Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, GAYO LUES- Adik kandung temukan dr. Shanti Hastuti dalam kondisi membusuk di kediamannya di Desa Raklunung, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Sabtu, 21 Maret 2026, sekitar pukul 10.55 WIB.
Orang yang pertama menemukan adik kandungnya, Norman, saat berkunjung untuk silaturahmi Idul Fitri. Anak dr. Shanti Hastuti sedang menempuh pendidikan di Banda Aceh saat jasad ibunya ditemukan pada 21 Maret 2026.
Saat ditemukan, posisi korban telentang di lantai dua rumahnya dengan kepala tertutup selimut, tangan diikat ke belakang menggunakan kabel listrik, dan mulut disumpal kain hitam. Jasad sudah mengeluarkan bau menyengat, menandakan proses menyengat.
Shanti Hastuti adalah dokter umum yang bertugas di Puskesmas Uring, Kecamatan Pining. Ia berstatus janda dengan satu anak, mantan ibu Bhayangkari.
Korban tinggal sendiri di rumah mewah peninggalan orang tua yang juga digunakan untuk praktik dokter di pinggir Jalan Nasional Blangkejeren-Kutacane.
Kondisi jasad mengarah pada dugaan pembunuhan, dan kasus yang dilaporkan ke Polres Gayo Lues untuk olah TKP serta visum di RSUD Muhammad Ali Kasim. Polisi terus menyelidiki motif dan pelaku.
Disebutkan Bripka Ilham dari Tim Satreskrim Polres Gayo Lues. Setelah menerima informasi, tim kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian.
“Kami terus mencari penyebab kematian dr. Shanti Hastuti setelah keluar hasil otopsi dari RSUD Muhammad Ali Kasim di Sangir yang belum juga keluar,” tegasnya.
Jasad dokter umum yang bertugas di Puskesmas Uring, Kecamatan Pining, ditemukan terlentang di ranjang kamar lantai dua rumahnya. Bau menyengat memenuhi ruangan saat ditemukan.
Dokter Shanti dikenal sebagai sosok yang mengabdikan diri untuk masyarakat. Ia adalah seorang janda dengan satu anak yang sedang menempuh pendidikan di Banda Aceh.
Kematiannya tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat luas. Publik dan keluarga terus menunggu kepastian terkait penyebab kematian, sementara pertanyaan tentang siapa yang melakukan perbuatan tersebut dan mengapa masih belum terjawab.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa terjadi di mana saja, bahkan di tempat yang seharusnya aman. Semoga kebenaran segera terungkap dan korban mendapatkan keadilan yang layak. **







