Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Hujan Ekstrem Gagalkan Panen, Pesta Durian Wonosalam Diundur

badge-check


					Acara pesta durian Wonosalam kali ini harus diundur, gegara petani gagal panen durian akibat dari musim hujan ekstrem di wilayah Jombang. Foto: kredonews/ elok apriyanto Perbesar

Acara pesta durian Wonosalam kali ini harus diundur, gegara petani gagal panen durian akibat dari musim hujan ekstrem di wilayah Jombang. Foto: kredonews/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG–  Cuaca ekstrem yang melanda wilayah lereng Gunung Anjasmoro, tepatnya di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berdampak serius terhadap produksi durian pada musim panen tahun ini.

Intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang menyebabkan sebagian besar tanaman durian mengalami gagal panen.

Kondisi tersebut memaksa agenda tahunan Kontes Durian Wonosalam, yang selama ini menjadi ikon wisata Jombang, terpaksa diundur hingga waktu yang belum ditentukan.

Sekretaris Asosiasi Pariwisata Jombang (ASPARJO), Jalaludin Hambali, menjelaskan bahwa gangguan cuaca sudah terjadi sejak awal masa pembungaan. Curah hujan tinggi membuat bunga durian rontok sebelum berkembang menjadi bakal buah.

“Sejak awal pembungaan, hujan deras dan angin kencang menyebabkan bunga dan bakal buah rontok. Tingkat kerusakannya mencapai lebih dari 90 persen,” kata Jalaludin, Selasa 20 Januari 2026.

Ia menambahkan, kondisi cuaca yang tidak menentu turut mengganggu proses pembuahan. Padahal, pada tahun-tahun normal, durian Wonosalam biasanya mulai memasuki masa panen pada Januari.

“Biasanya Januari sudah mulai masak buah, tapi tahun ini hasilnya sangat jauh berkurang,” ujarnya.

Akibat gagal panen tersebut, produksi durian di sejumlah desa sentra durian Wonosalam dipastikan anjlok drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

Minimnya jumlah buah juga berdampak langsung pada pelaksanaan kontes durian, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas buah yang akan dinilai.

Panitia akhirnya memutuskan untuk mengundur jadwal Kontes Durian Wonosalam karena buah durian yang tersedia belum memenuhi standar penilaian.

“Insyaallah kontes durian akan digelar pada Oktober hingga November 2026, saat musim sela, dengan harapan kondisi panen sudah lebih memungkinkan,” jelas Jalaludin.

Selain cuaca ekstrem, serangan hama turut memperparah kondisi kebun durian. Banyak buah muda dilaporkan membusuk dan gugur sebelum mencapai usia matang.

Para petani berharap cuaca ke depan lebih bersahabat agar durian khas Wonosalam yang dikenal memiliki cita rasa unggul tetap terjaga kualitasnya, sekaligus mendukung keberlangsungan agenda tahunan daerah dan sektor pariwisata Jombang.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Binhad dan Kuswartono Serahkan Buku kepada Eri Cahyadi: Ir Soekarno Lahir di Ploso Jombang 1 Juni 1902

28 Juni 2026 - 15:13 WIB

LEAF71+Noyron Hasilkan Mesin Jet AI Berkecepatan 28.000/ Jam

28 Juni 2026 - 13:31 WIB

Dr Lee woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Menelisik Akar Terorisme (27): Kaum Illuminati dan Revolusi Prancis

27 Juni 2026 - 16:44 WIB

Juragan Percetakan Tuduh Tiga Pegawai Mencuri, 21 Hari Dirantai dan Minta Tebusan Rp50 Juta

27 Juni 2026 - 16:18 WIB

Belanda Umumkan Kode Merah: Suhu 39°C Bikin Aspal Meleleh dan Dehidrasi

27 Juni 2026 - 15:44 WIB

Wartawan Diundang Keluar, Presiden Prabowo Ingin Berdiskusi dari Hati ke Hati Bersama Rektor dan Dosen

27 Juni 2026 - 14:57 WIB

Pemkot Surabaya Launching Buku: Bung Karno, Arek Surabaya!

27 Juni 2026 - 10:29 WIB

Korban Meninggal Latsarmil KDMP Jadi 4 Orang, Kemenhan Lakukan Evaluasi Prosedur

27 Juni 2026 - 09:58 WIB

Trending di News