Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Polisi Ringkus Pemuda Minahasa sebagai Hakcer Beken Bjorka, Disebut Lulusan SMK

badge-check


					Polisi ciduk cowok 22 tahun asal Minahasa, diduga jadi otak di balik akun @/bjorkanesiaa Tapi… beneran nggak nih dia Bjorka asli yang bikin geger 2022–2023. Foto: Instagram@course_net Perbesar

Polisi ciduk cowok 22 tahun asal Minahasa, diduga jadi otak di balik akun @/bjorkanesiaa Tapi… beneran nggak nih dia Bjorka asli yang bikin geger 2022–2023. Foto: Instagram@course_net

Penulis: Yusran Hakim   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Hacker terkenal bernama Bjorka, yang selama ini dikenal sebagai sosok misterius di balik kebocoran data besar di Indonesia, akhirnya ditangkap Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya. Pelaku berinisial WFT (22), berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara, dan merupakan pemilik akun X (@bjorkanesiaa).

Identitas tersangka hacker Bjorka, seorang pemuda berusia 22 tahun asal Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Dia adalah pemilik akun X dengan username @bjorkanesiaa yang digunakan untuk mengunggah data hasil peretasan.

WFT bukan lulusan perguruan tinggi atau ahli IT, bahkan disebut tidak lulus SMK dan sempat menganggur. Meski begitu, ia sudah aktif berkecimpung di dark web sejak 2020, sering berganti alias seperti SkyWave, Shint Hunter, dan Opposite6890 untuk mengelabui aparat penegak hukum.

Ia diduga melakukan peretasan dan mengakses ilegal serta membocorkan data nasabah salah satu bank swasta di Indonesia dengan skala besar, yakni sekitar 4,9 juta data nasabah.

WFT telah aktif di dark web sejak tahun 2020, menjual data pribadi termasuk data perbankan melalui berbagai platform dan menerima pembayaran dalam bentuk kripto. Ia juga beberapa kali mengganti username akun untuk mengelabui aparat penegak hukum.

Penangkapan dilakukan pada 23 September 2025 di Desa Totolan, Kakas Barat, Minahasa. Dalam konferensi pers yang digelar, 2 Oktober 2025 di Polda Metro Jaya, WFT dikenakan pasal Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara dan denda Rp12 miliar. Aksinya pernah mengancam sejumlah institusi besar seperti BSI, BCA, KPU, dan sejumlah perusahaan lainnya.

Dalam konferensi pers, terungkap bahwa WFT mengklaim telah meretas dan memiliki database 4,9 juta nasabah bank yang ia ungkap secara publik di media sosial X dan mengirim pesan ke akun resmi bank terkait.

WFT juga diketahui melakukan manuver dengan mengganti nama akun dari Bjorka hingga menjadi SkyWave, Shint Hunter, dan terakhir Opposite6890 pada Agustus 2025 untuk menyamarkan identitasnya dan menghindari pelacakan aparat.

Penangkapan ini menandai berakhirnya petualangan hacker Bjorka yang telah menjadi momok bagi keamanan data pribadi dan perbankan di Indonesia selama beberapa tahun terakhir.

Kronologi penangkapan hacker Bjorka yang berinisial WFT (22):

  • Kasus bermula dari laporan sebuah bank swasta pada 5 Februari 2025 kepada pihak kepolisian terkait adanya akun X dengan username @bjorkanesiaaa yang mengaku meretas dan memiliki 4,9 juta data nasabah bank tersebut.

  • Akun tersebut memposting tampilan layar aplikasi bank milik nasabah dan mengirimkan pesan klaim peretasan ke akun resmi bank.

  • Setelah melakukan penyelidikan, polisi melacak WFT yang tinggal di Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara.

  • Pada Selasa, 23 September 2025, Siber Polda Metro Jaya menangkap WFT di rumahnya. Saat penangkapan, WFT mengenakan baju kaus hitam dan celana pendek, tampak tidak berkutik di hadapan polisi.

  • Dalam aksinya, WFT diketahui memakai berbagai alias di dark web sejak 2020, seperti Bjorka, SkyWave, Shint Hunter, hingga Opposite6890, untuk menghindari pelacakan aparat.

  • Setelah ditangkap, WFT secara resmi diumumkan sebagai tersangka pada konferensi pers oleh Polda Metro Jaya pada 2 Oktober 2025, dan dikenakan pasal Undang-Undang ITE dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Dengan penangkapan ini, petualangan WFT sebagai hacker Bjorka yang selama ini menghebohkan publik dengan kebocoran data besar di Indonesia dinyatakan berakhir. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu, Pelemahan Berlanjut Empat Hari Berturut-turut

23 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Prabowo Targetkan Kredit Rp400 Triliun untuk 28 Juta Keluarga pada 2027

23 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Polres Jombang Tanam Pohon Mangga, Alpukat dan Jambu di Taman Kebonrojo

23 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Kadisnaker Jombang Isawan: Tempatkan 6.718 Naker Lewat Talenta dan Jemput Kerja 2026

23 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Damkar Butuh 10 Jam untuk Padamkan Kebakaran Besar Pengolah Ban Bekas Trowulan

23 Oktober 2026 - 07:14 WIB

IHSG Hari Ini: Naik 3 Hari Beruntun, Terbaik Asia

22 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Mahasiswa Unjuk Rasa di Kantor DPRD Jombang, Doni Angun: Kami Siap Tampung Seluruh Aspirasi

22 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Protes Anggota Parlemen Malaysia kepada Presiden Prabowo: Kobongan Hutan Enggal Dipetni, Ojo Digawe Guyonan

22 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Bupati Warsubi dan Jajaran Pemkab Jombang Nyekar ke Makam R. Ario Setyonegoro, Pendiri Jombang

22 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Trending di News