Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Kehebatan Tim SAR Gabungan: 17 Hari Tanpa Henti, Akhirnya Berhasil Temukan Jasad Syafiq di Lereng Gunung Malang

badge-check


					Selama 17 hari tanpa lelah, tim SAR relawan dengan penuh semangat mencari dan akhirnya menemukan jasad Syafiq Ali, di sebuah lerang antara Gunung Malang dan Gunung Slamet, pada 14  janruari 2026, dan dilakukan evakuasi 15 Januari 2026. Foto: channelmuslim.com Perbesar

Selama 17 hari tanpa lelah, tim SAR relawan dengan penuh semangat mencari dan akhirnya menemukan jasad Syafiq Ali, di sebuah lerang antara Gunung Malang dan Gunung Slamet, pada 14 janruari 2026, dan dilakukan evakuasi 15 Januari 2026. Foto: channelmuslim.com

Penulis: Sri Muryanto   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MGELANG- Selam 17 hari tanpa lelah, semangat dan keseriusn tim  SAR Gabungan akhirnya membuahkan hasil menemukan kasad Syafiq Ridhan Ali Razan, 18 tahun asal Magelang,  di lereng antara gunung Malang dengan gunung Slamet, Kamis 15 Januari 2026.

Jasadnya terdeteksi pada 14 Januari 2026 sekitar pukul 10.22 WIB di jalur punggungan gunung Malang dekat Batu Watu Langgar, sekitar 50 meter dari puncak.

Tim Potensi SAR (sukarelawan) yang melanjutkan pencarian mandiri setelah operasi resmi Basarnas ditutup menjadi penemu pertama jasad tersebut.

Syafiq mendaki bersama Himawan Choidar Bahran via jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Pemalang, sejak 27 Desember 2025.

Mereka terpisah di sekitar Pos 9; Himawan ditemukan selamat pada 29 Desember, sementara Syafiq hilang kontak. Pencarian resmi berlangsung hingga awal Januari sebelum ditutup, lalu dilanjutkan relawan.

Jasad Syafiq ditemukan terbaring di tebing kawah, tidak terkubur, dengan barang-barang seperti dompet, trekking pole, dan emergency blanket berceceran di sekitar.

Diduga meninggal 4-5 hari sebelumnya akibat hipotermia, pakaiannya tidak lengkap (celana terlepas hingga dengkul, sepatu lepas). Lokasi sudah disisir sebelumnya tapi baru terlihat karena cuaca ekstrem.

Proses Evakuasi

Hari ini, 15 Januri 2025, relawan potensi SAR langsung melakukan evakuasi jenazah Syafiq. Evakuasi memakan waktu panjang karena medan sulit dan cuaca buruk, sempat terhenti dan dilanjutkan keesokan harinya.

Jenazah dibawa ke RSUD Pemalang untuk disucikan sebelum dimakamkan di Magelang. Tim Wanadri, dipimpin Arie Affandi, terlibat dalam koordinasi pasca-penemuan.

Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki 18 tahun asal Magelang, hilang saat mendaki Gunung Slamet dan ditemukan tewas setelah 17 hari pencarian intensif. Kronologi dimulai dari pendakiannya pada akhir Desember 2025 hingga penemuan jasadnya pada 14 Januari 2026.

Kronologi Lengkap

  • 27 Desember 2025: Syafiq dan rekannya Himawan Choidar Bahran mulai mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Pemalang.

  • 28 Desember 2025: Syafiq dilaporkan hilang setelah terpisah dari Himawan di sekitar Pos 9; laporan resmi masuk ke tim SAR.

  • 29 Desember 2025: Himawan ditemukan selamat oleh pendaki lain di sekitar Pos 5 atau Pos 9 dan dievakuasi; pencarian resmi Syafiq dimulai oleh Basarnas dan tim gabungan.

  • Awal Januari 2026: Operasi SAR resmi berlangsung intensif dengan drone dan tim ground, tapi belum ada hasil; cuaca ekstrem menghambat.

  • Sekitar 8 Januari 2026: Operasi Basarnas resmi ditutup karena medan sulit, tapi relawan seperti tim Wanadri lanjutkan pencarian mandiri.

  • Sekitar 9 Januari 2026: Tim relawan SAR mandiri serius melanjutkan pencarian dan keberadaan Syafiq yang misterius, meski SAR telah menutup proses pencarian​

  • 14 Januari 2026, pukul 10.22 WIB: Tim Potensi SAR (sukarelawan) menemukan jasad Syafiq pertama kali di lereng puncak selatan Gunung Malang, dekat Watu Langgar, sekitar 50 meter dari puncak.

  • 15 Januari 2026: Evakuasi jenazah memakan waktu hingga 15 Januari karena medan terjal dan cuaca buruk; jasad dibawa ke RSUD Pemalang sebelum dimakamkan di Magelang. Diduga Syafiq meninggal 4-5 hari sebelum ditemukan akibat hipotermia. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

BPOM Ungkap Mayoritas Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok

16 Juli 2026 - 19:49 WIB

Jaksa Tuntut Hukuman 12 Tahun Penjara, Kasus Pelecehan Siswa di SMP Jombang

16 Juli 2026 - 14:01 WIB

CRV Ditumpangi 9 Orang Sekeluarga, Tabrak Truk Parkir di Tol Pandaan 5 Orang Tewas

16 Juli 2026 - 13:17 WIB

3.000 ASN Disdik Brebes Bobol Presensi Daring, Sembilan Guru Dijebloskan ke Tahanan

16 Juli 2026 - 09:52 WIB

Satu Korban Luka, Akibat Kebakaran Rumah dan Toko di Johowinong Mojoagung

16 Juli 2026 - 08:39 WIB

Kemenkop Pasang Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Beli 1.800 Unit Kipas Angin, Ferry Yuliantoro Mengaku tak Tahu!

16 Juli 2026 - 08:06 WIB

Jaksa Teliti Asal Usul 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah, Mahfud MD: Ini Gempa Hukum Terbesar

16 Juli 2026 - 05:32 WIB

Trending di News