Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

536 Rumah Warga Terendam Banjir di Tiga Kecamatan Mojokerto, Malam Takbir Hingga Lebaran I

badge-check


					Petugas BPBD Kabuupaten Mojokerto bekerja keras membantu dan melakukan perotolongan warag yang terdampak banjir dari malam takbir hingga Lebaran pertama, akibat hujan deras Kamis-Jumat, 19-20 Maret 2026. Foto: Instagram@updatemojokerto Perbesar

Petugas BPBD Kabuupaten Mojokerto bekerja keras membantu dan melakukan perotolongan warag yang terdampak banjir dari malam takbir hingga Lebaran pertama, akibat hujan deras Kamis-Jumat, 19-20 Maret 2026. Foto: Instagram@updatemojokerto

Penulis: Gandung Kardiyono  |  Editor Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MOJOKERTO– Banjir besar melanda Kabupaten Mojokerto sejak malam takbir, Kamis – Jumat (19-20 Maret 2026), tanggul Sungai Sadar jebol merendam  536 rumah warga sedikitnya di tiga kecamatan Mojoanyar, Bangsal dan Mojosari.

Persitiwa itu terjadi sejak malam takbir hingga  hingga hari pertama Lebaran Idul Fitr, dengan rata-rata genangan ketinggian air mencapai sekitar 30–80 cm, bahkan ada yang mendekati seperut orang dewasa.

Banjir di Mojokerto saat Lebaran 2026 disebabkan oleh kombinasi hujan dengan curah tinggi yang berlangsung cukup lama dan lemahnya kapasitas saluran air serta sungai setempat, khususnya di sekitar Sungai Sadar dan daerah hilir Bangsal–Mojoanyar.

Kalaksa (Kepala Pelaksana) BPBD Kabupaten Mojokerto Ir. Rinaldi Rizal Sabirin, S.T., M.BA. menyampaikan informasi terkait data banjir dan dampak yang terjadi selama dua hari dihantam banjnir.

Ia menyebutkan hujan deras sejak Jumat malam (20 Maret 2026) menyebabkan debit Sungai Sadar meningkat drastis, sehingga tanggul sungai jebol di beberapa titik dan air melimpah ke permukiman warga.

Curah hujan tinggi ini juga memperluas genangan ke beberapa desa seperti Jumeneng, Tinggar Buntut, dan sejumlah desa di Kecamatan Bangsal dan Mojoanyar, dengan ratusan rumah terendam saat Lebaran.

Pintu air (dam/air sungai) tersumbat sampah dan potongan kayu, ditambah bentang pintu air yang sempit, sehingga aliran air tidak lancar dan banjir sulit surut.

Selain itu, adanya pendangkalan sungai, penyempitan drainase, dan aktivitas permukiman di sekitar bantaran sungai memperburuk luapan dan menghambat sirkulasi air.

Pernyataan lengkap Rinaldi Rizal Sabirin (Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto) tentang banjir ini tidfak disampaikan secara utuh, melainkandapat  tetapi dapat ditemukan beberapa potongan yang terangkum sebagai berikut:

Ia menyebut banjir di 4 desa (Jumeneng, Tinggar Buntut, Kedung Gempol, Jotangan) merendam 536 rumah warga, dengan sebagian ketinggian air di jalan kampung mencapai 60–80 cm dan di dalam rumah 20–30 cm.​

  • Ia menjelaskan bahwa di Desa Jumeneng, banjir melanda Dusun Kuripan dan Balongcangkring, merendam puluhan rumah, menyebabkan ratusan jiwa terdampak, serta menggenangi sekitar 22 hektare sawah.​

  • Di Desa Tinggar Buntut (Bangsal), ia menyatakan banjir melanda Dusun Buntut dan Tinggar, dengan total 330 rumah dan sekitar 970 jiwa terdampak, termasuk 124 lansia (usia 58–88 tahun) dan 57 balita (usia 1–5 tahun).​

  • Di Desa Kedung Gempol, ia menyebut banjir menggenangi 10 rumah warga dengan ketinggian air sekitar 10 cm di rumah dan 20 cm di jalan kampung, serta merendam 21 hektare lahan pertanian.​

  • Di Desa Jotangan, ia menyampaikan bahwa 50 rumah terendam, dan beberapa warga mengungsi ke balai desa atau rumah kerabat karena kondisi banjir jelang Lebaran.​

  • Ia juga menjelaskan bahwa tren air sudah mengalami penurunan, meski sebagian permukiman masih tergenang, dan BPBD bersama Dinas PUPR serta masyarakat terus melakukan pembersihan sumbatan di pintu air (dam) Sungai Sadar dan perbaikan tanggul yang jebol.​

Secara ringkas, Rinaldi menekankan bahwa jumlah rumah terdampak mencapai 536, ratusan jiwa terkena banjir, termasuk lansia dan balita, serta banjir dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Sadar dan sumbatan pintu air akibat sampah, sambil memastikan bahwa penanganan dan penurunan air sudah berlangsung.​

Desa Kecamatan Jumlah rumah terdampak Catatan singkat
Jumeneng Mojoanyar 146 rumah Tanggul Sungai Sadar jebol, sebagian warga mengungsi.
Tinggar Buntut Bangsal 330 rumah Dua dusun parah, banyak warga tak bisa berlebaran normal.
Kedung Gempol Mojosari 10 rumah ​ Genangan akibat luapan sungai dan pintu air tersumbat.
Jotangan Mojosari 50 rumah ​ Warga mengungsi ke balai desa dan rumah kerabat.

Sumber: rekaman digital. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemakzulan Disetujui, Mendagri Copot Bupati Gowa, Sitti Husniah: Saya Lawan Lewat PTUN

15 Oktober 2026 - 10:23 WIB

63 Siswa SMA dan SD di Konawe Keracunan MBG, Korban Dirawat Puskesmas Angata

14 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Menelisik Akar Terorisme (68): 550.000 Penunggang Kuda Berwajah Pucat

14 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Trending di News