Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Life Style

Jangan Minum Air Kelapa Langsung dari Buahnya

badge-check


					Ada kalanya airnya tercemar mikroba Perbesar

Ada kalanya airnya tercemar mikroba

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Para pakar kesehatan memperingatkan terhadap praktik populer menyeruput air kelapa langsung dari buahnya, dengan alasan adanya risiko kesehatan tersembunyi yang terkait dengan kontaminasi.

Menurut The Times of India , kelapa tidak steril setelah dipanen. Meskipun tampak segar dan tidak rusak dari luar, kelapa dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan jamur jika disimpan dalam kondisi hangat dan lembap.

Mikroba dapat masuk melalui retakan pada kulit kelapa atau selama penanganan, dan tidak seperti pembusukan makanan pada umumnya, kontaminasi seringkali tidak menunjukkan tanda-tanda yang terlihat.

Sebuah studi kasus yang diterbitkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menggarisbawahi bahayanya. Pada tahun 2021, seorang pria berusia 69 tahun di Denmark meninggal setelah meminum air kelapa yang terkontaminasi jamur penghasil racun.

Dalam beberapa jam, ia mengalami mual, muntah, dan kebingungan, diikuti oleh gerakan otot yang tidak normal. Kurang dari 26 jam kemudian, ia mengalami kegagalan multi-organ dan meninggal dunia.

Berikut ini risiko kesehatan yang terkait dengan meminum air kelapa yang terkontaminasi:

Gangguan gastrointestinal: Mual, diare, dan kram perut mungkin muncul dalam beberapa jam.

Gejala neurologis: Racun jamur seperti 3-NPA dapat memicu pusing, kebingungan, kejang, dan kejang otot.

Komplikasi pernapasan: Kasus yang parah dapat menyebabkan sesak napas, sesak dada, atau cairan di paru-paru.

Akibat fatal: Dalam kasus yang jarang terjadi, kontaminasi dapat mengakibatkan kegagalan organ yang tidak dapat dipulihkan dan kematian.

Para ahli menyarankan agar air kelapa hanya dikonsumsi jika disimpan dan ditangani dengan benar, dan merekomendasikan untuk memilih versi yang dipasteurisasi atau dikemas bila memungkinkan untuk meminimalkan risiko kontaminasi.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Nonton Piala Dunia 2026 Bisakah Pakai STB TV Tabung?

10 Juni 2026 - 14:47 WIB

Dijuluki Gadis Tercantik di Dunia, Penny Lane Balas Komentar Negatif Soal Tubuhnya

8 Juni 2026 - 19:36 WIB

Sarwendah Jadi sorotan Publik, Lontarkan Kata Cong, Terkait Perseteruannya dengan Ruben Onsu

4 Juni 2026 - 19:45 WIB

70 Juta Warga Indonesia Diperkirakan Alami Penyakit Hati Kronis

3 Juni 2026 - 20:03 WIB

Perempuan Singapura, Selingkuh Demi Karier

3 Juni 2026 - 19:36 WIB

Kasur, Ponsel, dan Gaya Hidup Baru Anak Muda

2 Juni 2026 - 18:40 WIB

Kebiasaan Minum Belasan Vitamin Sekaligus, Reizuka Ari Tuai Kritik

1 Juni 2026 - 20:13 WIB

Sensasi Pedas: Mengapa Cabai Jadi Favorit Banyak Orang

31 Mei 2026 - 21:30 WIB

Menguak Mitos Mata Berkedut Pertanda Buruk

31 Mei 2026 - 21:09 WIB

Trending di Life Style