Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, LUMAJANG- Gunung Semeru mengalami letusan pagi ini dengan peluncuran awan panas guguran hingga 6 km menuju Besuk Kobokan di kawasan Curah Kobokan, Lumajang, memicu peringatan dini melalui sistem alarm (EWS) setempat.
Status gunung tetap Siaga Level III, dan masyarakat diimbau waspada terhadap potensi guguran lanjutan serta lahar.
Sudah terdengar bunyi alamr di kawasan Curahkobokan, Lumajang selatan, dimana warga masyarakat diimbau untuk waspada, karena terjadi luncuran katerail panasa, dicampur air hujan sedang terjadi.
Tanggal ditetapkan pukul 05.54-06.27 WIB tanggal 14 Februari 2026, minimal 2.000 meter dengan amplifikasi seismik 25 mm.
Awan panas berarah tenggara ke Besuk Kobokan, kawasan Curah Kobokan yang dilengkapi Early Warning System (EWS) untuk mendeteksi guguran atau lahar secara real-time.
Peringatan Resmi
-
Jauhi radius 13 km dari puncak Semeru, khususnya sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan.
-
Aktivitas 500 meter dari tepi sungai Kobokan karena risiko luasnya awan panas hingga 17 km atau lahar hujan.
-
Larangan mendekati 5 km dari kawah akibat lontaran batu pijar; pantau aliran sungai seperti Besuk Bang, Kembar, dan Sat.
BPBD Lumajang melakukan pengamanan ketat melalui Pos Gunung Sawur dan telah memasang EWS di Curah Kobokan sejak bayi tahun lalu untuk sirine peringatan dini. Warga diimbau ikuti info resmi PVMBG/BPBD dan siapkan evakuasi jika alarm berbunyi lagi.
Gunung Semeru mencatat puluhan erupsi sejak awal Februari 2026, dengan intensitas vulkanik yang fluktuatif dan status tetap Siaga Level III. Aktivitas ini didominasi oleh gempa letusan, hembusan, dan peluncuran awan panas, terutama menuju Besuk Kobokan.
Kronologi Utama
-
1 Feb : Letusan pukul 21.12 WIB; 41 letusan dalam seminggu sebelumnya, amplitudo 22 mm.
-
5 Feb : Dua letusan dini hari (00.13 & 00.48 WIB), abu hingga 1.000 m; 97 gempa letusan dalam 24 jam.
-
10 Februari : Tiga letusan pagi, abu 1,000 m; Gempa 28 periode letusan 00.00-06.00 WIB.
-
11 Feb : Erupsi pukul 08.06 WIB; 24 erupsi dalam seminggu.
-
12 Feb : Erupsi malam, 14 gempa letusan pukul 12.00-18.00 WIB.
-
13 Feb : Letusan pagi (abu 1,000 m) & malam pukul 20.02 WIB; 39 erupsi seminggu.
-
14 Feb : Luncur awan panas 6 km pukul 05.54-06.27 WIB, abu 2,000 m.
Data PVMBG menunjukkan amplitudo gempa dengan konsistensi letusan 10-25 mm, durasi 60-166 detik, dengan guguran fluktuatif. Sebanyak 223 letusan Semeru sepanjang 2026 hingga awal Februari, teraktif di Indonesia.
Warga diimbau jauhi 13-17 km Besuk Kobokan, 5 km kawah, dan pantau lahar; EWS Curah Kobokan aktif. Total letusan Februari mencapai 100+ berdasarkan tren mingguan. **
**







