Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Muncul Gerakan ‘Tolak Bayar Pajak’ di Jateng: Kenaikan Pajak Motor 32 Persen!

badge-check


					Bermunculan gerakan 'Tolak Bayar Pajak' di Jateng semakin kencang di medsos. Hal itu dipicu oleh kenaikkan Pajak Kendaraan bermotor (PKB) di Jawa Tengah. Foto: netralnews Perbesar

Bermunculan gerakan 'Tolak Bayar Pajak' di Jateng semakin kencang di medsos. Hal itu dipicu oleh kenaikkan Pajak Kendaraan bermotor (PKB) di Jawa Tengah. Foto: netralnews

Penulis: Sri Muryanto   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JATENG- Muncul gerakan  “Tolak Bayar Pajak” atau “Stop Bayar Pajak” sedang viral di Jawa Tengah akibat kenaikan tagihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang signifikan.

Namun total tarif PKB adalah 1,74% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB): 1,05% provinsi + 0,69% opsen (66% dari tarif provinsi), ditambah 16% dari total harga.

Contoh: pajak motor dari Rp130 ​​ribu jadi Rp170 ribu, mobil dari Rp3 juta ke Rp6 juta. Untuk BBNKB, opsen mencapai 32%.

Warga Semarang dan sekitarnya ramai di media sosial sepanjang boikot bayar pajak 2026, menunggu pemutihan, atau tunda bayar karena dianggap memberatkan di tengah ekonomi sulit. Saatnya mulai Februari 2026, viral lewat tag di video.

Merespon adanya gerakan itu, Kepala Bapenda Jateng Muhammad Masrofi awalnya bungkam, tapi kini yakin warga patuh setelah diskon relaksasi opsen 5%.

Gubernur Ahmad Luthfi memerintahkan kajian ulang pencabutan diskon PKB 2026 atas masukan masyarakat.

Gubernur menanggapi gerakan tolak bayar pajak dengan perintah Bapenda untuk mengkaji ulang kebijakan pencabutan diskon PKB 2026, menyusul keluhan warga soal kenaikan tagihan.

Ia tekanan tidak ada kenaikan tarif dasar tahun ini dibandingkan 2025, hanya hilangnya diskon sebelumnya yang membuat tagihan terasa naik.

Gerakan “Tolak Bayar Pajak” akan siap untuk Jawa Tengah bermula dari kenaikan tagihan PKB akibat opsen yang diterapkan sejak tahun 2025.

  • Awal 2025 : Pemprov Jateng menerapkan opsen PKB (NJKB 0,69%) dan BBNKB (32%) untuk tambahan dana daerah; ada diskon Merah Putih Jan-Maret.

  • Oktober 2025 : Opsen resmi berlaku penuh setelah masa transisi.​

  • Awal Februari 2026 : Warga (contoh: Musta di Mijen, Semarang) sadar tagihan naik 16% lewat STNK (motor Vario +Rp87,500), viral di medsos dengan seruan “Stop Bayar Pajak” atau tunda hingga pemutihan.

  • 10-11 Feb 2026 : Gerakan meledak di Semarang, Solo, video viral/tagline tolak opsen; Bapenda bungkam awalnya.

  • Feb 12, 2026 : Keluhan membanjir, pejabat tegaskan tak ada pemutihan 2026; diskon santai 5% saidawarkan.

  • 11-13 Feb 2026 : Gubernur Ahmad Luthfi perintahkan Bapenda kajian ulang relaxasi PKB, yakin warga terbiasa selepas 2026. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

ESDM Akui Ada Antrean BBM di Jatim, Target Tuntas Maksimal 2 Hari

20 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Berada di Zona Hijau, IHSG Kembali ke Level 5.000an hingga Jeda Siang Perdagangan

20 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Karhutla Mengancam hingga 2027, Ambil Langkah Konkret

20 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Arumi Bachin Jalan Kaki 1,5 Km di Terik Matahari, Kunjungi 3 Rumah Manik di Plumbon Gambang

20 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Polres Jombang Kedepankan Pelayanan Humanis

20 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Berdialog, Kapolres Jombang Ajak Mahasiswa Jaga Kamtibmas

20 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Hari Purnomo: Koperasi di Jombang Tumbuh Jadi 1.020 Unit Volume Usaha Rp500 M, 168 UMK Naik Kelas

20 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Agustiar Sabran Pamit dan Tidak Kembali, Massa Aksi Demo Segel Kantor Gubernur Kalteng

19 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Karhutla Gambut Bisa Diprediksi Secara Sains

19 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Trending di Nasional