Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Tren Pernikahan Menurun, 69,75% Pemuda Indonesia Masih Melajang, Ini Penyebabnya

badge-check


					Pernikahan menurun karena pendidikan dan kesempatan kerja/ist Perbesar

Pernikahan menurun karena pendidikan dan kesempatan kerja/ist

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Tren pernikahan di kalangan pemuda Indonesia terus mengalami penurunan dalam satu dekade terakhir.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan Statistik Pemuda Indonesia 2015-2024 menunjukkan jumlah pemuda yang belum menikah terus meningkat setiap tahunnya.

Berdasarkan definisi dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009, pemuda adalah warga negara Indonesia berusia 16-30 tahun.

Pada 2024, jumlah pemuda mencapai 64,22 juta jiwa atau sekitar seperlima dari total populasi Indonesia.

Dari jumlah tersebut, komposisi pemuda laki-laki dan perempuan tidak jauh berbeda, dengan rasio jenis kelamin sebesar 102,44—artinya, terdapat sekitar 102 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.

Sebagian besar pemuda Indonesia tinggal di perkotaan, yakni 60,72 persen, sementara sisanya (39,28 persen) berada di pedesaan.

Jika dilihat berdasarkan wilayah, lebih dari separuh pemuda (54,71 persen) terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Berdasarkan data BPS 2024, sebanyak 69,75 persen pemuda Indonesia masih berstatus lajang, sementara yang sudah menikah hanya 29,10 persen, dan sisanya 1,15 persen berstatus cerai hidup atau cerai mati.

Angka pemuda yang belum menikah meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 68,29 persen, serta jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2015 yang hanya sebesar 55,79 persen.

Dalam kurun waktu satu dekade, terjadi kenaikan 20 persen jumlah pemuda yang belum menikah.

Kenaikan paling signifikan terjadi antara 2022 dan 2023, dengan lonjakan 3,73 persen dari 64,56 persen menjadi 68,29 persen.

Faktor Penyebab

Ada sejumlah faktor yang mendorong semakin berkurangnya angka pernikahan di kalangan pemuda.

Salah satunya adalah meningkatnya kesempatan dalam pendidikan dan dunia kerja, yang membuat banyak pemuda menunda pernikahan demi mengejar pendidikan lebih tinggi dan karier.

Selain itu, tekanan sosial untuk segera menikah juga semakin berkurang, seiring dengan perubahan pola pikir generasi muda.

Faktor ekonomi juga menjadi alasan utama. Kebutuhan hidup yang semakin mahal serta standar hidup layak yang semakin tinggi membuat banyak pemuda berpikir ulang sebelum menikah.

Biaya pernikahan, harga rumah, serta kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat menjadi pertimbangan serius bagi mereka yang ingin membangun rumah tangga.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) merekomendasikan usia ideal menikah bagi perempuan adalah 21 tahun dan laki-laki 25 tahun.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cara Buat WhatsApp Offline Padahal Online

20 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Lagu Ikonik Kebyar Kebyar Diciptakan saat Gombloh Kerokan

19 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Wajah Anak Tak Diekspos Mahalini Tuai Pro Kontra

18 Agustus 2026 - 21:08 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Siti Si Vampir Tayang Oktober 2026, Satine Zaneta Jadi Pemeran Utama

6 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Lagu Terbaru No Na ‘honk!’ Buktikan Musik Indonesia Bisa Mendunia

3 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

28 Juli 2026 - 20:09 WIB

Putri Kamboja Menciptakan Sensasi di Piala ASEAN 2026

26 Juli 2026 - 19:34 WIB

Drama di Balik Gol Juara Ferran Torres, Putus Cinta Jelang Final Piala Dunia

22 Juli 2026 - 18:31 WIB

Trending di Life Style