Menu

Mode Gelap

Headline

Alasan Hotman Paris Sering Bahas Perselingkuhan yang Dianggap Tabu

badge-check


					Hotman Paris rajin edukasi, Dok:IG Pribadi Perbesar

Hotman Paris rajin edukasi, Dok:IG Pribadi

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Hotman Paris, pengacara kondang, merasa heran dengan reaksi masyarakat Indonesia yang mempertanyakan mengapa dirinya sering membahas perselingkuhan. Ia menilai banyak orang tidak menyadari bahwa persoalan tersebut adalah realita yang terjadi sehari-hari.

“Kalau masyarakat Indonesia, setiap Hotman membuat konten tentang kehamilan, tentang perselingkuhan, selalu sebagian menghujat katanya itu tidak boleh dibicarakan,” ujarnya.

Menurutnya, orang-orang yang menentang pembahasan tersebut hidup dalam kepura-puraan.

“Anda itu tidak hidup dalam dunia realita. Anda itu sebagian munafik. Apakah Anda tidak sadar di sekitar Anda itu terjadi di mana-mana?”

Baca juga: Percakapan Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Bocor, Ada yang Janggal

Baca juga: Viral: Ridwan Kamil Sebut Lisa Sudah Hamil Duluan, Sebut Fitnah Bermotif Ekonomi

Hotman lantas memberikan contoh nyata.

“Anda tahu sekian ribu kamar apartemen di Jakarta ini ditinggali oleh pacar-pacar simpanan? Kamu tahu nggak itu?”

Ia juga menyoroti fenomena kumpul kebo yang menurutnya sangat umum terjadi. “Kamu tahu nggak begitu banyak tempat kosan yang juga ditinggali oleh pasangan kumpul kebo? Jadi itu adalah realita hidup.”

Hotman menegaskan bahwa masalah seperti ini bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan di seluruh dunia. Namun, ia mengkritik sikap masyarakat Indonesia yang cenderung menutup mata.

“Makanya ada yang hamil, ada yang seperti belakangan ini, sama suami orang, anaknya sudah tiga tahun. Ya, itu kenyataan di mana-mana.”

Baca juga: Suhu Ideal Kulkas dan Tidak Semua Bisa Disimpan di Kulkas, Contohnya Kentang

Baca juga: Ray Sahetapy Wafat Karena Stroke yang Bisa Dikenali dari Akronim BE FAST:

Fakta mengejutkan, Negara Sugar Daddy

“Tapi di Indonesia, Indonesia adalah negara tertinggi nomor dua sebagai negara sugar daddy. Jadi kalau Anda mengatakan itu tidak boleh dibahas, berarti Anda adalah manusia nyinyir, yang memang mungkin tidak mampu melaksanakan itu, tidak hidup dalam dunia realita, dan agak munafik.” jelas Hotman.

Hotman menantang mereka yang antipati terhadap pembahasannya. “Anda tahu ribuan apartemen ditinggali oleh cewek-cewek simpanan. Kamu bisa atasi juga itu? Jadi itu adalah masalah sosial yang harus dibahas.”

Pentingnya Pemahaman Hukum bagi Korban

Ia menjelaskan bahwa salah satu alasan ia sering membahas perselingkuhan adalah untuk memberikan edukasi hukum.

“Makanya saya sering membahas tentang mengecek DNA. Itu kan perlu aspek hukumnya, perlu pendidikan.”

“Bagaimana cewek itu bisa menuntut haknya? Apakah dia berhak menggugat perdata? Apakah berhak lapor polisi? Apakah dia berhak menuntut DNA? Itu adalah sesuatu pendidikan yang harus diberikan kepada masyarakat.”

Di akhir pernyataannya, ia tidak ragu menyindir para haters. “Ingat, orang nyinyir itu tidak pernah kaya,”

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

JLS KM 16-17 Terjadi Longsor Jalur Trenggalek – Ponorogo Putus Total

3 Maret 2026 - 22:53 WIB

Blackpink Pecahkan Rekor lewat ‘Deadline’, Raih 1,4 Juta Penjualan di Hari Pertama

3 Maret 2026 - 20:46 WIB

Gerakan Jombang Berinfaq, Pemkab dan BAZNAS Santuni 1.000 Anak Yatim Piatu

3 Maret 2026 - 19:31 WIB

Pemkab-Kejari Jombang Perpanjang MoU Kerjasama Hukum dan Datun

3 Maret 2026 - 18:14 WIB

Wali Kota Mojokerto Lantik Pengurus BAZNAS, Tekankan Amanah dan Integritas

3 Maret 2026 - 17:15 WIB

Petugas Pengontrol Rel Kereta Api, Tewas Tertemper KA Kalimas Kargo di Batang

3 Maret 2026 - 17:02 WIB

Penculikan dan Pembunuhan Igor Kamarov, Polda Bali Tetapkan Enam Tersangka WNA yang Telah Melarikan Diri

3 Maret 2026 - 16:38 WIB

Kapolres Jombang Ajak Pelajar Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045 dan Hindari Kenakalan Remaja

3 Maret 2026 - 16:35 WIB

Kanselir Jerman Friedrich Merz Geleng-geleng Kepala Saksikan Demo Robot Kungfu Buatan China

3 Maret 2026 - 15:27 WIB

Trending di Headline