Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Angka Kemiskinan Indonesia Sentuh Titik Terendah dalam Sejarah, Kesenjangan Melebar

badge-check


					Angka kemiskinan turun, kesenjangan melebar/Shutterstock Perbesar

Angka kemiskinan turun, kesenjangan melebar/Shutterstock

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan signifikan pada periode September 2024.

Jumlah penduduk miskin tercatat sebesar 24,06 juta orang, atau berkurang 1,16 juta orang dibandingkan dengan data pada Maret 2024.

“Persentase penduduk miskin terhadap total populasi Indonesia pada September 2024 mencapai 8,57 persen, turun sebesar 0,46 poin persentase dibandingkan Maret 2024,” urai Amalia Adininggar Widyasanti, Pelaksana Tugas Kepala BPS, dalam rilis yang disampaikan di Jakarta, Rabu (15/1).

Pencapaian ini menandai angka kemiskinan terendah yang pernah tercatat di Indonesia sejak pertama kali diumumkan oleh BPS pada tahun 1960.

Amalia menambahkan, “Ini adalah pertama kalinya Indonesia mencatat angka kemiskinan dengan digit depan 8, sebuah pencapaian yang belum pernah tercatat di tahun-tahun sebelumnya.”

Penurunan angka kemiskinan ini mencerminkan tren positif yang terjadi sejak pandemi COVID-19 pada tahun 2020.

Gini Rasio

Namun, meski jumlah orang miskin menurun, kesenjangan pendapatan antar kelompok masyarakat justru semakin melebar.

Rasio Gini, yang mengukur ketimpangan distribusi pendapatan, tercatat meningkat menjadi 0,381 pada September 2024, dibandingkan dengan 0,379 pada Maret 2024.

Rasio Gini adalah indikator ketimpangan yang semakin tinggi nilainya, semakin mencerminkan adanya ketimpangan yang lebih besar antara kelompok kaya dan miskin.

Nilai rasio Gini berkisar antara 0 hingga 1, dengan nilai 0 menunjukkan distribusi pendapatan yang merata, dan nilai 1 menunjukkan ketimpangan sempurna.

Selain itu, ketimpangan kemiskinan antar wilayah juga masih terasa, dengan tingkat kemiskinan di pedesaan sebesar 11,3 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kemiskinan di perkotaan yang tercatat sebesar 6,66 persen.

Papua Pegunungan mencatatkan angka kemiskinan tertinggi, yaitu 29,66 persen, sementara Bali tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kemiskinan terendah, yaitu 3,80 persen.

Amalia juga mengungkapkan bahwa 52,45 persen dari total penduduk miskin Indonesia, yaitu sebanyak 12,62 juta orang, masih terkonsentrasi di Pulau Jawa disusul Pulau Sumatra menyumbang 21,82 persen. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BPOM Ungkap Mayoritas Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok

16 Juli 2026 - 19:49 WIB

Pegawai Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Digaji Rp76.000, Menteri Buka Suara

15 Juli 2026 - 20:11 WIB

Komdigi Temukan Ribuan Rekening Bank & Akun E-Wallet Terindikasi Judi Online, BCA Terbanyak

15 Juli 2026 - 19:47 WIB

Bupati Gresik Pulangkan.Puluhan Anak Pekerja Migran di Malaysia

14 Juli 2026 - 10:52 WIB

Babak Baru Kasus Penipuan PPPK Pemkab Gresik, Staf Dinas PMD Jadi Tersangka

14 Juli 2026 - 09:54 WIB

Jangan Panik! Beras Anda Aman dari Kutu dengan Trik Sederhana

13 Juli 2026 - 20:22 WIB

Daftar Harga BBM di SPBU Pertamina, BP, Shell, dan VIVO

13 Juli 2026 - 20:07 WIB

5 Kereta Api Ini Menjalani Relasi Terjauh di Indonesia

12 Juli 2026 - 19:05 WIB

Langkah-Langkah Menjaga Kesehatan di tengah Fenomena El Nino

12 Juli 2026 - 18:55 WIB

Trending di Nasional