Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Ray Sahetapy Wafat Karena Stroke yang Bisa Dikenali dari Akronim BE FAST:

badge-check


					Ray Sahetapy Dok:IG Rama Perbesar

Ray Sahetapy Dok:IG Rama

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA-  Aktor senior Ray Sahetapy berpulang. Kabar duka ini pertama kali diumumkan melalui unggahan di akun Instagram anaknya,

“Selamat jalan, Ayah! @raysahetapy. We always cherish the memories of our time with you. ❤️ Titip salam cinta dan kangen ke kak Gisca! 🤍,” tulis Surya Sahetapy di akun Instagramnya, Senin (1/4/2025).

Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai penyebab wafatnya aktor berusia 68 tahun tersebut. Namun, pada tahun 2023, ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat stroke.

Saat itu, kondisi Ray Sahetapy dikabarkan tidak mampu berdiri sendiri dan memerlukan bantuan. Stroke yang dialaminya disebabkan oleh penyumbatan di pembuluh darah otaknya.

“Terkena stroke, ada penyumbatan di pembuluh darah otaknya,” kata anaknya, Rama, Senin (7/8/2023).

Bila benar apa yang disampaikan oleh Rama, bahwa Ray mengudap stroke disertai penyumbatan darah, maka penyakit yang diderita Ray adalah Stroke Iskemik:

Berikut ini Penyebab, Gejala, dan Tanda Peringatan, Stroke Iskemik dikutip dari my.clevelandclinic

Apa Itu Stroke Iskemik?

Stroke iskemik terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat oleh gumpalan darah. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang dapat mengancam jiwa. Jika Anda atau seseorang di sekitar Anda mengalami gejala stroke, segera hubungi layanan darurat. Penanganan yang cepat dapat meningkatkan peluang keselamatan dan pemulihan.

Gejala Stroke Iskemik

Gejala stroke iskemik bervariasi tergantung pada area otak yang terkena. Beberapa gejala umum meliputi:

– Kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi wajah dan tubuh
– Kesulitan berbicara atau kehilangan kemampuan berbicara (afasia)
– Bicara cadel atau tidak jelas (disartria)
– Hilangnya kontrol otot pada satu sisi wajah

– Gangguan indera secara tiba-tiba (penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, atau sentuhan)
– Penglihatan kabur atau ganda (diplopia)
– Hilangnya koordinasi atau kesulitan bergerak (ataksia)

– Pusing atau vertigo
– Mual dan muntah
– Kekakuan leher
– Perubahan suasana hati atau kepribadian secara mendadak
– Kebingungan atau gelisah

– Kejang
– Kehilangan ingatan (amnesia)
– Sakit kepala yang tiba-tiba dan parah
– Pingsan atau koma

Baca juga: Percakapan Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Bocor, Ada yang Janggal

Baca juga: Peristiwa Hyundai Ioniq Tabrak Truk di Jakarta & Suncheon 2022, Ini Kata Sopir

Untuk mengenali tanda stroke dengan cepat, ingat akronim BE FAST:

– Balance (Keseimbangan): Kehilangan keseimbangan secara tiba-tiba
– Eyes (Mata): Gangguan penglihatan secara mendadak pada satu atau kedua mata
– Face (Wajah): Wajah tampak menurun di satu sisi saat tersenyum
– Arms (Lengan): Satu lengan melemah atau jatuh saat diangkat
– Speech (Bicara): Bicara cadel atau sulit menemukan kata yang tepat
– Time (Waktu): Waktu sangat penting—segera hubungi layanan darurat

Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling umum, mencakup sekitar 80% dari semua kasus stroke.

Jika tidak segera ditangani, stroke ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen atau bahkan kematian. Oleh karena itu, deteksi dini dan tindakan medis yang cepat sangatlah penting.

Faktor risiko stroke iskemik

Siapa pun dapat mengalami stroke iskemik, tetapi beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi, termasuk orang-orang yang:

– Berusia lebih dari 65 tahun
– Merokok atau menggunakan bentuk tembakau atau nikotin lainnya (seperti vaping)
– Menggunakan obat-obatan rekreasional atau nonresep
– Memiliki kondisi kesehatan tertentu dapat meningkatkan risiko Anda, termasuk:

– Tekanan darah tinggi (hipertensi)
– Kolesterol tinggi (hiperlipidemia)
– Gangguan penggunaan alkohol
– Diabetes tipe 2
– COVID-19.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Trending di News