Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Modus Baru Curi Perhiasan Jasa Pijat di Pamekasan, Nenek Sahrani Kehilangan 18 Gram Emas

badge-check


					Nenek Sahrani, 69, menjadi korban pencurian pehiasannya 18 gram oleh seorang pelaku jasa pijit. Pehiasannya kalunyanya diganti dengan imitasi. Instagram@ig_radiokarimata Perbesar

Nenek Sahrani, 69, menjadi korban pencurian pehiasannya 18 gram oleh seorang pelaku jasa pijit. Pehiasannya kalunyanya diganti dengan imitasi. Instagram@ig_radiokarimata

Penulis: Saifudin   |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, PAMEKASAN- Beberapa warga Pamekasan, Madura, melaporkan ada kasus baru pencurian perhiasan emas dengan modus sebagai tukang pijit keliling. Salah satunya menimpa nenek Sahrani, 69, warga dusun Gunung Penang, desa Seddur, kecamatan Pakong, Pamekasan, Madura, Rabu, 23 April 2025.

Laporan ini disampaikan melalui media radio KarimataFM. Korban dalam kasus ini Ibu Sahrani (69), kehilangan perhiasan emas berupa kalung dan liontin seberat 18 gram akibat ulah pelaku yang berpura-pura menawarkan jasa pijat tradisional.

Seorang saksi bernama Bu Taflah saat On Air di Radio Karimata, kejadian bermula saat Ibu Sahrani sedang berbincang santai dengan tetangganya di sebuah toko dekat rumahnya. Tiba-tiba, datang seorang pria tak dikenal yang menawarkan jasa pijat. Tertarik atas tawaran itu, korban minta dipijit.

Seperti diwartakan akun instagram@ig_radiokarimata, Kamis 24 April 2025, saat dimulai memijat, pelaku meminta agar nenek Sahrani melepas perhiasan yang dikenakannya. Alasannya, menurut pelaku, pemijatan akan lebih efektif tanpa ada perhiasan yang menempel di tubuh.

Beberapa saat memijat, terdengar dering ponsel pelak. Sambil meminta izin, pelaku berpura-pura mengangkat telepon dan berjanji akan kembali setelah menemui si penelepon. Sebelum pergi, pelaku memakaikan kembali kalung kepada korban diketahui hanya kalung imitasi.

Selaku selesai menjalankan askinya, pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motornya dan tidak kembali.

Saksi lainya, Jefri, Kasi Pemerintahan Desa Seddur, Kecamatan Pakong, Pamekasan membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya kejadian itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB.

Ia menyebut kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap modus-modus penipuan yang semakin beragam. Warga diimbau untuk tidak mudah percaya pada orang asing yang menawarkan jasa tanpa identitas yang jelas. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

BPOM Ungkap Mayoritas Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok

16 Juli 2026 - 19:49 WIB

Jaksa Tuntut Hukuman 12 Tahun Penjara, Kasus Pelecehan Siswa di SMP Jombang

16 Juli 2026 - 14:01 WIB

CRV Ditumpangi 9 Orang Sekeluarga, Tabrak Truk Parkir di Tol Pandaan 5 Orang Tewas

16 Juli 2026 - 13:17 WIB

3.000 ASN Disdik Brebes Bobol Presensi Daring, Sembilan Guru Dijebloskan ke Tahanan

16 Juli 2026 - 09:52 WIB

Satu Korban Luka, Akibat Kebakaran Rumah dan Toko di Johowinong Mojoagung

16 Juli 2026 - 08:39 WIB

Kemenkop Pasang Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Beli 1.800 Unit Kipas Angin, Ferry Yuliantoro Mengaku tak Tahu!

16 Juli 2026 - 08:06 WIB

Jaksa Teliti Asal Usul 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah, Mahfud MD: Ini Gempa Hukum Terbesar

16 Juli 2026 - 05:32 WIB

Trending di News