Menu

Mode Gelap

Internasional

Haji 2025, Jemaah Hadapi Tantangan Panas Ekstrem di Saudi

badge-check


					Suhu panas ekstrem di musim haji 2025/Ist Perbesar

Suhu panas ekstrem di musim haji 2025/Ist

KREDONEWS.COM, SABAH-Sebanyak 1.300 jemaah meninggal dunia saat pelaksanaan Haji 2024 di Arab Saudi, sebagian besar akibat panas ekstrem yang melanda Makkah. Suhu mencapai 51,8°C, sementara 1,8 juta jemaah berpartisipasi dalam ritual tahunan tersebut, dilansir dari Daily Sabah, Kamis (16/1/2025).

Sebanyak 83% korban tidak memiliki izin resmi Haji, sehingga tidak dapat mengakses fasilitas seperti tenda ber-AC untuk mengurangi dampak panas. Sebagian besar korban adalah jemaah asing, dengan banyak kematian dikaitkan langsung dengan paparan panas.

Meski persiapan untuk Haji 2025 belum diumumkan, pengurangan risiko dari jemaah ilegal menjadi prioritas utama pemerintah Arab Saudi. Sensor untuk mendeteksi stres panas, yang diharapkan dapat membantu, masih dalam tahap pengembangan dan belum siap digunakan pada Haji tahun ini.

Bencana dalam pelaksanaan Haji sebelumnya termasuk tragedi desak-desakan di Mina pada 2015 yang menewaskan hingga 2.300 orang. Langkah-langkah sebelumnya biasanya fokus pada perbaikan infrastruktur dan pengendalian kerumunan.

Namun, izin Haji yang didistribusikan melalui sistem kuota sering kali tidak cukup. Hal tersebut karena biaya yang tinggi, sehingga mendorong banyak orang pergi Haji tanpa izin yang resmi.

Sejak diperkenalkannya visa pariwisata pada 2019, masuknya jemaah tanpa izin ke Arab Saudi semakin mudah. Menutup akses ilegal ke Makkah menjadi tantangan besar bagi pihak berwenang.

Oleh karena itu, Saudi diharapkan mempersiapkan fasilitas tambahan untuk mengatasi kemungkinan lonjakan jumlah jemaah ilegal. Kematian pada tahun lalu disebabkan oleh kombinasi panas ekstrem dan paparan sinar matahari maksimum.

Waktu pelaksanaan Haji yang ditentukan oleh kalender lunar Islam membuat ibadah tahun ini kembali jatuh pada musim panas. Pemerintah Arab Saudi telah melakukan langkah-langkah mitigasi panas.

Langkah tersebut termasuk penyediaan ruang ber-AC di dekat Ka’bah dan pelapisan jalan dengan bahan pendingin untuk menurunkan suhu aspal. Selain itu, relawan membagikan air, payung, serta memberikan edukasi tentang hipertermia.

Sistem penyemprotan kabut dan pusat perbelanjaan ber-AC juga disediakan untuk memberikan kelegaan sementara bagi jemaah. Namun, para ahli menilai bahwa pendingin udara adalah langkah paling efektif untuk melindungi dari panas ekstrem.

Unit pendingin bergerak diperlukan untuk membantu jemaah mengurangi dampak panas, meski belum semua langkah tersebut siap diterapkan tahun ini. Riyadh diharapkan meningkatkan infrastruktur dan kontrol kapasitas untuk pelaksanaan Haji 2025.

Perhatian khusus juga harus diberikan pada pengaturan untuk jemaah ilegal serta fasilitas darurat. Dengan berbagai tantangan tersebut, pengelolaan panas ekstrem dan pencegahan bencana serupa menjadi fokus utama untuk menjamin keselamatan jemaah Haji tahun ini.***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Emas Anjlok 9,8 Persen: Harga Tertinggi US$5.594,82 Menjadi US$4.883,62/ Troy Ounce

31 Januari 2026 - 16:38 WIB

Nama ‘Epstein’ Hilang dari Tiktok Amerika: Pengendali Keuangan Orang Terkaya di Dunia Termasuk Trump

31 Januari 2026 - 10:15 WIB

Inilah Skylab ‘Habal-habal’ Filipina: Satu Motor Bisa Angkut 10 Orang Penumpang

27 Januari 2026 - 13:04 WIB

Fenomena ‘Parade Planet’ Februari Mendatang

25 Januari 2026 - 20:02 WIB

Armada Besar Menuju ke Iran, Klaim Trump

23 Januari 2026 - 18:49 WIB

Dewan Perdamaian Buatan Trump: Harapan Baru atau Ancaman?

23 Januari 2026 - 06:05 WIB

Samping Trump, Presiden Prabowo Teken Piagam Board of Peace untuk Gaza

22 Januari 2026 - 22:06 WIB

Hormati Tradisi Kristen Ortodoks, Putin Mandi Air Es

21 Januari 2026 - 20:28 WIB

Diancam Trump Denmark Kirim Tentara ke Greenlad

20 Januari 2026 - 19:15 WIB

Trending di Internasional