunda dan masih berjalan sesuai jadwal, dengan pemberangkatan gelombang pertama dipastikan mulai 22 April 2026 ke Madinah Al‑Munawwarah.

Menteri Haji dan Umrah menegaskan bahwa hingga akhir Maret 2026 tidak ada perubahan rencana, dan pihaknya berharap tidak ada perubahan sampai hari pemberangkatan 22 April 2026.

Pernyataan ini disampaikan untuk menepis kekhawatiran masyarakat terkait ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dengan menegaskan bahwa persiapan dan jadwal keberangkatan tetap “on schedule”.

Rencana perjalanan haji 1447 H/2026 M memuat bahwa jemaah haji Indonesia mulai masuk asrama pada 21 April 2026, kemudian gelombang pertama diberangkatkan ke Madinah mulai 22 April 2026.

Kloter pertama jemaah Indonesia akan lepas landas pada 22 April 2026 melalui Bandara Madinah, sedangkan gelombang kedua berangkat ke Jeddah pada 7 Mei 2026.

Jemaah tetap diberangkatkan karena Arab Saudi tetap membuka haji, tetapi jalur penerbangan diubah untuk menghindari zona konflik (misalnya Irak, Suriah, Iran, Israel, UEA, Qatar).

Pesawat dialihkan melalui koridor selatan, Samudra Hindia, dan Afrika, meski berpotensi memperpanjang waktu terbang dan meningkatkan biaya avtur.

Skenario pembatalan keberangkatan oleh Indonesia, meski Arab Saudi tetap membuka haji
Apabila situasi keamanan dinilai terlalu riskan, pemerintah Indonesia bisa memutuskan membatalkan pemberangkatan jemaah, meskipun Arab Saudi tetap membuka haji.

Dalam skenario ini, Kemenhaj akan menegosiasikan agar biaya layanan haji tidak hangus dan dapat dialihkan ke musim haji berikutnya tanpa penalti, serta menyediakan opsi penarikan BPIH atau penyimpanan dana dengan nilai manfaat tambahan.

Jika konflik semakin memburuk dan pemerintah Arab Saudi menutup total penyelenggaraan haji, Indonesia fokus pada penyelamatan dana layanan yang sudah disetorkan dan memastikan jemaah yang telah melunasi BPIH diprioritaskan pada pemberangkatan tahun berikutnya.

Kemenhaj menegaskan bahwa ketiga skenario dibuat dengan satu prinsip utama: keselamatan dan keamanan jemaah menjadi prioritas di atas segala pertimbangan teknis maupun biaya. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sulimah Korban Tewas Kecelakaan Mobil Kelinci Angkut 22-25 Orang Terguling di Jatidukuh Mojokerto

29 Maret 2026 - 00:34 WIB

Membahayakan Keselamatan Umum, Balon Raksasa Ilegal Nyangkut di Menara SUTET Trenggalek

28 Maret 2026 - 23:46 WIB

Pasca Blusukan, Presiden Prabowo Perintahkan PT KAI Bangun Rusun untuk Warga Penghuni Bantaran Rel KA Senen

28 Maret 2026 - 23:28 WIB

Polisi Gerebek Kecamatan Jogoroto, Gagalkan Penerbangan dan Sita 12 Balon Udara Ilegal

28 Maret 2026 - 22:53 WIB

ASN Mojokerto Antusias Ikuti Gerakan Bike to Work Setiap Jumat

28 Maret 2026 - 14:59 WIB

Kasus Kredit BNI Rp 105 Miliar, Hakim PN Beri Tahanan Rumah Terdakwa Bengawan Kamto

28 Maret 2026 - 12:29 WIB

Dituduh Illegal Mining Potensi Denda Rp4,2 Triliun, Kejaksaan Agung Menahan Taipan Tambang Samin Tan

28 Maret 2026 - 08:39 WIB

Enam Hari Dilaporkan Hilang, Dua Pria Ditemukan Membusuk di Kubah Masjid Miftahul Janah Pengaradan Brebes

28 Maret 2026 - 00:45 WIB

Melalui MBG dan Perumahan Rakyat, Presiden Prabowo Pasang Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

27 Maret 2026 - 18:45 WIB

Trending di News