Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Hearing DPRD Jombang dan TACB: Buka Fakta Sejarah Ternyata Bung Karno Lahir di Ploso

badge-check


					Hearing DPRD Jombang dan TACB: Buka Fakta Sejarah Ternyata Bung Karno Lahir di Ploso Perbesar

Penulis: Arief H. Soesatyo  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG– Jombang, sebuah nama besar kembali diperdebatkan bukan lewat panggung seremoni, melainkan lewat ruang hearing DPRD: Soekarno, dan kemungkinan jejak awal hidupnya di Ploso, Kabupaten Jombang.

Di hadapan para wakil rakyat, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang, penelusur sejarah, dan pegiat situs duduk bersama membuka kembali lapis-lapis data yang selama ini memicu perdebatan soal titik nol kelahiran Bung Karno, di gedung DPRD Jombang, Kamis 23 April 2026.

Jombang Octadella Billytha Permatasari, Ketua Komisi D Mochamad Agung Natsir, Wakil Ketua Komisi D Erna Kuswati, dan sejumlah anggota dewan lainnya.

Dari TACB hadir Ketua Nasrul Ilah, anggota Arif Yulianto, serta penelusur sejarah Moch. Faisol, inisiator Titik Nol Soekarno Binhad Nurrohmat, dan Pembina Situs Persada Soekarno Kediri R.M. Kuswartono.

Jejak Perdebatan

Polemik ini berangkat dari klaim bahwa Bung Karno lahir di wilayah Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang, bukan di Surabaya seperti narasi yang selama ini lebih dikenal luas.

Dalam hearing yang digelar DPRD Jombang, TACB menyerahkan hasil kajian awal yang mereka susun untuk memperkuat pembacaan terhadap situs dan data sejarah di kawasan tersebut.

Dari forum itu juga muncul dorongan agar pembahasan tidak berhenti pada pernyataan sepihak, melainkan dilanjutkan dengan kajian akademis yang lebih komprehensif.

Ketua TACB Jombang, Nasrul Ilah, melihat pertemuan itu sebagai langkah maju dalam mengurai silang pendapat.

Ia menilai forum seperti ini penting karena memberi ruang bagi perbedaan pandangan untuk diuji lewat data, bukan sekadar keyakinan.

“Ada kemajuan, meskipun masih awal. Kita berharap ini menjadi katalisator untuk mempercepat penyelesaian polemik ini,” ujarnya.

Data Sejarah Dibuka

Di ruang hearing itu, hadir pula Binhad Nurrohmat, yang selama ini dikenal aktif mendorong penelusuran jejak Bung Karno di Ploso, bersama Moch. Faisol sebagai penelusur sejarah.

Keduanya menyerahkan buku hasil riset yang mereka susun sebagai bahan pertimbangan bagi DPRD Jombang.

Kehadiran mereka mempertegas bahwa isu ini tidak lagi sekadar wacana komunitas, tetapi sudah masuk ke meja formal politik daerah.

Binhad dan Faisol selama ini mendorong pembacaan ulang atas sejarah lokal dengan bertumpu pada jejak tempat, narasi keluarga, dan simpul-simpul dokumentasi yang mereka kumpulkan.

Dalam konteks hearing itu, langkah mereka bukan hanya menyodorkan klaim, melainkan juga mengajak lembaga publik menimbang ulang bukti yang ada secara terbuka.

Sikap DPRD Jombang
Dari sisi legislatif, DPRD Jombang menunjukkan sikap hati-hati namun terbuka. Wakil Ketua DPRD Jombang, Octadella Billytha Permatasari, menyebut forum ini memberi perspektif baru tentang kemungkinan Bung Karno lahir di Ploso, khususnya di Desa Rejoagung.

Ia menekankan pentingnya tabayyun atau klarifikasi menyeluruh terhadap fakta-fakta sejarah yang dibawa ke forum tersebut.

“Hari ini kita belajar sejarah lagi dari beliau-beliau bahwa ada kemungkinan fakta, data, bahwa Bung Karno lahir di Ploso, khususnya di Desa Rejoagung,” kata Octadella.

Ia menambahkan, “Kita tabayyun terhadap fakta-fakta sejarah ini, ayo kita diskusikan secara bersama, dan melalui kajian-kajian akademik, agar sejarah ini dapat digali lebih dalam.”

Hadir dalam forum itu pula Ketua Komisi D DPRD Jombang Mochamad Agung Natsir, Wakil Ketua Komisi D Erna Kuswati, serta sejumlah anggota dewan lain.

Kehadiran mereka menandakan bahwa isu sejarah lokal ini dipandang punya bobot budaya dan identitas yang cukup penting untuk direspons serius.

Tindak Lanjut

Dalam pembahasan itu, DPRD Jombang disebut akan mendorong kajian lanjutan bersama dinas terkait, termasuk meminta Disdikbud berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI.

Langkah ini disiapkan agar penelusuran sejarah tidak berhenti di ruang rapat, tetapi berlanjut ke verifikasi lapangan dan penilaian kelembagaan.

Rencana peninjauan langsung ke lokasi yang disebut sebagai titik kelahiran di Gang Buntu, Desa Rejoagung, juga menjadi bagian dari tindak lanjut.

Bagi para pihak yang terlibat, tempat itu bukan sekadar titik di peta, melainkan simpul penting dalam upaya membaca ulang sejarah awal salah satu tokoh terbesar Indonesia**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kantor Digeledah, Istri Dirjen ATR/ BTN Krystianti Lampri Cuti Menghilang Secara Misterius

24 September 2026 - 23:50 WIB

Oknum Diknas Minta Jatah 10% dari Dana Revitalisasi 180 Gedung SD/ SMP di Bangkalan Rp38 Miliar

24 September 2026 - 16:56 WIB

Tim Ombudsman Sidak ke LP CIbinong: Temukan Bangunan Mirip Hotel dan Deretan Mobil Mewah!

24 September 2026 - 15:32 WIB

Eri Cahyadi Melarang Sekolah Jualan Seragam, Bupati Sidoarjo Melarang Sekolah Acara ODL

24 September 2026 - 09:24 WIB

Hasil Tes DNA Jenazah yang Ditemukan adalah Surakman Awak Arupadatu 1, Posisi 380 Km di Perairan Enggano

24 September 2026 - 03:23 WIB

351 Siswa SMAN 1 Sampang Cilacap Keracunan MBG: 6 Rawat Inap 19 Kondisi Memburuk Dirujuk ke RSUD

23 September 2026 - 23:02 WIB

Siap Dibawa ke Ranah Hukum, Gus Ipul: Fitnah Ada Aliran Dana Rp480 M ke Muktamar 35 NU di Jombang

23 September 2026 - 22:25 WIB

244 Anak Siswa PAUD/ TK Kecamatan Bawang Batang Dibawa ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan Masakan MBG

23 September 2026 - 21:48 WIB

Menelisik Akar Terorisme (60): Manifesto Komunis Lahirkan Kaum Bolshevik

23 September 2026 - 21:07 WIB

Trending di News