Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Life Style

Cara Mencegah Orang Bunuh Diri Tapi Tidak Beragama, Tips dari Thailand

badge-check


					Cara Mencegah Orang Bunuh Diri Tapi Tidak Beragama, Tips dari Thailand Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, BANGKOK– Regis Machdy, seorang psikolog yang kini praktik sebagai konselor kesehatan mental di Thailand, membagikan pengalaman penting dalam menghadapi klien yang mengalami pikiran bunuh diri namun tidak beragama.

Dalam video yang diunggah ke Instagram pribadinya pada 16 Juli 2025, Regis menekankan pentingnya pendekatan empatik yang tidak menghakimi dan bebas dari asumsi berbasis agama.

Regis, yang pernah mengalami depresi berat selama 10 tahun, menceritakan pengalamannya saat ditangani oleh seorang psikolog yang menyarankannya untuk berzikir seribu kali. “Yes, I did that. Dan akhirnya apa? Nggak ngaruh, saya jadi makin males ibadah,” ujarnya. Ia menilai pendekatan semacam itu tidak efektif, terutama bagi individu yang tidak memiliki latar belakang religius.

Dalam praktiknya di Thailand, Regis menangani banyak klien muda dari berbagai negara dan latar belakang, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kaya tapi tidak memiliki keyakinan agama.

Menurutnya, pendekatan psikologis yang hanya berlandaskan nilai-nilai agama tidak selalu relevan dan bisa menimbulkan jarak. “Kita nggak bisa bawa value Indonesia yang rasa paling benar, paling suci, dan hanya pakai solusi agama,” tegasnya.

Berikut delapan pendekatan yang digunakan Regis saat menghadapi klien dengan pikiran bunuh diri:

1. Dengarkan dengan empati tanpa menghakimi.
Ucapkan, “Ada apa? Ada yang bisa aku bantu? Aku di sini.” Hindari komentar seperti “Harusnya kamu bersyukur,” yang justru bisa menambah tekanan.

2. Tanyakan tentang hobi mereka.
Gali kembali hal-hal kecil yang pernah membuat mereka bersemangat. “Kadang mereka cuma butuh diingatkan, bukan dipaksa bahagia,” kata Regis.

3. Bahas tentang mimpi atau hal yang ditunggu.
Mimpi kecil seperti menonton konser, belajar masak, atau menabung untuk traveling bisa menjadi jangkar emosional yang membuat mereka bertahan.

4. Validasi perasaan lelah mereka.
Ucapan seperti “Pasti capek jadi kamu” atau “Hidup sendirian itu berat” bisa sangat berarti.

5. Tawarkan kehadiran tanpa syarat.
“Aku di sini, aku dengerin kamu, kapanpun kamu butuh cerita,” adalah bentuk dukungan yang nyata.

6. Ajak melakukan aktivitas kecil yang menenangkan.
Jalan kaki, melihat langit, atau mencium aroma terapi bisa memberi rasa nyaman dan koneksi dengan tubuh.

7. Hindari kata-kata seperti ‘harus kuat’.
Gantikan dengan, “Nggak apa-apa kamu sedih.” Regis menekankan bahwa yang menyelamatkan bukan kekuatan, tapi koneksi.

8. Pastikan apakah ada rencana konkret untuk bunuh diri.
Jika sudah masuk tahap perencanaan, maka pendekatannya harus berbeda dan memerlukan intervensi profesional segera.

Regis menutup videonya dengan mengingatkan bahwa membantu orang yang sedang berada di titik rendah tidak harus selalu dengan ‘menyelamatkan’, tapi cukup dengan hadir, mendengarkan, dan memberi ruang. “Kadang hal-hal ringan membuat kita ngerasa hidup ini tidak berat,” ujarnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dr. Wong Chung Chek, The Most Wanted Doctor, Ahli Bedah Tulang Belakang Terkemuka di Asia-Pasifik

1 Juli 2026 - 13:55 WIB

Ini yang Terjadi pada Tubuh ketika Anda tidak Berhubungan Seks Sebulan

30 Juni 2026 - 21:42 WIB

Bintang Inggris dan Komentator ITV Pamer Perut Kencang di Samping David Beckham

30 Juni 2026 - 21:01 WIB

Dr. Lee Woo Guan, Ahli Bedah Ortopedi Bertangan Dewa

29 Juni 2026 - 16:19 WIB

Reporter Paling Glamor di Piala Dunia 2014 Masih Memukau

28 Juni 2026 - 20:45 WIB

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Fans Sepakbola Ini Disangka Produk AI Saking Cantiknya

26 Juni 2026 - 19:32 WIB

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Makanan Rusak saat Listrik Padam

24 Juni 2026 - 18:44 WIB

Facebook Dipenuhi Video Porno, Cukup Satu Kta Kunci Pencarian

24 Juni 2026 - 18:21 WIB

Trending di Life Style