Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, GROBOGAN- Seorang suami nekat memotong rumah limas kayu jati miliknya menjadi dua. Ia menggunakan gergaji mesin, membuat banguan itu terbelah menjadi dua. Satu bagian untuk dirinya dan sebagian lainnya untuk istrinya.
Peristiwa unik sekaligus memprihatinkan terjadi di Desa Mlowokarang, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada hari Jumat (13/2/2026) .
Pelakunya adalah Jumadi (45). Ia mengaku nekat melakukan aksi ekstrem itu setelah terjadi sengeketa dan pertengkaran pajang dengan istrinya, Siti (42).
“Saya sudah muak. Rumah ini milik saya, tapi dia yang ngatur semuanya. Saya potong aja supaya adil,” Jumadi kepada wartawan saat ditemui di lokasi kejadian Sabtu pagi, 14 Febaruari 2026..
Menurut warga sekitar, kasus itu bermula dari masalah rumah tangga yang berlarut-larut, termasuk perebutan hak atas rumah limas warisan keluarga Jumadi.
Rumah tradisional bergaya Jawa itu, yang berdiri sejak 20 tahun lalu, berhasil dipotong secara horizontal menjadi dua bagian terpisah.
Kapolsek Pulokulon, AKP Budi Santoso, membenarkan kejadian itu. “Kami melakukan pemeriksaan atas laporan sekitar pukul 21.00 WIB. Tidak ada korban jiwa, tapi rumah rusak parah. Pasangan ini sudah kami mediasi dan minta untuk tidak melanjutkan tindakan anarkis,” katanya.
Polisi juga memastikan tidak ada unsur pidana pencurian atau perusakan aset negara, karena rumah tersebut milik pribadi.
Kepala Desa Mlowokarang, Sutrisno, menyatakan miris melihat kejadian ini. “Rumah limas adalah warisan budaya kami. Sayang sekali dirusak gara-gara masalah rumah tangga. Kami akan fasilitasi mediasi damai melalui tokoh agama dan RT/RW,” imbuhnya.
Hingga kini, Jumadi dan Siti tinggal terpisah di kedua bagian rumah yang kini tertutup terpal darurat. Warga berharap pasangan ini segera berdamai, agar tak ada kejadian serupa yang merusak harmoni desa.
“Awalnya cuma ribut soal urusan rumah. Tapi kemarin dia balanceg, ‘Rumah ini gue potong dua, lo ambil setengah!’ Saya kaget, tapi dia beneran lakuin,” cerita Mbak RT 03, Sri Wahyuni (38), yang menyaksikan langsung.
Jumadi mengaku kecewa akibat konflik berkepanjangan. “Ini rumah bapak warisan saya. Dia (istri) mau ambil semua, saya potong biar adil. Rumah limas ini sakral, tapi sekarang rusak gara-gara ini,” katanya lirih sambil memandang puing.
Adik Jumadi, SlametMereka (40), menambahkan: “pisah ranjang sudah lama. Kami keluarga sudah coba damai, tapi gagal. Rumah limas ini bukan hanya tempat tinggal, tapi identitas budaya Jawa kami.”
Kapolsek Pulokulon, AKP Budi Santoso: “Mediasi berjalan. Tak ada pidana, tapi kami ingatkan jangan ulangi. Rumah limas dilindungi sebagai cagar budaya lokal.”
Kades Mlowokarang, Sutrisno: “Ironis, rumah limas simbol kemakmuran Jawa kini terbelah. Kami ajak mediasi tokoh agama agar budaya tak jadi korban.”
Saat ini, keduanya tinggal terpisah di bagian rumah yang ditutup terpal. Warga berharap mereka bisa berdamai. **







