Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Life Style

BBM E10 Lonceng Kematian Motor 2-Tak

badge-check


					Kawasaki Ninja tak cocok untu BBM E10 Perbesar

Kawasaki Ninja tak cocok untu BBM E10

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menetapkan kewajiban BBM kandungan etanol 10 persen (E10) di tahun 2026. Apakah BBM etanol 10 persen bisa diterima di motor 2-tak?

Sebenarnya tidak banyak pabrikan motor yang masih menjual motor bermesin 2-tak, sejauh ini hanya terdapat Yamaha dan Kawasaki saja. Itupun motor khusus yang tidak bisa dipakai di jalan raya, alias hanya di sirkuit saja.

Meski sudah tidak dijual untuk motor jalan raya, namun masih banyak pecinta motor 2-tak di Indonesia yang masih merawat kuda besi tua tersebut.

Beberapa model bahkan menjadi barang kolektor, seperti Kawasaki Ninja 150 SS, Kawasaki Ninja 150 RR, Yamaha RX-King, Yamaha 125 Z, Yamaha Force 1, hingga Honda NSR 150 SP.

Ferry Nurul Fajar selaku Service Education Yamaha Indonesia Motor Mfg (YIMM) menyebutkan, saat motor bermesin 2-tak menggunakan BBM etanol 10 persen, dikhawatirkan pelumasan dari oli samping tidak maskimal.

“Yang dikhawatirin motor 2-tak itu oli samping pelumasannya tidak maksimal karena dampak etanol,” ujar Ferry ketika dihubungi Uzone.id.

“Dampak etanol yang ditakutkan di 2-tak adalah pertama menyerap air dan timbul korosi, kedua hasil pembakaran tidak maksimal, ketiga mengurangi kualitas pelumasan oli samping,” lanjutnya.

Seperti diketahui, motor bermesin 2-tak membutuhkan oli samping untuk bercampur dengan bensin sebelum terbakar di dalam mesinnya.

Sehingga jika BBM E10 mengurangi pelumasan oli samping bisa membuat gesekan tinggi dan panas mesin yang berakibat pada kemacetan pada piston.

“Jika bahan bakar E10 mengakibatkan dampak di atas maka (penggunaan BBM E10) tidak disarankan (pada motor 2-tak),” jelasnya.

Sebelumnya Ferry juga mengatakan BBM etanol memiliki kandungan air yang bisa memberikan efek samping pada mesin.

“Oksidasi etanol yang ditakutin itu air, tergantung jumlah kandungan air-nya. Lama-lama pasti ada efek ke mesin,” sebutnya.

Ferry menilai, jika pada motor lama harus memperhatikan nilai oktan pada BBM yang digunakan, karena mesin-mesin jaman dahulu biasanya memiliki kompresi yang rendah.

Perlu diketahui, keputusan Bahlil mengenai implementasi E10 sudah masih menjadi topik hangat selama beberapa pekan ini.

Menteri ESDM itu bahkan mengatakan Presiden Prabowo Subianto menyetujui mandatori campuran etanol 10 persen untuk BBM.

Alasannya, penggunaan etanol 10 persen adalah untuk mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap impor BBM.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dr Lee woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Fans Sepakbola Ini Disangka Produk AI Saking Cantiknya

26 Juni 2026 - 19:32 WIB

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Makanan Rusak saat Listrik Padam

24 Juni 2026 - 18:44 WIB

Facebook Dipenuhi Video Porno, Cukup Satu Kta Kunci Pencarian

24 Juni 2026 - 18:21 WIB

Presenter Piala Dunia ASAL Italia Ini Sosmednya Dibanjiri Ribuan Like

18 Juni 2026 - 19:47 WIB

Izabel Kovacic akan Panaskan Tribun Piala Dunia

17 Juni 2026 - 18:52 WIB

Fans Terseksi Piala Dunia Menurut Survei, Argentina Nomor Satu

16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Meski Neymar Tak Bermain, Pacarnya Pamer Tubuh Seksi di Piala Dunia 2026

15 Juni 2026 - 20:01 WIB

Kecantikan Brasil Ciptakan Sensasi di Piala Dunia 2026

14 Juni 2026 - 19:28 WIB

Trending di Life Style