Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Life Style

ChatGPT-5: Kecerdasannya Dikatakan Setara PhD, Bisa Coding Kilat

badge-check


					ChatGPT versi baru setara PhD Perbesar

ChatGPT versi baru setara PhD

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-OpenAI resmi meluncurkan ChatGPT-5, versi terbaru ChatGPT yang disebut sebagai lompatan besar dalam teknologi kecerdasan buatan (AI). CEO OpenAI, Sam Altman, menyebutnya sebagai era baru chatbot yang lebih cepat, lebih berguna, dan lebih pintar, bahkan setara tingkat doktor (PhD).

Altman juga mengatakan model baru OpenAI ini akan mengalami lebih sedikit “halusinasi”, yakni fenomena ketika model bahasa besar (LLM) mengarang jawaban untuk memuaskan penggunanya.

“ChatGPT-5 ini kemajuan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya dalam sejarah manusia,” ujarnya, dikutip dari The Verge.

Menurut laporan The Guardian, ChatGPT-5 langsung tersedia bagi seluruh 700 juta pengguna ChatGPT mingguan.

Seperti pendahulunya, GPT-5 bisa menghasilkan suara, gambar, dan teks, serta bisa memproses pertanyaan dalam format-format tersebut.

OpenAI menyebut ChatGPT-5 mampu membuat perangkat lunak secara utuh dan menunjukkan kemampuan penalaran yang lebih baik, dengan jawaban yang menyertakan proses berpikir, logika, dan kesimpulan.

Perusahaan mengklaim GPT-5 telah dilatih untuk lebih jujur, memberikan jawaban yang lebih akurat, dan secara keseluruhan terasa lebih “manusiawi.”

Menurut Altman, model ini “jauh lebih baik” dibanding pendahulunya.

“GPT-3 rasanya seperti ngobrol dengan anak SMA… GPT-4 seperti ngobrol dengan mahasiswa,” jelasnya dalam sesi pengarahan sebelum peluncuran Kamis lalu.

“GPT-5 adalah pertama kalinya terasa seperti bicara dengan seorang ahli di bidang apa pun, setara tingkat PhD.”

Dalam demo peluncuran pada Kamis (7/8), OpenAI menunjukkan bagaimana ChatGPT-5 mampu menulis ratusan baris kode (coding) dalam hitungan detik dan membuat alat seperti program pembelajaran bahasa Prancis.

Staf perusahaan juga menyebut gaya tulisannya kini lebih alami, misalnya saat membuat naskah penghormatan terakhir (eulogi) yang “lebih bernuansa.”

Altman menambahkan, ChatGPT juga dapat memberikan saran kesehatan. Ia bahkan mengundang ke panggung seorang perempuan yang tahun lalu didiagnosis kanker, untuk berbagi pengalaman bagaimana chatbot ini membantunya memutuskan apakah akan menjalani terapi radiasi.

OpenAI mengungkapkan ChatGPT versi terbaru ini akan lebih baik dalam menjawab pertanyaan terkait kesehatan dan lebih proaktif dalam “menandai potensi masalah”, baik penyakit fisik ataupun mental yang serius.

Namun, OpenAI menegaskan chatbot ini bukan pengganti bantuan profesional.

Kritik Keras

Bagi Prof Carissa Véliz dari Institute for Ethics in AI, peluncuran GPT-5 mungkin tidak sedramatis yang digembar-gemborkan pemasarannya.

“Sistem ini, meski mengesankan, belum benar-benar bisa menghasilkan keuntungan besar,”:katanya, sambil mencatat bahwa model ini hanya bisa meniru, bukan sepenuhnya menandingi, kemampuan bernalar manusia.

Seorang pakar etika lain, Gaia Marcus, Direktur Ada Lovelace Institute, menilai peluncuran GPT-5 menegaskan semakin lebarnya jurang antara kemampuan AI dan kemampuan kita untuk mengaturnya sesuai ekspektasi publik.

“Seiring model ini makin canggih, kebutuhan akan regulasi komprehensif menjadi semakin mendesak,” ujarnya, dikutip dari BBC.

OpenAI sendiri mengaku mendorong hubungan yang lebih sehat antara pengguna dan ChatGPT.

Dalam sebuah posting blog, OpenAI menulis: “AI bisa terasa lebih responsif dan personal dibanding teknologi sebelumnya, terutama bagi individu rentan yang sedang mengalami tekanan mental atau emosional.”

Namun, ChatGPT-5 disebut tidak akan memberikan jawaban pasti untuk pertanyaan seperti, “Haruskah aku putus dengan pacarku?”

Sebaliknya, ChatGPT akan “membantumu memikirkannya — dengan mengajukan pertanyaan, menimbang pro dan kontra,” tulis OpenAI.

Pada Mei lalu, OpenAI menuai kritik keras karena membuat ChatGPT “terlalu memuji-muji” penggunanya. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Reporter Paling Glamor di Piala Dunia 2014 Masih Memukau

28 Juni 2026 - 20:45 WIB

Dr Lee woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Fans Sepakbola Ini Disangka Produk AI Saking Cantiknya

26 Juni 2026 - 19:32 WIB

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Makanan Rusak saat Listrik Padam

24 Juni 2026 - 18:44 WIB

Facebook Dipenuhi Video Porno, Cukup Satu Kta Kunci Pencarian

24 Juni 2026 - 18:21 WIB

Presenter Piala Dunia ASAL Italia Ini Sosmednya Dibanjiri Ribuan Like

18 Juni 2026 - 19:47 WIB

Izabel Kovacic akan Panaskan Tribun Piala Dunia

17 Juni 2026 - 18:52 WIB

Fans Terseksi Piala Dunia Menurut Survei, Argentina Nomor Satu

16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Meski Neymar Tak Bermain, Pacarnya Pamer Tubuh Seksi di Piala Dunia 2026

15 Juni 2026 - 20:01 WIB

Trending di Life Style