Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, SAMARINDA– Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Gerindra mendesak agar Gubernur Rudy Mas’ud mencabut pernyataannya, Jumat 24 April 2026.
Gerindra kaltim tuntut gubernur Rudy Mas’ud cabut pernyataan pengangkatan Hijrah sebagai staf ahli gubernur sama dengan Prabowo angkat hashim Djojohadikusumo.
Gerindra menegaskan tak pantad, kasus Hijrah Mas’ud menyeret nama Presiden Prabowo dan Hashim Djojohadikusumo secara keliru.
Kader Gerindra menilai pembelaan Rudy yang menyamakan penunjukan Hijrah Mas’ud dengan posisi Hashim di lingkar Presiden adalah penghinaan dan sudah melampaui batas.
Pokok persoalan
Polemik bermula saat Rudy membela penunjukan Hijrah Mas’ud dalam tim ahli gubernur dengan menyebutnya sebagai hak prerogatif, lalu membandingkannya dengan hubungan Prabowo dan Hashim Djojohadikusumo.
Pernyataan itu memicu reaksi keras dari kader Gerindra Kaltim, termasuk Andi Muhammad Afif Rayhan Harun.
Tuntutan Gerindra
Gerindra Kaltim disebut mendesak Rudy untuk tiga hal: menghentikan narasi yang menyeret nama Presiden, mencabut pernyataannya, dan meminta maaf secara terbuka kepada Prabowo serta Hashim.
Media lokal juga melaporkan bahwa kritik itu muncul dari internal partai dan disebarkan lewat poster pernyataan sikap [2][9].
Sebelumnya, nama Hijrah Mas’ud sudah muncul dalam struktur TAGUPP Kaltim yang dibentuk melalui keputusan gubernur, dan tim itu disebut dibiayai APBD Kaltim 2026.
Jadi, inti kontroversinya bukan hanya soal penunjukan, tetapi juga soal alasan pembenarannya yang dianggap menyinggung relasi keluarga Presiden.**







