Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Jangan Makan Mi Instan Campur Nasi, Ini Akibatnya

badge-check


					Nasi dan mi instan kombinasi yang buruk Perbesar

Nasi dan mi instan kombinasi yang buruk

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Kebiasaan mencampur nasi ke dalam mi instan menjadi hal umum di Indonesia, namun ternyata memiliki dampak serius terhadap kadar gula darah dan tekanan darah.

Selain memiliki indeks glikemik tinggi, mi instan tinggi karbohidrat tapi rendah nutrisi. Menambahkan nasi ke mi instan akan memperbesar asupan karbohidrat hingga dua kali lipat, dan mempercepat peningkatan kadar gula darah, menurut laporan The Korea Times.

Selain itu, ketika nasi dicampur ke dalam kuah, karbohidrat di dalamnya diserap dengan sangat cepat, dan kita cenderung menelan tanpa mengunyah dengan baik.

Kebiasaan ini juga membuat seseorang cenderung melewatkan makanan berserat tinggi seperti sayuran, yang sebenarnya membantu memperlambat penyerapan glukosa. Alhasil, kebiasan ini membuat seseorang makan lebih cepat dan meningkatkan risiko lonjakan gula darah.

Para pakar menyarankan, jika tetap ingin memakan nasi dengan mi instan, maka makanlah isi mi dan sisakan kuahnya. Pasalnya, kadar natrium yang tinggi di kuah bisa meningkatkan tekanan darah dan mengiritasi lapisan lambung.

Menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) serta Asosiasi Diabetes Korea, mengonsumsi buah dalam bentuk jus memiliki efek serupa. Tidak seperti buah utuh yang mengandung serat untuk memperlambat proses pencernaan, jus justru diserap hampir seketika sehingga dapat menyebabkan lonjakan glukosa secara tiba-tiba.

Selain itu, mengatur kadar gula darah bukan cuma soal menjaga pola makan dan rutin olahraga, tapi juga soal seberapa cepat kamu makan. Kamu setidaknya menyisihkan waktu sekitar 20 menit untuk menyelesaikan satu porsi makanan.

Alasannya, makanan cair seperti sup, jus, atau kuah mudah melewati lambung dan cepat diserap tubuh, yang akhirnya bisa memicu lonjakan kadar gula darah.

Ahli gizi juga merekomendasikan untuk menggunakan sumpit ketimbang sendok agar proses makan menjadi lebih lambat, serta memprioritaskan sayur dan protein seperti telur, kacang, dan daging sebelum makan nasi.

Mengonsumsi biji-bijian utuh seperti nasi campur gandum atau roti gandum utuh, bahkan makan buah sebelum nasi, juga bisa membantu menstabilkan kadar gula darah.

Meskipun terasa merepotkan, para pakar kesehatan menegaskan bahwa langkah-langkah kecil ini terbukti efektif dalam mencegah dan mengelola diabetes.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

RI Dinobatkan Negara Paling Ramah ke-4 Dunia

29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Rhoma Irama Siap Guncang Panggung Konser Guns N’ Roses

23 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Totalitas Caitlin Halderman Bawa ‘The Hidden Hand’ Jadi Nomor Satu di Viu

22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Cerita Beragam Ini Deretan Dracin Pantas Ditonton

18 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Sydney Sweeney Masuk Favorit Bond Girl 2026

9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Facebook Berubah Jadi Mirip TikTok, Isinya Video Semua

7 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Tulisan Angelina Jolie Bikin Pusing Netizen

5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Trending di Life Style