Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

BGN Akui Data Keracunan MBG Beda dengan Kemenkes

badge-check


					BGN ungkap MBG sumbang 48 persen kasus keracunan di Indonesia. (Instagram/badangizinasional.ri) Perbesar

BGN ungkap MBG sumbang 48 persen kasus keracunan di Indonesia. (Instagram/badangizinasional.ri)

Penulis: Gandung Kardiyono|Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada hari Rabu, 12 November 2025.

Dadan melaporkan ada 441 kasus keracunan makanan yang terjadi di Indonesia, dan dari jumlah itu, 211 kasus terkait dengan program Makan Bergizi Gratis.

“Program MBG ada 211 kasus, yang berarti sekitar 48 persen dari keseluruhan keracunan makanan di Indonesia,” ungkap Dadan.

Dadan menjelaskan data dari BGN tentang korban keracunan yang terjadi dengan MBG, terdapat perbedaan data dengan Kementerian Kesehatan.

“Untuk penerima manfaat yang mengalami masalah kesehatan, ada 636 orang yang dirawat inap menurut kami, sementara data Kementerian Kesehatan menunjukkan 638 orang, selisih dua orang, tapi kami akan memperbaikinya,” jelasnya.

“Sedangkan untuk yang rawat jalan, di sisi kami ada 11.004 orang dan di data Kementerian Kesehatan ada 12.755 orang, jadi jika mengikuti laporan Kemenkes, total ada 13.371 penerima manfaat yang mengalami masalah kesehatan akibat program MBG,” sambungnya.

Dalam pelaksanaannya sehari-hari, Dadan mengatakan bahwa MBG sudah berjalan dengan menyajikan total 1,8 miliar porsi makanan sejak dimulai pada 6 Januari 2025.

“Menurut penelitian dari Kemenkes, banyak kejadian keracunan makanan di Indonesia, 50 persen akibat dari pencemaran E.coli yang diakibatkan oleh air,” tambahnya.

“Oleh karena itu, semua SPPG sekarang diminta untuk menggunakan air yang sudah terjamin aman untuk memasak, baik itu air dalam kemasan maupun air isi ulang, asalkan memiliki alat untuk mensterilkan air tersebut,” ujarnya.**

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Semua SPBU Wajib Campur BBM dengan Etanol 5% Mulai Semester II Tahun Ini

4 Juni 2026 - 20:30 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000, Menkeu Sebut Masih Sesuai Perhitungan APBN

4 Juni 2026 - 20:15 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Dekati Rp100 Ribu per Kg, Berikut Rincian Pangan Lainnya

3 Juni 2026 - 19:46 WIB

Emil Dardak Pastikan Penutupan SPPG Demi Mutu Program MBG

2 Juni 2026 - 19:16 WIB

Biaya Administrasi Bulanan BCA Kini Dipotong di Awal Bulan

2 Juni 2026 - 18:59 WIB

Harga Solar Pertamina Turun Mulai 1 Juni 2026

1 Juni 2026 - 19:53 WIB

Pemerintah Terapkan Aktivasi Nomor Seluler dengan Pengenalan Wajah

1 Juni 2026 - 19:44 WIB

Puncak Peringatan Waisak 2026 di Candi Borobudur Gaungkan Cinta Perdamaian Dunia

31 Mei 2026 - 20:38 WIB

Rp27 Triliun dari Kurban, Distribusi Daging Masih Belum Merata

29 Mei 2026 - 21:41 WIB

Trending di Nasional