Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Kudapan Semar Mendem, Filosofi Semar yang Doyan Makan

badge-check


					Jajanan Semar Mendem Perbesar

Jajanan Semar Mendem

Penulis: Mulawarman || Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Dalam dunia pewayangan kita mengenal nama Semar ponakawan yan lucu, bertubuh gemak namun sakti madraguna. Kali ini kita tak bercerita soal wayang tapi kudapa.

Semar mendem adalah makanan tradisional Indonesia, khususnya di Jawa. Semar mendem, dari tampilannya, tidak jauh berbeda dengan lemper.

Semer mendem adalah nama lain dari lemper yang dibungkus telur dadar pada penampakannya.

Sementara, lemper adalah penganan ketan lengket berisi daging yang berbalut daun pisang. Semar mendem memiliki tampilan beda warna dengan lemper.

Semar mendem tampil dengan warna kuning dari telur dadar dengan bentuk lebih gemuk daripada lemper.

Tampilan lebih gemuk dari semar mendem membawa kisah tersendiri dalam budaya wayang dengan tokoh semar.

Wayang makin populer di Jawa pada abad 16 sebagai salah satu bentuk sarana penyebaran agama Islam.

wayang memang berkultur Hindu dari India.

Semar mendem punya filosofi bahwa tokoh Semar yang menjadi panutan budaya Jawa memang doyan makan.

Mendem makan adalah perasaan ingin mengunyah terus gegara kelezatan makanan yang disantap.

Sosok Semar selalu membawa pesan dalam kondisi apa pun, manusia harus tetap bijaksana menata hidup, termasuk dalam hal makan.

Asal usul penamaan semar mendem:
Penamaan kata semar berasal dari pewayangan Semar, karna bentuknya yang gemuk seperti semar. Mendem diartikan sebagai memabukan, yang mana jika orang yang mengkonsumsi Semar Mendem akan ketagihan untuk mengkonsumsinya.

Tidak ada catatan pasti yang mengatakan kapan semar mendem mulai eksis di Yogyakarta, namun dalam beberapa sumber menyatakan semar mendem sudah ada sejak masa kesultanan Yogyakarta.

Pewayangan Semar memiliki makna sebagai simbol kekuasaan. Sehingga Semar Medem menjadi simbol pengingat bagi para raja-raja/pemimpin agar tidak mabuk kekuasaan dan menggunakan jabatannya sebagaimana mestinya.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rhoma Irama Siap Guncang Panggung Konser Guns N’ Roses

23 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Totalitas Caitlin Halderman Bawa ‘The Hidden Hand’ Jadi Nomor Satu di Viu

22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Cerita Beragam Ini Deretan Dracin Pantas Ditonton

18 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Sydney Sweeney Masuk Favorit Bond Girl 2026

9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Facebook Berubah Jadi Mirip TikTok, Isinya Video Semua

7 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Tulisan Angelina Jolie Bikin Pusing Netizen

5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Trending di Life Style