Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

AS Tunda Kenaikan Tarif seluruh Negara Kecuali Cina, Malah Naik 125 Persen

badge-check

Pneulis: Jacobus E. Lato   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, WASHINGTON– Donald Trump sedang mendendangkan lagu ‘Poco Poco’ setelah ngegas pengenaan tarif ternyata dia sendiri yang menundaan perang dagang selama 90 hari ini tidak berlaku kepada Cina.

Pada akun media sosial Truth Social, Trump justru menaikkan tarif impor ke Cina  menjadi 125 persen dan segera berlaku. Alasannya karena Cina  ogah negosiasi dan malah menyerang balik AS.

“Karena kurangnya rasa hormat yang ditunjukkan Cina terhadap pasar dunia, saya dengan ini menaikkan tarif yang dikenakan kepada Cina oleh Amerika Serikat menjadi 125 persen. Berlaku segera,” jelas Trump.

Sebaliknya, dan berdasarkan kenyataan bahwa lebih dari 75 negara telah menghubungi Perwakilan Amerika Serikat, termasuk Departemen Perdagangan, Departemen Keuangan, dan USTR (Perwakilan Dagang AS), untuk merundingkan solusi atas isu-isu yang sedang dibahas terkait Perdagangan, Hambatan Perdagangan, Tarif, Manipulasi Mata Uang, dan Tarif Non-Moneter.

“Serta bahwa negara-negara ini, atas saran kuat dari saya, tidak melakukan pembalasan dalam bentuk apa pun terhadap Amerika Serikat, maka saya telah mengizinkan tunda selama 90 hari, dan penurunan besar terhadap Tarif Timbal Balik selama periode ini, menjadi 10 persen, juga berlaku segera,” katanya.

Dibalas 84 Presen

Menghadapi serangan Amerika itu, Cina tan mundur seinci pun, negeri tirai bambau itu justru mengumumkan tarif balasan sebesar 84% untuk impor produk asal Amerika Serikat pada Rabu, 9 April 2025.

Langkah ini merupakan respons terhadap keputusan Presiden AS, Donald Trump, yang memberlakukan tarif 104% (sekarang malah naik lagi 125 persen) terhadap seluruh barang asal Cina.

Cina sebelumnya menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan AS. Beijing menyebut langkah AS sebagai bentuk pemerasan dan menyatakan siap untuk terus melawan.

“Ancaman pihak AS untuk meningkatkan tarif terhadap China adalah sebuah kesalahan di atas kesalahan. Sekali lagi mengekspos sifat pemerasan pihak Amerika,” kata Kementerian Perdagangan Cina.

“Jika perang adalah yang diinginkan AS, entah itu perang tarif, perang dagang, atau bentuk perang lainnya, kami siap berperang hingga akhir,” tegasnya. Selain Cina, 90 negara lainnya juga terdampak, termasuk Indonesia, yang kini menghadapi tarif impor sebesar 32%. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Puluhan Ibu dan Anak Diangkut ke RSUD Kalisari, Diduga Keracunan PMT dari Posyandu Rawabelang Batang

23 September 2026 - 00:21 WIB

Kasus Hoki Minaya Terulang di Lumajang, Holi Menguber dan Tabrak Pencuri Motor Miliknya Hingga Tewas di Ranuyoso

22 September 2026 - 20:34 WIB

Pejabat, Jenderal TNI dan Ulama Dalam Kasus TPPU Rp237 M, Gus Yazid Cabut BAP atas Letjen Widi Prasetijono

22 September 2026 - 14:50 WIB

Menelisik Akar Terorisme (59): Masyarakat Rahasia Tiongkok

21 September 2026 - 22:40 WIB

Jaksa Tuntut 8 Tahun 6 Bulan, Pendukung Sudewo Ngamuk di PN Tipikor Jakarta

21 September 2026 - 22:16 WIB

Valuta Asing Rp2,8 M Disimpan di Plafon Rumah Madyopura Malang, Jejak Gatot Heroe Pejabat Dirjen Bea Cukai

21 September 2026 - 20:46 WIB

Kian Liar, AI Gemini Bobol 3 Perusahaan Nyata Saat Uji Coba Keamanan

21 September 2026 - 18:49 WIB

5 Kepsek SDN Tebingtinggi Dicopot, Gegara Tolak Serahkan Revitalisasi Rp2,44 M yang Ditunjuk Diknas

21 September 2026 - 18:04 WIB

PT Annisa Ahmada Diduga Pakai Sistem Ponzi: Rekrut 4.000 Pendaftar Umrah, Taksir Kerugian Rp120 M

21 September 2026 - 10:24 WIB

Trending di News