Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, MGELANG- Selam 17 hari tanpa lelah, semangat dan keseriusn tim SAR Gabungan akhirnya membuahkan hasil menemukan kasad Syafiq Ridhan Ali Razan, 18 tahun asal Magelang, di lereng antara gunung Malang dengan gunung Slamet, Kamis 15 Januari 2026.
Jasadnya terdeteksi pada 14 Januari 2026 sekitar pukul 10.22 WIB di jalur punggungan gunung Malang dekat Batu Watu Langgar, sekitar 50 meter dari puncak.
Tim Potensi SAR (sukarelawan) yang melanjutkan pencarian mandiri setelah operasi resmi Basarnas ditutup menjadi penemu pertama jasad tersebut.
Syafiq mendaki bersama Himawan Choidar Bahran via jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Pemalang, sejak 27 Desember 2025.
Mereka terpisah di sekitar Pos 9; Himawan ditemukan selamat pada 29 Desember, sementara Syafiq hilang kontak. Pencarian resmi berlangsung hingga awal Januari sebelum ditutup, lalu dilanjutkan relawan.
Jasad Syafiq ditemukan terbaring di tebing kawah, tidak terkubur, dengan barang-barang seperti dompet, trekking pole, dan emergency blanket berceceran di sekitar.
Diduga meninggal 4-5 hari sebelumnya akibat hipotermia, pakaiannya tidak lengkap (celana terlepas hingga dengkul, sepatu lepas). Lokasi sudah disisir sebelumnya tapi baru terlihat karena cuaca ekstrem.
Proses Evakuasi
Hari ini, 15 Januri 2025, relawan potensi SAR langsung melakukan evakuasi jenazah Syafiq. Evakuasi memakan waktu panjang karena medan sulit dan cuaca buruk, sempat terhenti dan dilanjutkan keesokan harinya.
Jenazah dibawa ke RSUD Pemalang untuk disucikan sebelum dimakamkan di Magelang. Tim Wanadri, dipimpin Arie Affandi, terlibat dalam koordinasi pasca-penemuan.
Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki 18 tahun asal Magelang, hilang saat mendaki Gunung Slamet dan ditemukan tewas setelah 17 hari pencarian intensif. Kronologi dimulai dari pendakiannya pada akhir Desember 2025 hingga penemuan jasadnya pada 14 Januari 2026.
Kronologi Lengkap
-
27 Desember 2025: Syafiq dan rekannya Himawan Choidar Bahran mulai mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Pemalang.
-
28 Desember 2025: Syafiq dilaporkan hilang setelah terpisah dari Himawan di sekitar Pos 9; laporan resmi masuk ke tim SAR.
-
29 Desember 2025: Himawan ditemukan selamat oleh pendaki lain di sekitar Pos 5 atau Pos 9 dan dievakuasi; pencarian resmi Syafiq dimulai oleh Basarnas dan tim gabungan.
-
Awal Januari 2026: Operasi SAR resmi berlangsung intensif dengan drone dan tim ground, tapi belum ada hasil; cuaca ekstrem menghambat.
-
Sekitar 8 Januari 2026: Operasi Basarnas resmi ditutup karena medan sulit, tapi relawan seperti tim Wanadri lanjutkan pencarian mandiri.
-
Sekitar 9 Januari 2026: Tim relawan SAR mandiri serius melanjutkan pencarian dan keberadaan Syafiq yang misterius, meski SAR telah menutup proses pencarian
-
14 Januari 2026, pukul 10.22 WIB: Tim Potensi SAR (sukarelawan) menemukan jasad Syafiq pertama kali di lereng puncak selatan Gunung Malang, dekat Watu Langgar, sekitar 50 meter dari puncak.
-
15 Januari 2026: Evakuasi jenazah memakan waktu hingga 15 Januari karena medan terjal dan cuaca buruk; jasad dibawa ke RSUD Pemalang sebelum dimakamkan di Magelang. Diduga Syafiq meninggal 4-5 hari sebelum ditemukan akibat hipotermia. **






