Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Cendol dan Dawet: Warisan Rasa Nusantara

badge-check


					Dawet Perbesar

Dawet

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Cendol dan dawet adalah minuman tradisional yang akrab di telinga kita, namun mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa keduanya memiliki sejarah panjang dan menarik. Dari catatan prasasti kuno hingga buku resep lama pada masa Hindia Belanda, perjalanan minuman ini menunjukkan betapa kayanya warisan kuliner Nusantara.

Menurut wikipedia Indonesia catatan mengenai kata cendol telah muncul sejak abad ke-19 dalam berbagai kamus dan buku terbitan Hindia Belanda. Salah satu rujukan tertua terdapat dalam Oost-Indisch Kookboek tahun 1866, yang memuat resep berjudul “Tjendol of Dawet”. Penyebutan ini menunjukkan bahwa kedua nama tersebut dulu digunakan secara bersinonim.

Namun, jejak dawet jauh lebih tua. Catatan sejarah menyebutkan bahwa dawet pertama kali disebutkan dalam Prasasti Taji di Ponorogo pada abad ke-10. Penyebutan ini kemudian muncul kembali dalam naskah Kresnayana dari abad ke-12 pada masa Kerajaan Kediri. Dari Jawa Timur, minuman ini menyebar ke berbagai daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat, terutama pada masa Kesultanan Demak abad ke-15, yang menggunakan dawet sebagai salah satu media dakwah.

Penyebaran budaya Jawa melalui perdagangan dan mobilisasi prajurit juga membuat minuman ini dikenal di Malaysia dan Singapura dengan nama cendol, yang hingga kini menjadi bagian dari kuliner Asia Tenggara.

Secara tradisional, bahan dasar es dawet dibuat dari tepung beras atau tepung beras ketan, dengan pewarna hijau alami dari daun suji. Cara pembuatannya pun cukup sederhana. Adonan dawet dicetak menggunakan saringan berongga, kemudian digoyangkan hingga adonan jatuh membentuk butiran runcing yang khas. Karena menggunakan tepung beras, tekstur dawet cenderung lebih lembut dibanding cendol yang lebih kenyal.

Dari catatan prasasti kuno hingga buku resep kolonial, cendol dan dawet membuktikan diri sebagai warisan kuliner Nusantara yang bertahan lintas zaman. Kini, minuman manis dan menyegarkan ini tak hanya menjadi bagian dari tradisi masyarakat Jawa, tetapi juga telah menjadi ikon kuliner Asia Tenggara yang dikenal luas hingga mancanegara

Apa beda cendol dan dawet? Cendol dibuat dari tepung beras dan pandan, dibentuk lebih besar dan kenyal. Santannya juga kental, jadi pas diminum rasanya gurih-manis banget. Itu yang bikin beda sama es dawet.

Di sisi lain, penjual es dawet, Sari, menambahkan, dawet biasanya dibuat lebih halus dan tipis, air gula merahnya lebih banyak. Orang yang suka minuman segar encer biasanya lebih memilih dawet daripada cendol yang lebih ‘padat’.

Selain tekstur dan kekentalan santan, cara penyajian juga sedikit berbeda. Es cendol sering disajikan di mangkuk atau gelas pendek, sementara es dawet kadang disajikan dalam gelas tinggi, cocok diminum sambil jalan-jalan di pasar.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rhoma Irama Siap Guncang Panggung Konser Guns N’ Roses

23 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Totalitas Caitlin Halderman Bawa ‘The Hidden Hand’ Jadi Nomor Satu di Viu

22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Cerita Beragam Ini Deretan Dracin Pantas Ditonton

18 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Sydney Sweeney Masuk Favorit Bond Girl 2026

9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Facebook Berubah Jadi Mirip TikTok, Isinya Video Semua

7 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Tulisan Angelina Jolie Bikin Pusing Netizen

5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Trending di Life Style