Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Bahu Laweyan, Mitos Jawa Penuh Teror yang Menyebut Perempuan sebagai Pembawa Petaka

badge-check


					Clara Bernadeth - Aurra Kharisma Perbesar

Clara Bernadeth - Aurra Kharisma

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM-Dunia mistis Jawa selalu menyimpan kisah-kisah menyeramkan yang diwariskan turun-temurun. Salah satunya adalah Bahu Laweyan, sebuah mitos kelam yang menyebut sosok perempuan sebagai pembawa malapetaka.

Kisah Bahu Laweyan ini tidak hanya membuat bulu kuduk merinding, tetapi juga menyimpan simbolisme tentang nasib perempuan yang sering kali dikambinghitamkan dalam sejarah.

Dalam cerita rakyat Jawa, Bahu Laweyan digambarkan sebagai sosok perempuan yang hidupnya tragis.

Ia dipercaya membawa kesialan bagi siapa saja yang berada di dekatnya. Musibah, kematian, hingga kehancuran sering dikaitkan dengan kehadirannya.

Nama “Bahu Laweyan” sendiri terdengar puitis, tapi justru menyimpan makna suram karena lekat dengan kutukan dan penderitaan.

Perempuan sebagai Sumber Petaka

Ciri khas dari mitos Bahu Laweyan adalah penggambaran perempuan sebagai biang kerok atas bencana yang terjadi.

Dalam masyarakat patriarkis, narasi ini kerap dijadikan alasan untuk menyalahkan perempuan, bahkan ketika mereka sebenarnya adalah korban keadaan.

Inilah yang membuat Bahu Laweyan tidak menjadi sekadar kisah horor, tapi juga cerminan bagaimana mitos sering digunakan untuk membentuk stigma sosial.

Aura Mistis yang Tak Lekang Waktu

Meski lahir dari cerita lama, Bahu Laweyan tetap relevan di masa kini. Bagi sebagian orang, kisah ini menjadi pengingat akan energi gaib yang dipercaya masih mengelilingi kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa.

Namun, bagi yang lain, Bahu Laweyan adalah simbol kritik terhadap bagaimana perempuan ditempatkan dalam posisi yang rentan.

Dari Cerita Rakyat ke Layar Lebar

Menariknya, mitos Bahu Laweyan kini diangkat ke layar bioskop lewat film horor terbaru karya Fajar Nugros berjudul Perempuan Pembawa Sial.

Film ini menggabungkan teror horor modern dengan akar budaya Jawa, menghadirkan pengalaman menonton yang bukan hanya bikin merinding, tetapi juga sarat makna.

Telah tayang di bioskop sejak 18 September 2025, film Perempuan Pembawa Sial yang mengangkat mitos Bahu Laweyan menghadirkan teror sekaligus membuka ruang diskusi tentang legenda Jawa yang jarang tersentuh.

Cerita horor berlatar Yogyakarta ini, diperankan oleh sejumlah artis ternama. Ada Raihaanun sebagai Mirah, Clara Bernadeth sebagai Puti, Morgan Oey sebagai Bana, serta sejumlah artis lainnya.***

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cara Buat WhatsApp Offline Padahal Online

20 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Lagu Ikonik Kebyar Kebyar Diciptakan saat Gombloh Kerokan

19 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Wajah Anak Tak Diekspos Mahalini Tuai Pro Kontra

18 Agustus 2026 - 21:08 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Siti Si Vampir Tayang Oktober 2026, Satine Zaneta Jadi Pemeran Utama

6 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Lagu Terbaru No Na ‘honk!’ Buktikan Musik Indonesia Bisa Mendunia

3 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

28 Juli 2026 - 20:09 WIB

Putri Kamboja Menciptakan Sensasi di Piala ASEAN 2026

26 Juli 2026 - 19:34 WIB

Drama di Balik Gol Juara Ferran Torres, Putus Cinta Jelang Final Piala Dunia

22 Juli 2026 - 18:31 WIB

Trending di Life Style