Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Yogya Mencekam, Sri Sultan Turun Tangan Temui Demonstran di Depan Polda Kamis Dinihari

badge-check


					Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis dini hari, 29 Oktober 2026, turun tangan meredam amuk masa di depan Polda DIY. Foto: Ist Perbesar

Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis dini hari, 29 Oktober 2026, turun tangan meredam amuk masa di depan Polda DIY. Foto: Ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, YOGYAKARTA – Menyusul meluasnya kericuhan unjuk rasa yang membuat suasana Kota Yogyakarta mencekam hingga Kamis dini hari 29‑10‑2026.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan pernyataan resmi untuk meredam ketegangan sekaligus menjelaskan sikapnya terhadap rangkaian peristiwa tersebut.

Dalam pernyataannya, Sultan menegaskan bahwa unjuk rasa merupakan hak konstitusional setiap warga negara untuk menyuarakan aspirasi.

Namun, kebebasan itu tidak dapat dibenarkan jika diiringi perusakan fasilitas umum atau perbuatan vandalisme.

“Kita berhak menyuarakan pendapat, tetapi tidak berhak merusak milik bersama yang telah dibangun untuk kepentingan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Sultan juga menyayangkan munculnya pola‑pola aksi anarkis yang dinilai meniru tren dari luar negeri, seperti coret‑coret bangunan umum dan pelemparan petasan.

Menurut sultan hal‑hal tersebut tidak sesuai dengan budaya gotong‑royong dan sopan santun masyarakat Yogyakarta yang telah diwariskan turun‑temurun.

Jaga Warga

Terkait keberadaan kelompok Jaga Warga, Sultan meluruskan narasi yang beredar di masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa kelompok tersebut bergerak sebagai penjaga keamanan lingkungan secara gotong‑royong atau polisi sipil, bukan dibentuk untuk berkonfrontasi dengan mahasiswa atau massa peserta aksi.

“Jaga Warga hadir untuk menjaga ketenteraman pemukiman warga, bukan untuk bertemu dalam bentrokan,” tegasnya.

Pada Kamis dini hari, Sultan turun langsung mendatangi lokasi massa berkumpul di depan Mapolda DIY untuk melakukan pendekatan persuasif.

Sultan menyampaikan rasa prihatin atas jatuhnya korban lukakuka dalam rangkaian peristiwa tersebut, serta menawarkan diri menjadi jembatan dialog antara massa dan pemerintah pusat.

Sultan bersedia meneruskan dokumen tuntutan resmi perwakilan massa, dengan syarat seluruh pihak segera menenangkan situasi dan menjaga ketertiban.

Sultan mengajak seluruh elemen masyarakat Yogyakarta untuk kembali mengedepankan musyawarah dan budaya damai dalam menyelesaikan perbedaan pendapat.

Pihak kepolisian DIY sendiri masih terus memantau perkembangan situasi guna mencegah perluasan kericuhan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Minyak Sawit RI Mengalir Sampai ke Israel Lewat Singapura Sejak 2023

28 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Kunjungan Pasca Kebakaran, Bupati Warsubi Janjikan Pasar Cukir Bisa Dioperasikan sebelum Idul Fitri 2027

28 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Pemkab Jombang Gelar Upacara Sumpah Pemuda, Ini Daftar Penghargaan Pemuda Berprestasi

28 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Truk Angkut 14 Sapi Tabrak Dua Truk, hingga Terguling di Perak Jombang

28 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Kinerja Disdikbud 2026, Wor Windari: Rerata Lama Sekolah di Jombang 9,15 Tahun Lampaui Program Nasional

28 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Meriahkan Operasi Patuh Semeru 2026 Satlantas Polres Gresik Bagikan Cokelat

28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Pemkab Gresik Lakukan Seleksi Sertifikasi BNSP Pelaku Kuliner

28 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Terjaring Operasi Patuh di Lumajang, Pelajar Nekat Terobos Hingga Menabrak Jatuh Wanita Polantas

27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jombang Terjadi Hujan Cukup Deras , Wiko Diaz: Ini Hujan Rekayasa Pemprov Jatim untuk Atasi Karhutla

27 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Trending di News