Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, BRONX NEW YORK- Kebun Binatang Bronx di New York menggunakan metode unik untuk memberi makan anak burung bangkai (king vulture) yang baru menetas. Metode ini dilakukan karena burung bangkai jenis ini sering kali menelantarkan anaknya, sehingga intervensi manusia diperlukan agar anak burung bisa bertahan hidup.
Namun, agar anak burung tidak terlalu dekat atau terikat secara emosional dengan manusia (imprinting), para staf kebun binatang menggunakan boneka tangan (hand puppet) yang dibuat menyerupai burung bangkai dewasa.
Boneka ini digunakan untuk menyuapi anak burung setiap hari, sehingga burung tetap mengembangkan naluri dan perilaku alami spesiesnya.
Selain itu, seekor burung bangkai dewasa juga ditempatkan di kandang terpisah yang berdekatan, agar anak burung bisa mengamati perilaku burung bangkai yang benar dan belajar dari contoh tersebut.
Teknik menyuapi dengan boneka tangan ini telah digunakan Bronx Zoo selama lebih dari 40 tahun, termasuk untuk membesarkan anak burung kondor Andes dan kondor California yang terancam punah. Teknik ini terbukti efektif dan telah membantu upaya pelestarian beberapa spesies burung langka.
Jadi, berita bahwa Kebun Binatang Bronx “membuat burung bangkai” agar mudah menyuapi anaknya kurang tepat. Yang benar, mereka membuat boneka tangan berbentuk burung bangkai untuk menyuapi anak burung, demi memastikan kelangsungan hidupnya tanpa membuatnya terlalu terikat pada manusia.
Burung bangkai, khususnya beberapa jenis seperti kondor California, termasuk satwa yang dilestarikan dan memiliki status konservasi yang terancam. Kondor California tercatat dalam Daftar Merah IUCN dengan status Kritis (Critically Endangered), yang berarti populasinya sangat menurun dan membutuhkan upaya pelestarian yang serius.
Secara umum, banyak jenis burung bangkai dan burung pemakan bangkai lainnya juga masuk dalam kategori konservasi yang berbeda-beda, mulai dari rentan hingga kritis, tergantung pada spesies dan kondisi habitatnya.
Oleh karena itu, burung bangkai termasuk dalam satwa yang dilindungi dan menjadi fokus program konservasi di berbagai kebun binatang dan lembaga pelestarian satwa.
Jadi, burung bangkai memang termasuk satwa yang dilestarikan karena status populasinya yang rentan hingga kritis di alam liar.**