Menu

Mode Gelap

Headline

Mahfud MD: Pak Presiden Beli Data Selisih Rp 186 Triliun, Purbaya Incar Bea Cukai

badge-check


					Presiden Prabowo Subianto punya data dari pihak lain, terjadi selisih besar ekspor-impor RI-China mencapai Rp 186 triliun lebih. Inilah yang menjadi pijakan bagi Purbabaya  untuk melakukan evaluasi kinerja Bea Cukai secara total yang selama ini diduga keras melakukan banyak penyimpangan. Foto: annanews.co,id Perbesar

Presiden Prabowo Subianto punya data dari pihak lain, terjadi selisih besar ekspor-impor RI-China mencapai Rp 186 triliun lebih. Inilah yang menjadi pijakan bagi Purbabaya untuk melakukan evaluasi kinerja Bea Cukai secara total yang selama ini diduga keras melakukan banyak penyimpangan. Foto: annanews.co,id

Penulis: Yusran Hakim   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa ada selisih lebih dari 11,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 186,76 triliun, antara data ekspor Indonesia ke China dan data impor yang tercatat oleh China.

Khusus untuk ekspor Indonesia ke China, terdapat selisih sekitar 8,4 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 140,07 triliun,  diduga tidak tercatat dan menjadi potensi kerugian negara, dalam data perdagangan ekspor-impor Indonesia dengan China, 27 November 2025, usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan.

Pernyataan itu disampaikan setelah rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan, ketika Kemenkeu mulai mengusut perbedaan besar dalam data perdagangan tersebut. Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya perbaikan kinerja Direktorat Jenderal Bea Cukai.

Ia mengingatkan bahwa jika tidak ada perbaikan dalam satu tahun ke depan, ada ancaman untuk membekukan Direktorat Jenderal Bea Cukai dan mengalihkan tugasnya ke perusahaan asal Swiss, SGS, seperti kebijakan pada masa Orde Baru.

Ia juga memperingatkan bahwa sekitar 16.000 pegawai Bea Cukai bisa dirumahkan jika perbaikan tidak terlaksana. Hal ini disampaikan sebagai respons serius atas citra buruk dan berbagai permasalahan Bea Cukai, termasuk potensi praktik penggelapan dan under-invoicing yang sedang diinvestigasi.

Bea Cukai juga melaporkan kinerja penerimaan negara yang positif hingga Oktober 2025, dengan penerimaan mencapai Rp249,3 triliun, didukung oleh peningkatan bea keluar dan cukai, meskipun menghadapi tantangan dalam penindakan praktik ilegal di sektor tertentu.

Bocoran dari Mahfud

Sebelumnya tokoh nasional, Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah membeli data dari pihak luar negeri yang menunjukkan adanya perbedaan besar antara jumlah ekspor Indonesia ke China.

Dalam data tersebut, Indonesia melaporkan ekspor barang dengan volume yang sangat kecil, sedangkan laporan dari China mencatat impor barang dari Indonesia jauh lebih banyak.

Mahfud MD menyebut bahwa data resmi dalam negeri dianggap tidak akurat, sehingga Presiden Prabowo membeli data tersebut dari luar untuk mendapatkan gambaran sebenarnya. “Jadi ketahuan siapa yang sudah puluhan tahun makan uang negara,” kata Mahfud.

Pernyataan ini disampaikan dalam rapat terbatas di mana Presiden Prabowo memperlihatkan contoh ketimpangan laporan ekspor tersebut.​ Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan pernyataan tersebut pada 22 November 2025 melalui YouTube Forum Keadilan TV.

Ia mengungkapkan hal itu saat menceritakan isi rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, di mana presiden menunjukkan data ekspor yang dibeli dari pihak asing karena data domestik dianggap tidak akurat. Pernyataan ini kemudian ramai dibahas di media sosial dan berita pada 24-25 November 2025. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kejati Sita Uang Rp2,3 Miliar Terkait Dugaan Pungutan Liar Dinas ESDM Jatim

17 April 2026 - 17:15 WIB

Membawa Materi Koreksi Rezim, Aktivis GMNI Jombang Unjuk Rasa dan Berdialog dengan Dewan

17 April 2026 - 15:53 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 8): Kejahatan di Jalur Emas

17 April 2026 - 15:31 WIB

Dua Tim KPK Turun ke Pemkab Jombang, Bicara Gratifikasi dan LHKPN

17 April 2026 - 14:48 WIB

Basarnas Telah Temukan Reruntuhan Helikopter di Tapang Tingang Sekadau

16 April 2026 - 22:28 WIB

Kades Sampurno Ketawa-ketawa, Dikeroyok 15 Orang dan Dibacok di Rumahnya Pakel Lumajang

16 April 2026 - 21:24 WIB

155 Siswa SD-SMP dan SMA di Anambas Keracunan MBG, Pemkab Langsung Menutup MBG

16 April 2026 - 18:12 WIB

Pembakar Sampah Keputih Mangkrak 25 Tahun, Beban Utang Pemkot Surabaya Rp 104 Miliar

16 April 2026 - 17:34 WIB

Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan di Plandaan Jombang Dorong PAD untuk Infrastruktur Desa

16 April 2026 - 17:11 WIB

Trending di News