Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Kurang Ibadah Tidak Ada Kaitan dengan Depresi, Ini Penjelasannya

badge-check


					Kurang Ibadah Tidak Ada Kaitan dengan  Depresi, Ini Penjelasannya Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS COM, SURABAYA– Depresi sering disalahpahami sebagai kelemahan pribadi atau kurangnya spiritualitas. Hal ini diluruskan oleh dr. Jiemy Ardian SpKJ dalam penjelasannya di Instagram Hanaboone, seminggu lalu. Ia menegaskan bahwa ibadah maupun rasa syukur tidak otomatis berkaitan dengan muncul atau hilangnya depresi. Ada tiga kalimat yang menurutnya sebaiknya tidak diucapkan kepada orang yang sedang mengalami depresi.

1. “Kamu malas”

Menurut dr. Jiemy, “seringkali orang dengan depresi itu sulit bangun dari tempat tidur, maunya di bawah selimut, ruangan gelap.”

Bahkan mandi dan makan pun bisa terasa berat. Kondisi ini bukanlah kemalasan, melainkan akibat perubahan biologis pada otak.

“Otaknya gagal memprediksi bahwa tubuh sebenarnya punya energi,” jelasnya.

Menyebut mereka malas justru memperburuk keadaan, karena yang dibutuhkan adalah dukungan, bukan penghakiman.

2. “Kamu kurang bersyukur”

Dr. Jiemy menegaskan, “Anyway saya bersyukur pun bisa sambil depresi kok, jadi itu gak saling mendiadakan.” Depresi tidak meniadakan rasa syukur.

Seseorang bisa tetap bersyukur sekaligus mengalami depresi. Mengatakan “kurang bersyukur” tidak membantu, karena depresi bukan sekadar masalah sikap mental.

Rasa syukur memang bermanfaat, tetapi tidak serta-merta menghilangkan gejala depresi.

3. “Kamu kurang ibadah”

Menurutnya, “terlalu banyak klien saya yang orang dengan depresi ibadahnya lebih rajin daripada yang gak depresi.” Karena itu, mengaitkan depresi dengan kurangnya ibadah adalah asumsi yang keliru.

Ibadah dan rasa syukur memang bisa memberi kekuatan, tetapi tidak relevan jika dijadikan alasan utama seseorang mengalami depresi.

Kesimpulan

Depresi adalah kondisi medis yang kompleks, bukan sekadar masalah malas, kurang bersyukur, atau kurang beribadah.

Mengucapkan kalimat-kalimat tersebut hanya menambah beban psikologis penderita. Sebaliknya, dukungan, empati, dan pemahaman jauh lebih berarti bagi mereka yang sedang berjuang melawan depresi.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rhoma Irama Siap Guncang Panggung Konser Guns N’ Roses

23 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Totalitas Caitlin Halderman Bawa ‘The Hidden Hand’ Jadi Nomor Satu di Viu

22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Cerita Beragam Ini Deretan Dracin Pantas Ditonton

18 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Sydney Sweeney Masuk Favorit Bond Girl 2026

9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Facebook Berubah Jadi Mirip TikTok, Isinya Video Semua

7 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Tulisan Angelina Jolie Bikin Pusing Netizen

5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Trending di Life Style