Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Bukan MBG, Hanya Sepotong Bakpao Beri Seribu Harapan, Kisah Nyata Nenek Mao Shihua

badge-check


					Bukan MBG, Hanya Sepotong Bakpao Beri Seribu Harapan, Kisah Nyata Nenek Mao Shihua Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, BEIJING– Nenek Mao Shihua: Penjual Bakpao yang Tak Pernah Mencari Untung, Hanya Ingin Anak-Anak Sekolah Tak Belajar dalam Keadaan Lapar

Di sebuah sudut kota kecil di Tiongkok, di antara hiruk pikuk kehidupan yang tak kenal ampun, berdirilah seorang nenek renta yang tak pernah menuntut balas budi.

Namanya Mao Shihua. Setiap pagi, ia menyiapkan bakpao hangat dan menjualnya hanya seharga 50 sen. Bukan untuk mencari keuntungan, tapi demi satu harapan sederhana: agar tak ada anak sekolah yang menahan lapar saat menuntut ilmu.

Beberapa waktu lalu, seorang wanita memaksa anaknya menunjukkan lokasi penjual bakpao itu. Ia tak percaya, mana mungkin di masa sekarang masih ada jajanan seharga 50 sen? Namun begitu sampai, langkahnya terhenti. Ia mengenali si nenek yang sedang duduk melayani anak-anak dengan senyum tulus. Ingatannya kembali pada 20 tahun lalu, ketika dirinya kecil dan miskin hanya mampu berdiri memandangi teman-temannya jajan.

Saat itu, si nenek memanggilnya dan menyodorkan bakpao hangat. “Kalau tak punya uang, jangan malu. Datang saja kemari. Yang penting kamu belajar sungguh-sungguh,” pesan nenek Mao.

Anak itu bernama Syaoli. Ayahnya lumpuh, ibunya kerja serabutan. Sejak hari itu, sepulang sekolah Syaoli selalu mampir ke gerobak si nenek.

Kadang ia belajar di sana, ditemani wangi roti kukus dan kasih sayang seorang asing yang lebih hangat dari siapa pun. Suatu hari, nenek Mao memberinya tas baru agar ia tak lagi pergi ke sekolah membawa keranjang anyaman.

Kini, dua dekade berlalu, Syaoli telah menjadi wanita dewasa. Ia kembali, membawa anaknya tanpa disangka, anak itu ternyata pelanggan tetap nenek Mao.

Namun saat bertanya, sang nenek tak mengenalinya. Sampai Syaoli menunjukkan foto tas pemberiannya dulu. Nenek itu terdiam. Air matanya jatuh saat menyadari gadis kecil yang dulu ia beri makan kini berdiri di depannya berdiri tegap, berhasil, dan tak lagi lapar.

Ketika ditanya mengapa masih menjual murah, nenek Mao hanya tersenyum. “Tak semua anak bisa jajan, sama sepertimu dulu. Aku hanya ingin menghabiskan sisa umurku membantu mereka. Meskipun cuma sepotong bakpao.”

Tak ada kata heroik yang keluar dari mulutnya. Namun dari tindakannya, kita belajar: cinta tanpa pamrih masih hidup, meski dunia terus berubah. Nenek Mao bukan sekadar penjual bakpao. Ia adalah pelindung kecil-kecil yang lapar, pahlawan diam di tengah dunia yang sering lupa memeluk orang-orang sederhana sepertinya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cerita Beragam Ini Deretan Dracin Pantas Ditonton

18 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Sydney Sweeney Masuk Favorit Bond Girl 2026

9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Facebook Berubah Jadi Mirip TikTok, Isinya Video Semua

7 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Tulisan Angelina Jolie Bikin Pusing Netizen

5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Solar MAMAMOO Jadi Korban Teror Kursi Terbang di Los Angeles

20 September 2026 - 18:10 WIB

Baifern Pimchanok Siap Menghibur di Film Action-Romance Terbaru ‘My Dearest Assassin’

15 September 2026 - 18:07 WIB

Trending di Life Style