Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Kesulitan Bahan Makanan, Massa Juga Menjarah Gudang Bulog Pondok Batu Perbatasan Sibolga-Tapteng

badge-check


					Ribuan warga di 12 wilayah terdmpak banjir badang besar di Sumut, kesulitan memperoleh pasokan bahan makanan. Mereka pun kemudian melakukan penjarahan beras dan minyak di gudang Bulog, Pondok batu, daerah perbatasan antara kabupaten Sibolga-Tapanuli Tengah. Foto:  hitamputih.daily Perbesar

Ribuan warga di 12 wilayah terdmpak banjir badang besar di Sumut, kesulitan memperoleh pasokan bahan makanan. Mereka pun kemudian melakukan penjarahan beras dan minyak di gudang Bulog, Pondok batu, daerah perbatasan antara kabupaten Sibolga-Tapanuli Tengah. Foto: hitamputih.daily

Penulis: Yusran Hakim   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, TAPANULIS TENGAH– Bukan hanya melakukan aksi penjarahan minimarket, logistik bantuan, tetapi massa juga menjarah gudang Bulog di Pondok Batu, yang terletak di perbatasan antara Sibolga dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Mereka menderita kelaparan akibat krisis pangan pascabencana Sabtu, 29 November 2025.

Perbuatan tersebut terjadi karena warga diduga adalah korban bencana yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan mereka.

Saat dikonfirmasi tentang insiden ini, Sabtu, 29 November 2025, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, memberikan keterangan resmi terkait penjarahan gudang di Pondok Batu.​

Dia menyebutkan bahwa di dalam gudang Bulog ini menyimpan sekitar 2.400 ton beras dan 43.000 liter minyakwanita, yang sebenarnya memang diperuntukkan untuk bantuan masyarakat termasuk korban bencana.

Ia menegaskan belum menghitung secara pasti, berapa beras dan minyak yang sudah dibawa oleh warga, yang terjadi Sabtu, 29 November 2025 itu.

Bulog tengah berupaya menyalurkan bantuan pangan kepada daerah terdampak melalui berbagai jalur pasokan, terutama dari luar Sumatera Utara dengan jalur laut karena akses di wilayah tersebut cukup sulit dan terkendala gangguan jaringan internet.​

Kejadian ini menjadi sorotan karena meskipun bantuan dari pemerintah ada, warga tetap terdorong melakukan penjarahan akibat kelaparan dan krisis pangan.

Bulog meminta warga agar tetap tenang dan percaya bahwa stok pangan masih ada serta distribusi bantuan akan terus diupayakan. Namun, gangguan dan penjarahan seperti ini bisa memperumit distribusi logistik bantuan dan membuat keadaan menjadi lebih sulit bagi korban bencana.​

Bulog menegaskan bahwa stok pangan di gudang tersebut masih tersedia dan pihaknya terus berupaya menyalurkan bantuan pangan, terutama melalui jalur laut dari luar Sumatera Utara, mengingat akses wilayah yang sulit.

Mereka juga sedang fokus memperkuat kapasitas gudang dan distribusi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar untuk mencegah gangguan pasokan pangan semacam ini di masa depan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Cabai Rawit Merah Rp109.000 per Kg, Telur Ayam di Rp29.500 per Kg

29 September 2026 - 21:08 WIB

Urai Macet Ketapang-Gilimanuk, Jatim Revitalisasi Dermaga Bulusan Rp6 Miliar

29 September 2026 - 20:14 WIB

Baru Baru Selesai Jalani Hukuman 2,5 Tahun, Kini Wagub Babel Hellyana Jadi Terdakwa Kasus Ijazah Palsu

29 September 2026 - 16:51 WIB

Seminggu Dua Kali Kebakaran Lahan di Sumobito, Wiku Birawa: Sampai September 157 Kasus

29 September 2026 - 14:51 WIB

Aneh 172 Dokter PPDS Alami Keracunan Makanan, Pihak RSUD Soetomo dan FK Unair Masih Bungkam

29 September 2026 - 13:46 WIB

Video Guru Merekam Rok Siswi di SMP Subang, Dedi Mulyadi: Usut Tuntas, Pecat!

29 September 2026 - 13:10 WIB

Rapat KPRI Jombang: Ketua Hartono Klaim Ada Aset Rp 160 M, Purwanto Tolak Laporan Pertanggungjawaban

29 September 2026 - 12:02 WIB

Jasad Pria Membusuk dalam Jeep Nopol Bengkulu di Area Parkir RS Muhammadiyah Dau Malang

29 September 2026 - 10:42 WIB

Awas PM2.5, Dokter Piprim: Karhutla Bencana Lingkungan, Juga Ancaman Darurat Kesehatan Anak!

28 September 2026 - 19:57 WIB

Trending di News