Menu

Mode Gelap

Headline

Kapal Terdampar, Polda Lampung Temukan Indentitas 4.800 M3 Kayu dari Kemenhut dari Hutan Sumatera Barat

badge-check


					Polda lampung temukan bukti iodentitas kayu dari kapal pengangkut yang terdampar di Lampung, kayu tersebut terdapat identitas dan surat resmi dari Kemenhut ditebang dari hutan wilayah Sumetara Barat. Foto: Instagram@coachaddie.real Perbesar

Polda lampung temukan bukti iodentitas kayu dari kapal pengangkut yang terdampar di Lampung, kayu tersebut terdapat identitas dan surat resmi dari Kemenhut ditebang dari hutan wilayah Sumetara Barat. Foto: [email protected]

Penulis: Yusran Hakim   |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, LAMPUNG– Inspektur Jenderal Helfi Assegaf, Kapolda Lampung, melakukan pemeriksaan kayu gelondongan yang terdampar di pantai Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

Kayu-kayu tersebut ditemukan memiliki nomor identifikasi dan barcode, lengkap dengan stiker kuning bertuliskan Kementerian Kehutanan RI dan PT Minas Pagai Lumber, sebuah perusahaan yang memiliki izin konsesi pengelolaan hutan di Sumatera Barat, kepulauan Mentawai.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk menelusuri asal-usul dan keabsahan kayu tersebut serta memastikan apakah terdaftar secara resmi dalam sistem pengelolaan kayu yang diawasi Kementerian Kehutanan. Kapolda Lampung terus berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan dalam penyelidikan ini.​​

Kapal pengangkut kayu gelondongan tersebut diketahui kandas di Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat, akibat cuaca buruk sejak awal Desember 2025.

Kayu-kayu itu dilengkapi barcode dan stiker resmi dengan nomor seri serta logo SVLK Indonesia, sebagai tanda sistem legalitas kayu yang diatur oleh kementerian. PT Minas Pagai Lumber adalah perusahaan yang memiliki konsesi hutan di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, dengan izin yang berlaku sampai tahun 2056.​

Pemeriksaan ini penting untuk memastikan bahwa kayu-kayu tersebut memang berasal dari jalur distribusi legal dan tidak melanggar peraturan perundang-undangan kehutanan, serta untuk mengungkapkan tanggung jawab perusahaan terkait kejadian kandasnya kapal dan kayu yang terdampar di pesisir Lampung.​

Kronologi 

Kapal tongkang RON MAS 69 berangkat dari Sumatera Barat membawa sekitar 4.800 kubik kayu gelondongan pada 2 November 2025, kemudian kandas di Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada 6 November 2025 akibat cuaca ekstrem dan tali pengikat yang terlilit.​

Kayu-kayu mulai terdampar sejak awal November 2025, berserakan di bibir pantai dengan panjang hingga 6 meter dan lebar 1 meter, menimpa kapal nelayan setempat hingga merusaknya dan menghentikan aktivitas warga.

Polres Pesisir Barat dan Direktorat Polair langsung menangani, meminta keterangan tiga awak kapal (ABK), sementara tongkang dan muatan tetap di lokasi hingga awal Desember.​

Pada 4 Desember 2025, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengonfirmasi kejadian dan cuaca sebagai penyebab utama. Pada 8 Desember 2025, Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf turun langsung memeriksa kayu yang memiliki barcode, nomor seri, stiker kuning Kementerian Kehutanan RI, logo SVLK Indonesia, dan label PT Minas Pagai Lumber dari Sumatera Barat.

Polda Lampung berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk verifikasi legalitas dan dokumen penebangan, guna deteksi penyimpangan atau ilegal logging. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pendaftar 160 Orang Lolos 125 Pedonor Darah Acara HUT ke-125 PT Pegadaian Wilayah XII Surabaya

6 April 2026 - 22:33 WIB

Indonesia Diprediksi Terpanggang saat Musim Kemarau 2026

6 April 2026 - 21:20 WIB

Satu Pekerja Tewas Ledakan Besar di Pabrik Baja PT GWS Waru Sidoarjo, Polda Turunkan Jibom dan Gegana

6 April 2026 - 20:40 WIB

Warga Surabaya-Sidoarjo Laporkan Benda Mirip Besi Jatuh dari Langit, Setelah Ledakan

6 April 2026 - 16:36 WIB

Pemerintah Tegaskan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

6 April 2026 - 14:10 WIB

Iran Klaim Sedikitnya Tembak Lima Pesawat Amerika F-15E dan F-16CJ, A-10 Warthog dan Helikopter Black Hawk

5 April 2026 - 23:14 WIB

Job Fair Surabaya 2026: Bursa Kerja Inklusif dengan Ribuan Peluang

5 April 2026 - 18:27 WIB

GDPS Garuda Indonesia Group Buka Lowongan Avsec 2026

5 April 2026 - 18:13 WIB

Program Padat Karya P3TGAI 2026: Lowongan Tenaga Pendamping Masyarakat

5 April 2026 - 17:55 WIB

Trending di Nasional