Menu

Mode Gelap

Internasional

Dewan Perdamaian Buatan Trump: Harapan Baru atau Ancaman?

badge-check


					Dewan Perdamaian Buatan Trump: Harapan Baru atau Ancaman? Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA– Presiden Donald Trump meresmikan inisiatif “Dewan Perdamaian” melalui upacara penandatanganan di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Kamis lalu. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai “hari yang sangat membanggakan, sudah lama disiapkan” sambil berdiri bersama hampir 20 pemimpin negara.

“Kita akan mewujudkan perdamaian di dunia. Dan kita semua adalah bintang,” ujar Trump. Inisiatif yang semula difokuskan pada pengawasan rekonstruksi Gaza itu kini berkembang menjadi organisasi global dengan mandat memediasi konflik internasional.

Dari sekitar 60 negara yang diundang, kurang lebih 35 menyatakan bergabung. Namun pembentukan dewan ini memicu ketegangan antara Amerika Serikat dan sejumlah sekutu Eropa. Prancis, Norwegia, Swedia, dan Slovenia menolak undangan dengan alasan inisiatif tersebut berpotensi melemahkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menteri Dalam Negeri Inggris, Yvette Cooper, menegaskan Inggris tidak akan menandatangani piagam Dewan Perdamaian karena kekhawatiran atas kemungkinan keterlibatan Presiden Rusia Vladimir Putin. “Kami tidak akan menjadi salah satu penandatangan karena ini adalah perjanjian hukum yang menimbulkan masalah lebih luas,” katanya kepada BBC. Keraguan kian menguat setelah Trump sebelumnya menyatakan dewan ini “mungkin” menggantikan PBB.

Di sisi lain, dukungan datang dari sejumlah negara Timur Tengah, antara lain Israel, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Qatar, Yordania, Turki, dan Bahrain. Dari Eropa, hanya Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán yang menyatakan bergabung. Ia menulis di media sosial: “Jika Trump, maka perdamaian.” Negara lain yang ikut serta meliputi Argentina, Belarus, Armenia, Azerbaijan, Pakistan, Indonesia, Kazakhstan, Uzbekistan, Vietnam, Maroko, dan Kosovo.

Piagam Dewan Perdamaian menetapkan Trump sebagai ketua tanpa batas waktu dengan kewenangan luas, termasuk hak veto, pemberhentian anggota, serta penunjukan pengganti. Keanggotaan permanen mensyaratkan kontribusi sebesar 1 miliar dolar AS pada tahun pertama, sementara negara yang tidak memenuhi ketentuan tersebut hanya memperoleh masa jabatan tiga tahun.

Komite eksekutif dewan ini diisi oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, Jared Kushner, serta mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Trump juga menyebut bahwa Putin telah menerima undangan, meski Kremlin menyatakan masih meninjau proposal tersebut.

Putin bahkan mengusulkan pembayaran biaya keanggotaan menggunakan aset Rusia yang dibekukan di negara-negara Barat. Sementara itu, Ukraina belum mengambil keputusan untuk bergabung. Presiden Volodymyr Zelenskyy menolak kemungkinan duduk bersama Rusia. “Rusia adalah musuh kami, dan Belarus adalah sekutu mereka,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Trump membela keputusannya mengundang sejumlah tokoh kontroversial. “Saya mengundang beberapa orang yang kontroversial, tetapi mereka adalah orang-orang yang menyelesaikan pekerjaan. Mereka adalah orang-orang yang memiliki pengaruh luar biasa,” katanya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Kutu Pembunuh Menyerang Korea Selatan, 422 Orang Meninggal

15 April 2026 - 19:06 WIB

PMI di Singapura Gelar Lomba Fashion Show Sambut Hari Kartini 2026

15 April 2026 - 15:14 WIB

Trump Serang Paus Leo XIV, Sebut Lemah dan Berutang Posisi Kepadanya

13 April 2026 - 16:46 WIB

Trending di Internasional